Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, sapu tangan


__ADS_3

Operasi mata biasanya tidak membutuhkan rawat inap. Istilahnya, sehari jadi. Waktu yang dibutuhkan untuk operasi mata dengan metode fakoemulsifikasi terhitung pendek, yakni 15 hingga 20 menit.


Operasi mata tidak menyebabkan rasa sakit. Setelah operasi selesai dalam hitungan menit, mata akan ditutup dan pasien akan dibiarkan istirahat sembari diawasi oleh tim medis yang berjaga-jaga seandainya terjadi suatu masalah.


Dan hari ini, tim medis akan membuka perban pada mata Adam. Keluarga sudah berkumpul di sana untuk melihat dengan perasaan was-was takut-takut kalau terjadi penolakan dari mata baru Adam.


"Anda sudah siap, Adam?" tanya dokter tersebut sebelum membuka perban.


Adam menarik nafasnya. "Siap Dok," jawabnya tegas.


Keyra tersenyum mendengarnya, ia sangat berharap anaknya bisa melihat dunia kembali dengan mata barunya.


"Bismillah." Dokter Fadil merobek perban dengan gunting perlahan. Lalu membukanya perlahan juga hingga nampak kedua mata Adam yang masi terpejam.


"Coba perlahan di buka kelopaknya," ucap dokter mengarahkan.


Adam mengangguk. Dengan sangat hati-hati dan perlahan ia membuka kelopak matanya. Terlihat buram, ia melihat sekeliling ruangan dan orang-orang berdiri di sana lalu ia kedipan kan kelopaknya perlahan.


"Bagaimana? Apa kamu bisa melihat dengan jelas?" tanya dokter Fadil.


Adam menatap arahnya sembari tersenyum. Yang tadi saat membuka mata memang penglihatannya sangat buram. Tetapi, lama-kelamaan menjadi jernih seperti sedia kala.


"Iya Dok, saya bisa melihat dengan jelas," ucapnya tersenyum nampak senang.


"Alhamdulillah," jawab dokter Fadil. Ia pun memeriksa sebantar kedua mata Adam dengan alatnya yang seperti senter kecil tersebut.


"Alhamdulillah Ya Allah." Keyra langsung menangis bahagia dalam pelukan suaminya. Begitu juga dengan Sera mau pun Sherly yang turut bahagia dalam tangisan mereka.


"Apapun nantinya yang kamu rasakan jangan pernah di tutup-tutupi ya. Supaya kami bisa langsung memberikan perawatan lebih lanjut," ucap dokter Fadil.


"Baik Dok," jawab Adam patuh.

__ADS_1


"Emang biasanya gejalanya seperti apa Dok?" sela Keyra bertanya. Ia harus merawat putranya selama pemulihan, jadi ia juga berhak tau.


Seperti rasa gatal atau tidak nyaman juga dapat terjadi. Karena, mata yang dioperasi sedang dalam proses pemulihan dan penyesuaian. Jadi, sangat di sarankan untuk tidak mengucek mata karena itu bisa menyebabkan infeksi," jelas dokter Fadil.


Ada banyak pula larangan yang harus di patuhi oleh Adam. Seperti tidak boleh mengemudi, membungkukkan badan. Bersin, batuk dan muntah jika bisa. Melakukan aktivitas berat, berenang dan lain sebagainya. Keyra mengangguk setelah mencatat apa saja yang tidak boleh di lakukan oleh putranya selama masa pemulihan. Dan itu berlangsung cukup lama hingga 8 Minggu.


Dokter Fadil juga tak lupa memberikan obat tetes mata dan obat lainnya karena ini merupakan pengobatan penting untuk periode pemulihan mata. Tips-tips berikut ini gunanya untuk mencegah komplikasi maupun efek samping yang dapat terjadi, serta meningkatkan kualitas pemulihan mata yang dioperasi:


"Terima kasih banyak Dok," ucap Leo sambil bersalaman.


"Sama-sama Pak. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya," ucapnya. Leo dan Keyra mengangguk mengerti.


Angga mengantar dokter Fadil keluar dari ruangan. Dan Keyra duduk di samping anaknya sambil tersenyum senang merasa bersyukur.


"Maafkan Adam ya Mah. Adam udah membuat Mamah sedih dan khawatir," ucap Adam merasa bersalah karena sudah membuat wanita yang sudah mengandung dan melahirkan dirinya sedih.


Keyra menggeleng, ia mengelus wajah anaknya lembut.


"Ssstttt, ini bukan salah Mamah. Jangan menyalakan diri sendiri lagi ya, lihatlah sekarang.. Allah masih sayang sama Adam, dan semua itu berkat doa Mamah," ucap Adam menyakinkan Keyra jika semuanya ini hanya takdir.


Polisi juga sudah memberitahu jika kecelakaan tersebut murni. Tidak ada kejantanan yang di sengaja. Adam juga sudah mengakui jika saat itu ia memang sangat mengantuk saat mengemudi dan menyebabkan kecelakaan terjadi.


Wajar saja mengantuk, lelaki itu tidak tidur malamnya karena menyelesaikan tugas kuliah. Dan pagi-pagi sekali harus mengantar kedua orangtuanya ke bandara. Dan itu memang kelalaian dirinya sendiri, sebeb itulah Adam tidak ada reaksi apa-apa saat mengetahui jika dirinya mengalami kebutaan.


"Ya udah sekarang istirahat gih," perintah Keyra.


"Lagi?" komentar Adam hendak protes.


"Hey, jangan ngebantah deh. Ingat gak apa yang di ucapin dokter tadi? Harus banyak istirahat dan tidak melakukan aktivitas berat. Paham," ujar Sherly. Adam pun mendesah pasrah.


"Dan inget, jangan sampai batuk, bersin atau muntah. Entar bola.mata kamu copot loh dari kelopaknya," sela Alya ngeledek abang nya.

__ADS_1


"Huuus mulutnya itu loh. Minta di tabok," omel Keyra.


"Mantep toh, syukurin," balas Adam mengejek. Aliya pun cemberut.


"Yang donorin kornea mata Adam siapa Mas?" tanya Sherly pada Alex.


"Entahlah, kalau gak salah namanya Ayu Maharani. Usianya juga sudah tua," jawab Alex.


"Apa orangnya meninggal?" tanya Sherly lagi. Dan Alex mengangguk.


"Ow, kasihan juga ya."


"Hem, nanti abang sama Kakak kayaknya mau ke rumah almarhum deh untuk belasungkawa gitu sama keluarganya yang di tinggalkan,bsekalian mau ngucapin terima kasih juga sama mereka," ucap Alex. Sherly pun manggut-manggut.


"Aku sih pengen ikut, tapi nanti sore aku mau ke rumah sahabat aku. Nenek meninggal beberapa hari yang lalu. Tapi anehnya nama pendonor mata sama naman neneknya sahabat aku sama loh Mas. Betulan banget gak sih?" tanya Sherly. Alex menaikkan kedua bahunya lalu merangkul pinggang istrinya.


******


Adam sedangkan duduk termenung sambil memandangi luar jendela. Sang suster datang menghampiri.


"Mas, ini sapu tangan yang Mas pegang sewaktu kecelakaan tempo hari. Saya mencucinya karena banyak bercak darah," ujar suster Ina memberikan sebuah sapu tangan pada Adam.


Kening Adam mengerut. " Ini ....". Adam mengingat saat kejadian itu di mana ada seseorang wanita yang menolong dirinya.


Seketika Adam berpengan ke sembarang arah saat ini. Tangannya tak sengaja menarik sesuatu dan terus ia pegang sampai tiba di rumah sakit. Padahal sudah tidak sadarkan diri saat di perjalanan. Tetapi benda itu ternyata masih dalam genggamannya.


"Terima kasih banyak Sus. Dengan ini saya bisa mencari tahu siapa wanita yang sudah menyelamatkan saya," ucap Adam merasa senang sambil melihat sapu tangan berwarna merah muda yang ada tulisan Beby Girl tersebut.


"Iya Mas, sama-sama. Saya berpikir nantinya di cari, sebab itulah saya mencuci dan menyimpannya," ujar sang suster. Lalu ia berpamitan meninggalkan Adam.


Adam kembali memandangi sapu tangan tersebut. " Semoga aku bisa menemukan mu, karena dirimu lah aku masih hidup. Aku berhutang nyawa padamu."

__ADS_1


__ADS_2