
Tiga hari kemudian, Sera dan Angga telah pindah ke rumah baru mereka. Setelah tempur dengan barang -barang yang di angkut kini keduanya telah santai menikmati waktu berdua di rumah itu dengan nyaman dan tenang.
"Akhirnya, aku punya dapurku sendiri, bisa masak kesukaan sendiri tanpa harus rebutan menu hari ini, "Sera girang karena bisa memasak sesuka hatinya dan menguasai dapur seorang diri tanpa ada lagi pihak ke dua atau ketiga.
" Hemmm, sedap! "Sera mencicipi masakannya.
" Lagi masak apa sayang? "Angga datang menghampiri dan langsung memeluknya dari belakang.
" Ya Allah mas, kamu ini bikin aku kaget aja! "Sera di buat kaget oleh kedatangan Angga tiba-tiba.
" Lagian serius amat, lagi ngapain sih? "Angga meletakan dagunya di bahu Sera,memeluk erat pinggangnya.
" Lagi masaklah mas, masa iya lagi nyuci! "
Angga pun terkekeh lalu mencium pipi Sera gemes.
" Aku lagi masak loh mas? jangan ganggu deh."
Sera tak dapat bergerak bebas. Semenjak pindah ke rumah itu, Angga tak. pernah pergi jauh dari dirinya. Kemana pun ia pergi di sana selalu ada Angga. Nggak di taman, di ruang tamu, dapur, apa lagi kamar. Bahkan gak mau kerja karena tak mau lepas dari buntutnya. Benar-benar membuatnya harus ekstra sabar menghadapi suaminya yabg puber kedua.
"Tapi aku mau peluk, "rengekannya manja layaknya anak kecil sedang meminta permen.
__ADS_1
Sera menghela lalu ia memutar balik tubuhnya menghadap suami,"tapi aku lagi masak, emang kamu belum laper?"
"Aku laper kalau melihat kamu... kenapa kamu cantik banget sih? aku gak bisa kalau gak jatuh cinta sama kamu setiap saat. "Ujar Angga berbicara pelan dengan suara serak dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sera.
" Emmmmm... mas... aku lagi masak! "Sera mencoba mendorong wajah Angga.
" Satu lagi sayang, nanggung. "paksa Angga lalu kembali mencium Sera dan sedikit lama. Tiba-tiba suara perut berbunyi tanda cacing di dalamnya sudah berdemo meminta makan.
" Tuh kan laper, dasar... "
Angga tertawa, iya memeluk Sera malu membenamkan kepalanya di dada. Makan cinta doang mana kenyang mas Angga? makan tuh cinta!
" Udah sana, sebentar lagi masakannya mateng. "Sera kembali melanjutkan masaknya, Angga patuh lalu ia menunggu Sera di meja makan.
Tak lama kemudian Sera datang dengan membawa makanan yang baru saja ia masak.
" Taraaaa... ayo makan! "ajak Sera sembari meletakan piring Angga di dekatnya yang sudah penuh dengan nasi dan lauk pauk serta sayuran sehat.
" Makasih sayang! "
Setelah membaca doa sebelum makan, Angga langsung melahapnya rakus. Masakan Sera memang tak di ragukan lagi, dan Angga begitu menyukainya apapun yang di masak oleh sang istri.
__ADS_1
" Emmm, apa bulanan kamu udah selesai, yank? "tanya Angga di sela-sela makanya. Sebenarnya tidak sopan bertanya hal semacam itu, namun karena hanya berdua dan Sera sudah terbiasa dengan hal itu selama bersama suaminya.
" Belum, lagian baru beberapa hari kan? sabar lah! "jawab Sera. Dan Angga mendesah sedikit kecewa seminggu ibarat 7 tahun baginya.
" Sebenarnya aku berharap bulan n ini dapat garis dua, mas! tapi... "
Sera menunduk sedih sambil mengunyah makannya pelan. Angga menghentikan makannya lalu memandangi Sera.
" Sabar ya sayang, aku juga berharap demikian. Tapi Allah punya rencana lain, dan rencananya pasti jauh lebih indah... sabar ya! "
Angga mengelus kepala Sera lembut, menghibur istrinya agar tak lagi sedih.
" Lagi pernikahan kita masih seumur jagung, aku selalu menikmati saat berdua seperti ini. Mau ada ataupun tidak ada, aku akan tetep mencintai kamu seumur hidup aku! "tambah nya lagi dengan nada serius. Sera menoleh.
" Tapi.... "
Angga menggeleng pelan, lalu membawa Sera kedalam pelukannya."Aku akan selalu mencintai kamu, anak adalah bonus dari cinta kita, kalau misalnya di beri amanah ya kita akan menjaganya dengan senang hati, tapi jika Allah memiliki rencana lain? semuanya akan sama! tak pernah berubah sedikit pun, cintaku tetep sama dari dulu, sekarang dan selamanya! "
Sera membenamkan wajahnya di dada yang bidang itu, ia menangis kecil di sana. Ada perasaan senang karena suami selalu pengertian Pada dirinya. Namun, ada juga perasaan takut serta was-was. Bagaimana jika dirinya tidak bisa memiliki anak? apa Angga masih akan mencintainya seperti apa yang di ucapkan olehnya? bukan ragu, namun hati bisa saja berubah. Dan jika itu terjadi apa yang harus ia lakukan saat itu?
"Kita makan lagi ya, aku gak mau kamu menjadi kurus. Nanti papah mertuaku yang gak ada akhlaknya
__ADS_1
itu mengamuk!"Angga mengajak Sera kembali makan, ia mengerti perasaan Sera saat ini. Dan Angga akan selalu serius dengan ucapannya.