
Pagi-pagi buta Sera telah bangun dari tidur nyenyak nya. Ia langsung mandi dan setelah itu keluar dari kamar dan menuju kearah dapur.
"Pagi, Bu Imen, "sapa Sera, menyapa ibu yabg bernama Inem ART rumah mertuanya yang sudah lama berkerja di sana menemani ibu Endang dalam kesehari-harianya.
" Selamat pagi juga mbak Sera, loh kok sudah bangun? "
" Hehehe, mau bikinin sarapan Bu,"jawabnya malu-malu.
Bu Inem tersenyum, "istri idaman banget." puji nya, membuat Sera ingin melayang tinggi.
"Ah, si ibu bisa aja. Sera jadi malu.. "ucapnya seraya tersenyum malu," nanti ibu kerjakan yang lain aja ya, biar Sera aja yang bikin sarapan. "
" Nggak apa nie ibu tinggal? "tanya nya kurang yakin.
" Iya, bu. Nggak apa apa tinggal aja, lagi pula Sera udah biasa kok bikin sarapan di rumah."jawabannya yakin.
"Wah, mbak Sera gak hanya cantik ya. Tapi juga pinter masak, gak salah mas Angga sangat cinta sama mbak Sera, "ujarnya kagum.
BLUUUUUS....
Pipi Sera memerah malu, namun hatinya senang karena di sanjung.
Bu Inem meninggalkan Sera dan mengerjakan pekerjaan lainnya, dan sera membuka kulkas laku melihat apa yang hendak ia masak untuk pagi ini.
" Sera... "dan ternyata bukan hanya Sera yabg bangun awal, melainkan Keyra pun juga bangun dan langsung menuju dapur.
" Hay, pagi... "balas nya sambil mengeluarkan sayuran dan telur dalam kulkas.
" Kamu mau masak apa? boleh aku bantu?"ucap Keyra menawarkan diri.
"Tentu saja, kenapa nggak? rencananya sih mau masak nasi goreng sama telur, tapi kalau mau tambah menu kain boleh deh."jawabannya ringan sembari tersenyum.
Keyra dan Sera masak bersama, keduanya kembali akrab sama seperti dulu, dimana mereka sering masak bareng kalau salah satu dari mereka ada yang menginap.
"Perut kamu gak apa-apa? biasanya kan kalau orang hamil muda itu sering muntah-muntah?"Sera bertanya melihat sahabat sekaligus menantunya itu seolah baik-baik saja.
"Alhamdulillah, baby di dalam perut pinter. Ada sih muntah-muntah, tapi gak sering paking kalau saat mencium aroma yang gak sedap, pasti deh berasa mual gitu,"jawab Keyra.
Keduanya berbincang -bincang sambil tangan terus memasak, kadang sesekali bercanda, kadang pula serius. Dan tanpa di sadari seseorang memperhatikan keduanya dengan senyuman senang.
__ADS_1
"Selamat pagi, wah wangi banget. Lagi pada masak apa nie?" dan ternyata ibu Endang yabg sedari tadi berdiri tegak di tembok yabg memperhatikan keduanya.
"Eh, ibu. selamat pagi,"balas Sera.
"Pagi, eyang,"balas Keyra.
"Kalian berdua ini, baru aja semalam tinggal di sini tapi udah repot -repot bikin sarapan. Kan sudah ada ibu Inem yang bisa bikinin, kalian berdua jangan terlalu capek! "omelnya, menasihati.
" Nggak apa apa kok, bu. Lagian juga kita udah sering masak... iya 'kan Key? "
" Betul eyang, jadi kata gak ngerasa repot kok. Malah seneng, "imbuh Keyra menjawab.
Ibu Endang tersenyum senang, kedua menantunya baik dan rajin. Ia merasa bahagia anak dan cucunya tidak salah memilih istri.
" Sayang... sayang, kamu di mana? "
Ibu Endang memutar bola matanya malas, siapa lagi yang berteriak -teriak seperti kebakaran jenggot kalau bukan anaknya. Padahal istrinya itu tak pergi jauh-jauh namun seakan sudah seperti di tinggal pergi ke luar Negeri.
" Istri kamu gak ilang, Angga. Gak usah teriak -teriak begitu, ini bukan hutan?"balas ibu Endang berteriak menjawab panggilan anaknya.
Angga pun menghampiri arah dapur.
" Aku hanya pergi ke dapur loh mas, gak kemana mana? gak usah lebay deh, "jawab Sera mencoba melepaskan pelukan Angga.
" Kenapa kamu gak bangunin aku? "Rajuk nya.
" Kamu nya aja yang tidur dah kayak orang mati, di bangunin berkali-kali tapi gak ada respon, yaudah tinggal. "
" Heheheh, gitu ya. Abisnya aku lelah banget sih, 'kan kamu yang udah bikin aku lelah semalam gak tidur gara gara olahraga terus..."
"Mas, apaan sih. "Sera mencubit perut suaminya, kesel karena tak menjaga ucapannya sama sekali, apa lagi di sana bukan hanya ada dirinya saja melainkan ada menantu dan mertuanya seolah mereka tak mendengar dan melihat apa-apa.
" Hehehe, sory -sory keceplosan. "jawabannya enteng sambil menyengir.
" Dah sana pergi deh, aku mau lanjut masak."usir Sera, dan ia memperhatikan baju yang di kenakan oleh suaminya. "kamu mau kemana?"
Angga melihat arah baju dan celananya. "oh, aku mau joging sebentar, mau ikut?"
"Nggak ah, lagian aku udah mandi dan masakanku masih belum usai, kamu sendiri aja."
__ADS_1
"Oke sayangku, kalau begitu aku pamit dulu ya. "
Angga pamit, lalu mengecup kening istrinya, kemudian turun mengecup kedua pipinya, lalu turun lagi mengecup di bagian bibir dan ********** sekilas.
" Ehem -ehem... anggap aja kami ini makhluk tak kasat mata,"sindir sang ibu seolah merasa terabaikan keberadaannya.
"Ehem- ehem .."balas Angga menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal salah tingkah.
Sementara Sera sudah ingin menyembunyikan kepalanya di sebuah lubang, sangking malunya.
"Dasar om-om tua mesum, ini salah mu, "batin Sera kesal menatap sinis suaminya.
" Heheheh, khilaf... "bisik nya seraya tanpa dosa.
" Dah sayang, dah ibu.. emmm, dah menantu."
Sera pun menjadi tertawa merasa lucu suaminya menyebut Keyra menantu, lucu menurutnya, sedangkan Keyra hanya tersenyum saja menanggapi nya.
Sera dan Keyra kembali melanjutkan masakan mereka, dan ibu Endang membantu sebagian saja. Setelah usai, dan sarapan sudah terhidang di meja makan, Keyra kembali masuk kedalam kamar untuk membangunkan suaminya yang masih terlelap dari tidur.
Sera duduk di teras depan, ia membaca koran dan sekaligus menunggu suaminya pulang dari joging di pagi hari.
"Sayang. "
Sera tersenyum menyambut kedatangan suaminya, lelaki itu menutup pintu gerbang dan berjalan kearahnya.
" Waaaah, suamiku keren banget, otot- ototnya terlihat seksi, apa lagi pas berkeringat begitu... "Sera terpana melihat kegagahan suaminya.
" Hey, ngeliatin apa sih? "Angga menyadarkan lamunan Sera yang sedang menatap dirinya.
" Kamu keren banget, liat nie otot di perut kamu benar -benar gemes."ucap Sera kagum meraba-raba roti sobek itu.
"Tentu dong, dan ini hanya aku persembahan kan untuk mu seorang. "bisik nya menggoda.
" Apaan sih."Sera malu tapi mau, "mau langsung sarapan atau mandi dulu?" Sera langsung mengalihkan pembicaraan.
"Maunya sarapan kamu dulu deh. "Angga merangkul pinggang Sera kemudian menciumnya mesrah, di depan pintu.
Dan tanpa sadar ternyata ada yang melihat aksi keduanya yang sedang bermesraan tak kenal tempat itu.
__ADS_1
" Hadew, pagi-pagi dah melihat begituan."gumam Leo, matanya ternodai, jiwa jomblo nya meronta. Walaupun secara agama dan negara telah resmi menikah, namun secara batin ia belum menyentuh sama sekali istrinya dari awal menikah hingga sekarang. Suami serasa jomblo.