
"Sayang, tolong maafkan aku. Aku ngaku salah. Maafkan aku," sesal Alex sembari menggedor-gedor pintu.
Terdengar suaranya sangat lirih, Sherly pun menjadi tidak tega mendengarnya.
"Aduh, kok malah jadi gak tega ya sama mamas ku! Kan sebenarnya dia gak salah, cuma paksaan aja dari emak-emak itu," ujar Sherly merasa tidak tega.
Sherly membuka pintunya, ia sangat terkejut melihat suaminya yang berlutut di depan pintu sembari menangis tanpa suara. Betapa kasihan ia melihatnya.
"Bangun Mas," ujar Sherly dengan syara serak mencoba menahan tangisnya karena rasa bersalah.
Alex mendongak, matanya langsung melek melihat istrinya ada di hadapannya.
"Sayang, ini benaran kamu?" ujar Alex memegang kedua bahu Sherly rasa tak percaya.
Sherly tersenyum lalu mengusap air matanya suaminya yang masih membekas di pipi.
"Iya Mas, ini aku. Maaf ya sudah membuat kamu khawatir," ucap Sherly sesal.
__ADS_1
Alex menggeleng cepat." Nggak sayang, justru aku yang minta maaf. Aku salah, aku bodoh. Lagi-lagi menyakiti perasaan kamu," balas Alex mengecup kedua tangan istrinya." Maafkan aku," lanjutnya meminta maaf dengan nada lirih.
Sherly pun langsung memeluk Alex erat, membenamkan wajahnya di dada yang bidang itu.
"Maafin aku juga ya Mas, sudah keterlaluan. Tidak seharusnya aku berpura-pura marah seperti tadi, padahal kamu kan niatnya ingin membuat kejutan untuk aku," ungkap Sherly yang masih terlihat sangat nyaman memeluk suaminya yang terasa hangat itu.
"Hah? Jadi kamu pura-pura marah tadi Yang?" kaget Alex. Sherly pun terkekeh sembari mengangguk pelan.
"Kan aku menghayati akting Mas, biar kayak drama di tv-tv itu loh," ucapnya ceria.
"Alhamdulillah, aku pikir tadi kamu benaran marah. Aku benar-benar takut berpisah sama kamu, aku gka bisa hidup tampa kamu. Jangan coba-coba pergi dari hidupku ya," ujar Alex yang kembali memeluk erat istrinya.
"Ita Mas, mana mungkin aku berani pergi dari suami ku yang paling aku cintai. Tidur pisah semalam aja rasanya resah, gelisah gak bisa tidur. Apa lagi sampai pisah benaran, bisa gila aku Mas," jawab Sherly yang membalas pelukan suaminya.
Alex tersenyum, ia memegang kedua pipi Sherly. Lalu lelaki itu mengecupnya lembut menyalurkan perasaan hatinya yang paling dalam, penuh penghayatan hingga napas keduanya saling tersengal.
Alex tersenyum lebar, ia mengusap lembut bibir Sherly yang basah itu dengan ibu jari. Lalu kembali menyatukan bibirnya dengan bibir yang lembut kenyal kesukaannya itu. Perlahan Alex melangkah dan Sherly melangkah mundur hingga keduanya masuk ke kamar dan pelan-pelan merebahkan diri di tempat tidur. Lalu Alex merangkak menaik tubuh istri tanpa melepaskan penyatuan bibir mereka yang masih saling mencecap satu sama lain.
__ADS_1
Hingga terjadilah ritual mantap-mantap yang di lakukan hingga pagi menjelang tiba.
Beberapa jam setelahnya. Sherly dan Alex sedang sarapan pagi.
"Oh iya Mas, nanti kalau emak-emak rempong itu datang. Jangan lupa melanjutkan peran ya," ujar Sherly sembari mengunyah makanannya.
"Peran? Maksud kamu ...."
Sherly tersenyum jahat, Alex malah bergidik ngeri melihatnya.
Tak lama kemudian, bel pintu berbunyi. Sherly dan Alex menoleh arah pintu dan yakin jika itu adalah ke empat biang kerok itu.
"Waktunya drama di mulai," ucap Sherly menyeringai.
"And, acetion ...."
Brak ... Brak ... Prang ... prang ...
__ADS_1