Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 23


__ADS_3

Pagi ini cuaca terlihat mendung, sesekali gerimis membasahi bumi membuat siapa saja enggan untuk beraktifitas.


Setelah shalat subuh Raja kembali berbaring di atas tempat tidur. Dia juga tidak memiliki pekerjaan yang mendesak karena satu Minggu ini Raffa membebaskan mereka untuk tidak bekerja.


Raffa akan menangani urusan perusahaan bersama asisten pribadi kedua putranya.


Sementara itu Kania sudah bangun, dia kini berada di ruang olahraga yang tersedia di villa itu.


Kania bosan menunggui orang yang masih nyenyak dalam mimpi indahnya, dia memilih untuk berolahraga raga di ruang yang disediakan khusus untuk berolahraga.


Di dalam ruangan itu Kania tidak mengenakan hijabnya, dia hanya mengenakan pakaian senamnya, ruangan itu tertutup makanya Kania berani mengenakan pakaian yang seksi yang menampilkan lekuk indah tubuhnya.


Kania sudah biasa berolahraga setiap 3 kali dalam seminggu atau di saat dia merasa bosan dengan kegiatannya.


Kehidupan Kania yang serba ada dan serba mencukupi tidak membuat dirinya pusing memikirkan sarapan pagi setiap harinya, di villa itu terdapat 10 orang lebih bekerja di sana.


Apa pun yang diinginkannya, dia bisa meminta kepada pelayan yang ada di sana.


Meskipun Kania hidup dengan berbagai kemegahan dan kemewahan, hal itu tidak membuat dirinya menjadi sombong karena kedua orang tuanya mengajarkannya untuk tetap hidup sederhana.


Reza dan Lisa juga selalu mengajarkan putri-putrinya untuk bisa bersikap dan bergaul dengan akhlak yang baik di lingkungannya baik lingkungan rumah, maupun lingkungan sekolah.


Didikan Reza dan Lisa yang sama dengan didikan Nick dan Gita membuat Kanaya dan Kania bersahabat selama mereka kuliah di Jakarta di Universitas Islam Al-Azhar, yang mana Universitas itu merupakan almamater dari kedua orang tua mereka.


Pukul 09.00 Raja terbangun dari tidurnya, dia melihat sekeliling kamar. Dia tidak menemukan istrinya di dalam kamar itu.


Raja melihat jam yang ada di dinding kamar.


"Astaghfirullah, udah jam sembilan, pantesan saja aku ngerasa lapar," lirih Raja.


Raja bangkit dari posisinya, dia turun dari ranjang. Dia melangkah keluar kamar, dia ingin mencari Kania dan mengajak istrinya untuk sarapan.


Dia melangkah menuruni anak tangga dengan wajah bantalnya, dia mencari-cari Kania tanpa bertanya dengan siapa pun yang ditemuinya di dalam Villa itu.


"Ke mana gadis itu?" gumam Raja setelah mencari-cari Kania di dalam villa yang besar.


Raja sudah lelah mencari Kania di lantai satu, dia pun kembali ke lantai 2. Lagi-lagi dia berkeliling mencari sosok wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.


"Kania di mana, sih?" gumam Raja.

__ADS_1


Dia pun duduk di sebuah sofa yang ada di depan ruang olah raga.


Tak berapa lama seorang pelayan melintas di hadapannya. Pelayan itu terlihat tengah membawa nampan berisi segelas jus.


"Mbak," panggil Raja.


"Eh, Tuan. Iya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya si pelayan pada Raja.


"Mhm, maaf itu jus untuk siapa?" tanya Raja.


"Oh jus ini untuk Nona Kania, Tuan," jawab si pelayan.


"Tuan juga mau dibuatkan jus?" tanya Si pelayan.


Raja mengernyitkan dahinya, dia penasaran Kania berada di mana, sejak tadi dia sudah mencari Kania di setiap sudut villa tapi tidak menemukannya.


Kini tiba-tiba seorang pelayan datang ingin membawakan jus untuk istrinya itu.


"Memangnya Kania di mana?" tanya Raja pada sang pelayan.


"Oh, Nona Kania sedang berada di ruang olah raga, Tuan." Si pelayan itu menjawab pertanyaan dari Raja sambil menunjuk sebuah ruangan yang tertutup di hadapannya.


"Ini ruangan olah raga?" tanya Raja sambil menunjuk ke ruangan tersebut.


"Oh, ya sudah, biar aku saja yang membawa jus itu ke dalam ruang olah raga." Raja sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri karena dia sangat merasa lapar.


Dia pun menawarkan diri untuk membawakan minuman yang ada di nampan tersebut.


"Tapi, Tuan,--" si pelayan menggantung ucapannya.


"Eh, Tuan Raja adalah suami dari nona Kania, jadi tidak masalah kalau tuan raja masuk ke ruang olah raga tersebut," gumam si pelayan di dalam hati.


Awalnya si pelayan ragu memberikan jus tersebut kepada Raja, karena dia takut Nona Kania marah.


Masalahnya Nona Kania saat ini tengah menggunakan pakaian olahraga yang sangat seksi.


"Ada apa?" tanya raja pada si pelayan.


"Eh, tidak apa-apa, Tuan. Kalau tuan memang ingin membawa jus ini untuk Nona Kania tidak masalah," ujar si pelayan.

__ADS_1


Pelayan tersebut meletakkan gelas yang berisi jus tersebut di atas meja yang ada di hadapan Raja.


"Terima kasih, Tuan," lirih si pelayan.


"Saya permisi dulu, Tuan." si pelayan meninggalkan Raja setelah dia berpamitan pada tuan muda.


Raja mengangguk dan membiarkan si pelayan itu pergi begitu saja.


Setelah dia tidak lagi melihat si pelayan, Raja berdiri lalu dia pun mengambil nampan yang ada di atas meja.


Raja membawa nampan tersebut Lalu melangkah ke ruang olahraga yang ada di depannya.


Raja membuka pintu ruang olahraga tersebut, saat pintu itu terbuka dia dapat melihat sosok wanita yang sangat cantik dengan menggunakan pakaian terbuka.


Kostum yang dikenakan oleh Kania hanya tang top dan sebuah celana di bawah 3/4 dengan mode ketat, yang mana dengan pakaian itu, Raja dapat melihat lekuk tubuh istrinya yang sangat seksi.


Pinggulnya yang berisi dan padat bagaikan body gitar spanyol membuat Raja terdiam dan terpaku.


Dia sangat tertarik dengan apa yang kini ada di hadapannya. Otak mesumnya mulai berkelana memikirkan hal-hal negatif tentang dirinya.


"Ya Allah, bodynya benar-benar sempurna," gumam Raja di dalam hati.


"Astaghfirullah al'azhim." Raja beristighfar saat menyadari apa yang sudah dilakukannya adalah salah.


Meskipun dia sadar sudah melakukan kesalahan melihat tubuh indah sang istri, tapi matanya enggan untuk menyingkir dari makhluk Tuhan yang sangat sempurna itu.


Raja masih diam mematung dengan tangan yang berisi nampan, dia bingung harus berbuat apa.


Kania masih belum menyadari keberadaan sang suami di ruangan itu.


Dia masih asyik melakukan gerakan-gerakan senam ya menggunakan alat yang tersedia di ruangan itu.


"Bibi Neneng ke mana, sih. Sejak tadi aku minta di buatkan jus buah, tapi hingga sekarang belum datang juga," gumam Kania.


Kania pun sudah tidak sabar untuk meminum jus yang sudah dimintanya tadi, dia pun menghentikan gerakan-gerakannya.


Dia turun dari alat senamnya, dia melangkah menuju sofa yang ada di hadapannya mengambil ponsel miliknya.


Saat dia hendak duduk di sofa, dia sadar Raja sedang berada di dalam ruangan itu, sang suami kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Aaaaaaaa," pekik Kania.


Bersambung...


__ADS_2