
"Mas, udah deh. Ayo masuk," ajak Sera menyudahi kegiatan Angga.
"Tapi aku mau lagi, sarapan bibir kamu lebih membuat aku kenyang tau! manis, dan aku sangat suka, "ujarnya tak mau melepaskan.
" Dasar mesum, pikiran kamu itu ya, benar-benar minta di cuci otak nya, tau gak! Udah deh jangan bikin ulah, nanti di liat orang."sebel Sera berusaha melepaskan diri." mandi, sana!"
"Temenin, "rengek Angga benar-benar manja.
" Dasar, bayi tua! "
Angga tersenyum bersorak senang, ia merangkul istrinya lalu berjalan beriringan memasuki rumah dan melangkah menaiki anak tangga tak peduli ibu, anak dan menantunya menatap kearahnya. Ia benar-benar menganggap jika mereka semua makhluk tak kasat mata seolah tak ada di sana.
"Anak itu, benar-benar ya. Kalau sudah ada mainan baru aja, yang lama di lupakan, ck dasar. "celetuk ibu Endang geleng-geleng kepala.
Leo hanya diam menatap punggung keduanya yang sedang berjalan saling merangkul itu menaiki anak tangga hingga menghilang dari pandangannya.
Keyra menghela memperhatikan suaminya," Le, kamu mau sarapan sekarang atau mau tunggu papah sama Sera? "Keyra bertanya.
" Sekarang aja, buat apa nungguin mereka? Mereka gak akan turun dengan waktu cepat,"jawabnya dengan nada kesal.
Leo engan makan satu meja barengan dengan kedua orangtuanya. Bukannya apa-apa, hanya saja harus menguatkan iman dan hati serta pikiran. Bagaimana tidak, pasangan pengantin baru itu selalu saja memamerkan kemesraan mereka berdua di mana pun mereka berada tak peduli ada atau tiada orang di sekitarnya.
Sehingga hati membuat ser-seran, dan pikiran menjadi haredang kemana-mana melihatnya. Dan begitu pun juga dengan iman, menjadi tidak kuat menyebabkan jiwanya meronta-ronta menjadi kepengen juga.
Keyra hanya tersenyum paksa, lalu ia menyiapkan sepiring nasi goreng dan telur ceplok di atasnya dan memberikan pada Leo.
"Kok masih panggil Sera? mamah dong, bagaimana pun juga sekarang dia sudah menikah sama Angga." ujar ibu Endang.
Keyra pun mengangguk mengerti. Benar, apa yang di ucapkan oleh eyang Endang. Bagaimana pun juga Sera sudah lebih tinggi derajatnya dari pada dirinya yang lebih tua setahun dari Sera. Dan masuk akal kalau ia harus memanggil sahabatnya itu dengan sebutan mamah, mengingat Sera sudah sah menjadi istri dari papah mertuanya. Walaupun terasa aneh dan canggung, mau tak mau ia tetep memanggil dengan sebutan mamah kepada Sera sampai ia tak ada lagi hubungan dengan keluarga suami nya tersebut.
"Dan kamu juga, Leo! "lanjut ibu Endang.
__ADS_1
Leo tak menjawab, ia hanya diam sambil memakan makanannya dalam diam dengan pikirannya. Keyra pun demikian hingga keheningan tercipta di meja makan tersebut dan hanya terdengar suara bunyi sendok yang sedang beradu dengan piring saja.
Sementara itu, di dalam kamar Angga. Sera tengah merajuk memanyunkan bibirnya sebal.
"Katanya tadi minta temeni mandi, tapi gak gini juga kali? ini mah bukan temani mandi namanya, tapi mandi bareng! "rajuk Sera menggerutu.
Saat ini, kedua pasangan suami istri itu sedang berada di dalam kamar mandi. Berendam bersama di dalam bathtub. Di dalam air hangat-hangat kuku yang sudah tidak memakai pakaian lagi di dalam sana.
Sera tak ada henti -hentinya mengoceh, sudah jelas ia sudah mandi, dan sekarang ia mandi lagi atas paksaan dari sang suami yang mengangkat tubuhnya masuk kedalam bathtub beserta baju-bajunya. Setelah semuanya basah kuyup, Angga dengan santai membuka baju Sera satu persatu dengan alasan takut masuk angin dengan tampang nya yang tak berdosa.
"Udah deh, lagian udah suami istri ini."jawabnya santai.
"Huuuuh, bawa -bawa setatus lagi."gumam Sera sewot, "tapi tangannya jangan kemana-mana dong? "bentaknya.
Angga hanya tertawa renyah, saat ini Sera sedang berada di atas pangkuan Angga membelakangi dirinya sehingga lelaki itu dapat memeluknya dari belakang dan mengambil kesempatan untuk menggerepek kesana-kemari dengan leluasa.
" Sayang, apa kamu tidak merasakan sesuatu? "bisik Angga dengan suara setengah parau.
Deg...
Angga pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Angga mengangkat tubuh Sera sedikit, lalu mendudukkan nya kembali hingga benda yang berdiri tegak nan kokoh itu masuk kedalam sebuah gua yang masih terasa sempit tersebut. Dan keduanya kembali melakukan olahraga di pagi hari dengan seribu bermacam -macam gaya yang di lakukan oleh Angga. Mencoba ke sana kemari di dalam kamar mandi, menciptakan suasana berbeda dengan momen tersebut. Hingga satu jam lamanya mereka di dalam, dengan suara menggema tanpa ada gangguan sama sekali.
Suasana di rumah sudah terlihat sepi, Leo sudah berangkat ke kantor. Dan keyra berada di dalam kamar, sedangkan ibu Endang dan Bu Inem pergi ke supermarket. Kedua pasangan suami istri itu baru keluar dari kamar dengan Angga yang sudah rapih dengan pakaian ala dokternya.
Keduanya menuruni tangga bergandengan tangan berjalan kini menuju meja makan.
"Ini mah bukan sarapan lagi namanya, tapi udah makan siang. "keluh Sera mengingat hari sudah hampir jam 10 menjelang siang.
" Ya gak apa-apa lah, yang penting perut terisi. "jawab Angga santai.
Sera mengerucutkan bibir nya tak mampu berkata apa-apa lagi, ia pun menyiapkan makan suaminya dan dirinya. Dan kini keduanya sama-sama makan bersama dengan sarapan yang sudah terasa dingin namun masih enak untuk dinikmati.
__ADS_1
" Aku berangkat dulu ya, "Angga mengecup kening Sera yang sudah berada di depan pintu bersiap hendak berangkat.
" Iya, mas. Kamu hati -hati di jalan ya, "Sera mencium tangan Angga.
" Iya sayang, nanti berangkat kuliah aku yang anter ya, "pinta Angga.
" Emang kamu gak kerja? "
" Ya kerjalah. "
" Terus, emangnya gak sibuk? "tanya Sera lagi.
" Ya sibuk juga. "
" Lah kalau sibuk, terus gimana kamu mu anterin aku? terus kerjaan kamu gimana. "ujar Sera.
" Ah, itu mah gampang. Kan ada Bobby ini yang menggantikan ku sementara, "jawab Angga enteng.
" Hah, jadi kamu manfaatin papah? "selidik Sera.
" Ya nggak lah, mana berani sekarang. Cuma minta tolong aja, "saut nya sembari terkekeh.
" Ada- ada aja kamu, yaudah nanti aku kabarin kalau kalau mau berangkat. Tapi kalau beneran gak bisa jangan di paksa loh, aku masih bisa naik taksi ke kampus. "kata Sera mengingatkan.
" Iya sayangku, cintaku. Duh gemes banget sih. Rasanya gak rela mau berangkat kerja."Angga memeluk Sera kembali rasa tak ingin terpisah.
" Udah deh, jangan mulai lagi. Kerja sana cari uang yang banyak."
"Huuuuf, andai aku anak orang kaya. Gak akan kerja deh sekarang ini, mending kelonan aja di kamar, tanpa harus pisah karena waktu dan kerjaan. "keluhnya lirih membenamkan wajah di pundak Sera.
" Hadew, nie om-om tua. Bener -benar dah. ".
__ADS_1
*******
Ramaikan lagi like dan komennya yuk, biar semangat buat up 2x 😁😁😁😁🙏🙏