
Malam hari nya, Alex duduk gelisah setelah makan malam. Dalam pikirannya terus berpikir bagiamana caranya agar dapat membujuk istrinya itu agar si Ucok dapat di beri jatah malam ini. Karena ia sudah menemukan caranya supaya bisa kuat dan tahan lama.
Flashback saat masih di rumah Bagas.
"Pah, Alex mau minta resep dong?" ujar Alex ragu dengan suara kecil.
"Resep apa?" tanya Bagas santai.
"Hem ...." Alex melihat kiri kanan lalu mendekati telinga Bagas untuk berbisik." Resep agar kuat dan tahan lama."
Bagas menatap anaknya serius sambil alis terangkat sebelah.
"Kuat dan tahan lama maksud ...."
"Ya Papah pasti mengerti lah, Papah kan udah pengalaman puluhan tahun tuh. Tau dong caranya agar kuat dan tahan lama? Biar gak loyo dan gak cuma itungan menit doang udah langsung cetak gol!'
" Memangnya ada cuma itungan menit doang udah langsung gol?" tanya Bagas.
"Ada," jawab Alex singkat.
"Siapa?" Selidik Bagas.
"Ah, Papah gak perlu tau siapa. Yang pasti dia itu loyo banget, payah. Kurang dari 3 menit doang udah langsung cetak gol, mana puas kan?" ucap Alex.
Bagas pun langsung tertawa seraya mengejek.
"Jangan-jangan Sutejo kamu ya yang main hanya itungan menit doang?" tebak Bagas.
"Sutejo? Siapa itu?" tanya Alex.
"Sutejo piliharan kamu bodoh, siapa lagi?" ucapnya sambil menoyor kepala anaknya.
"CK, sejak kapan si Ucok ganti nama? Jangan seenaknya ganti nama peliharaan orang dong Pah. Alex aja belum sukuran atas nama punya dia, udah main ganti aja." Alex tak terima si Ucok di ganti nama oleh papahnya.
"Si Ucok? Hahahaha, namanya jamet bangat gitu. Mendingan Sutejo, lebih modern," ujar Bagas menghina.
"Suka-suka Alex lah Pah, terus intinya gimana? Punya resepnya kan?"
"CK, Si Ucrit itu bikin malu generasi lelaki saja."
"Ucok Pah, bukan Ucrit," protes Alex.
"Suka-suka lah, mulut-mulut Papah. Mau Ucirt, mau Ucrot terserah dong," ucap Bagas tak mau kalah. Alex hanya memutar bola matanya malas saja, gak guna debat soal nama. Dirinya gak akan pernah menang.
"Lagian kok bisa cuma 3 menit udah langsung cetak gol. Mending mudur aja deh jadi laki-laki, bikin malu kaum para lelaki aja lo," ejek sang papah.
"Terus Alex jadi apa kalau mundur sebagai laki-laki? Bencong begitu? Ogah bangat, mending 3 menit deh dari pada mundur sebagai laki-laki?" ketus Alex tak suka. Bagas pun langsung tertawa.
"Lagian bikin malu saja, payah bangat. Kalau terus begitu mah di jamin, Sherly pasti mencari Ucrot-Ucrot yang lain," ejek Bagas menakut-nakuti.
"Terus intinya gimana? apa solusinya, sarannya bagaimana supaya bisa kuat dan tahan lama? Alex minta resepnya, agar Papah bisa ngasih solusinya, bukan malah mengejek, mending Alex gak usah tanya tadi kalau jawabannya hanya mengejek. Seharusnya sesama lelaki saling mengerti kalau anaknya sedang curhat dengan masalahnya, ini mah apa? Dapat solusinya kagak, dapet ejekan iye, bikin kesel aja," oceh Alex ngedumel kesal pada papahnya itu.
Bagas hanya menghembuskan nafasnya. Ia pun bangkit dari duduknya." Tunggu sebentar." Bagas berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Alex hanya duduk menunggu.
Beberapa saat kemudian ....
__ADS_1
"Nie, kalau kamu minum ini. Di jamin, pasti tahan lama sampai semalaman." Bagas memberikan beberapa jamu kuat pada Alex.
"Yakin aman gak nie? Ntar ada efek sampingnya lagi?" Sangsi Alex.
"Lo pikir selama ini Papah pake apa? Ya pake jamu ini lah, makanya Painem kepelek-klepek sama Paijo," ujar Bagas menyombong.
"CK, pantesan aja nama si Ucok di panggil Sutejo, ternyata nama miliknya aja Paijo, lebih jamet," batin Alex berkomentar.
"Gimana? Mau kadak nie?"
"Boleh deh, Alex coba satu aja dulu ya. Kalau misalnya manjur nanti Alex minta lagi."
"Enak aja minta, beli woy. Jangan kayak orang susah deh, mana sini bayar. 100 RB satu bungkusnya," ucap Bagas enteng.
"Gila, ini mah pemerasan namanya. Jualan ilegal," protes Alex.
" Mau kadak Lo? Kalua gak mau ya udah, gue cuma nawarin aja." Bagas pun mengambil jamu kuat itu kembali dari tangan Alex.
"Eh tunggu, iya deh bayar." Alex mengambil duit dari dompetnya, lalu ia kasihkan ke Bagas dengan kesel." Dasar mata duitan."
"Ini namanya berbisnis bro," jawab Bagas dengan senyum liciknya. Alex pun hanya berdecih.
"Tapi aman ya, awas aja kalau gak ampuh."
" Kalau gak ampuh boleh balikin barang nya, tapi duitnya gak balik ye" jawab Bagas santai.
"CK, nanti malam Alex coba
Mudah-mudahan manjur, biar Sherly merasa puas. Takut juga kalau dia mencari Ucok-Ucok lain di luar sana," ucap Alex.
Alex hanya bungkam, mana ia tau jika akan begini. Si Ucok kagak kasih tau, coba kalau kasih tau. Pasti ia mau olahraga.
"Ya udah Alex ke kantor dulu ya, nanti malam mau mencoba. Doain aja moga berhasil."
"Bukannya nanti malam si Baba mau di gembok?" ucap Bagas kembali mengejek, lalu ia tertawa puas. Sedangkan Alex hanya memasang wajah kesal pada papah nya yang gak ada akhlak itu.
Flashback off.
Alex ke dapur, tanpa pikir panjang lagi ia langsung membuat resep jamu dari papahnya itu yang di campur dengan telur ayam kampung yang mentah tapi hanya di ambil kuningnya saja. Lalu di campur di aduk-aduk bersama jamu tersebut yang sudah di sedu dengan air hangat.
Takut akan pahit, Alex pun menambahkan madu ke dalamnya, kemudian ia langsung meminumnya hingga habis.
Dan benar saja dalam hitungan menit, ternyata jamu itu ampuh, si Ucok mulai bereaksi. Perlahan ia mulai bangun hingga berdiri kokoh di balik celana bokser itu. Alex yang merasakannya pun langsung meloncat girang. Ia yakin jika melihat si Ucok sudah bangun dengan kokoh pasti si Baba terpesona lalu meminta belaian kasih dari si Ucok.
Dengan semangat dan penuh percaya diri Alex masuk ke kamar lalu menghampiri istrinya yang sedang membaca buku duduk bersandar di sisi kasur. Perlahan Alex naik.
"Sayang," panggilnya pelan.
" Hem," jawab Sherly malas.
" Masih marah?" tanya Alex sambil mencolek pipi istrinya.
"Dah tau ngapain tanya?" ketus Sherly.
"Duh galak bangat sih istriku ini, ntar cantiknya ilang loh. Maaf ya aku gak sengaja, suer deh." rayu Alex.
__ADS_1
"Gak sengaja, gak sengaja. Ada banyak begitu bilang gak sengaja? Nyebelin banget sih," kesel Sherly.
" Heheheh, abisnya kamu gemesin banget sih. Gak tahan aku kalau gak gigit kamu. Dan juga, biar orang-orang pada tau kalau kamu itu sudah ada yang punya," ucapnya.
" Iya tapi kan malu Mas, aku nya yang malau tau gak sih. Mana di depan mamah, papah pula," cemberut Sherly kesal. Alex pun terkekeh lalu memeluk istrinya.
"Sayang, sayang liat deh." Alex meminta Sherly melihat yang ia tunjuk." Si Ucok bangun, liat deh. Dia udah keras bangat, di jamin bakalan kuat dan tahan lama."
Sherly melihat arah balik celana bokser suaminya. Dan benar saja, ada suatu benjolan di sana. Sherly pun menelan ludahnya lalu membuang pandangannya matanya ke arah lain agar tak tergoda.
"Sayang, main yuk!" Bujuk Alex manja.
"Maaf ya aku gak bisa," ucap Sherly.
"Kenapa? Emangnya kamu gak kepengen ya liat si Ucok udah besar dan berdiri kokoh begini?" tanya Alex.
"Bukan begitu, tapi aku benaran gak bisa."
"Kenapa? Atau jangan-jangan si Baba udah kamu gembok?" Selidik Alex.
"Di gembok pake apaan coba? Ada-ada aja kamu Mas."
"Ya abisnya kenapa kamu gak mau? Nolak ajakan suami itu dosa loh. Di laknat Allah mau kamu," ujar Alex.
"Tau Mas, tapi aku benaran gak bisa. Aku lagi kedatangan tamu," ucap Sherly.
"Tamu siapa? Apa dia jauh lebih penting daripada ajakan suami? Lagian ini sudah malam, bisa-bisanya ada tamu yang mau datang, apa dia seorang laki-laki?" Curiga Alex mulai kesal.
"Kau ini ngomong apaan sih Mas? Ngaco bangat deh. Bukan tamu orang loh, tapi mens, tau mens gak? Menstruasi! Ngerti gak? Kalau gak ngerti juga, haid! Paham kamu haid, datang bulan. Masih gak paham lagi, mati aja sekalian," kesel Sherly. Alex pun garuk-garuk kepalanya malu sendiri.
"Hehehehe sensi amat sayang, kan aku cuma bercanda doang. Tapi sejak kapan?" ucap Alex.
"Tadi sore," jawab Sherly singkat.
"Yah, terus gimana nasib si Ucok? Mana udah bangun begini. Kalau gitu usah minum jamu duluan tadi. Kan sia-sia jadinya, terus gimana dong? Tahan semalaman ini?" ucap Alex.
" Ya mana ku tau, lagian siapa suruh gak tanya dulu? Lagian entah dapat dari mana pula kamu jamu itu?"
"Beli sama papah, terus gimana nie? Tersiksa banget tauk. Bantu tidurin ya," pinta Alex.
"Aduh Mas, aku kalau lagi dapat gini bawaannya males banget mau ngapa-ngapain tau gak, udah PW ini (PW, posisi weanak.)"
"Mending kamu pergi ke Indomaret aja, beliin aku pembalut yang bersayap. Udah risih bangat ini pengen ganti, aku lupa bawa stoknya nya di rumah. Untung ada satu di dalam tas tadi yang bisa aku pake, sana cepatan beliin."
"What ... jangan gila dong, masa keluar dengan keadaan begini? Yang benar aja," protes Alex.
"Oh, kamu gak mau?"
"M-mau sih, tapi gimana pake celananya. Gak muat kalau si Ucok nya lagi berdiri begini," jelas Alex melas.
"Pakai aja kain sarung, gitu aja kok repot," ucap Sherly enteng.
Whaaaaaat ....
"Sayang, yang bener aja. Makin menonjol lah." Protes Alex.
__ADS_1
"Ya kamu tinggal angkat aja bagian itu nya, kalau orang tanya kenapa? Jawab aja habis di sunat lagi, gampang kan? Jangan banyak alesan deh, bilang aja kalau kamu gak mau pergi beliin." Sherly ngomong sendiri. Sedangkan Alex sudah kejang-kejang di bawah sana.