Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, memaksa


__ADS_3

Byuuuuur ... byuuuuuuuur ....


"SHERLY!" teriak Takasi geram.


Byuuuuuuuur ....


"Badan mu ada api nya, Tuan" ujar Sherly santai saat menyiram satu ember air ke tubuh Takasi yang sudah meledak.


"Aleeeeeex, kalau kamu gak bawa istri mu pergi biar aku yang pergi," teriak Takasi pada Alex yang tengah menahan amarahnya atas kelakuan Sherly. Namun tak bisa berbuat apa-apa pada wanita itu.


Byuuuuuuuur ....


"Lagi?" ujar Alex menepuk keningnya karena lagi-lagi Sherly menyemburkan air pada wajah Takasi melalui mulut nya.


"Ada jin nya ini, makanya teriak-teriak," ujar Sherly lagi dengan santainya. Sedangkan Takasi udah meledak-ledak dalam hatinya. Bunuh orang di gereja tempat orang ibadah dosa gak sih?


"Sekali lagi, kau mela ...."


Byuuuuuuuur ....


"Lagi? Sekali lagi," ucap Takasi menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun.


Dan benar saja, dengan santai Sherly menyiram nya lagi.


"Siapa kau?" Wanita itu malah bertanya dengan tampang tak memiliki dosa.


"Aku Takasi, Sherly!" ujar Takasi dengan rahang yang mengeras, tangannya mengepal.


"Jangan bohong? Katakan kamu siapa? Kamu tau ustadz Danu kan? Nah saya ini adalah mantan muridnya, jadi kamu jangan berani-berani melawan saya," ujar Sherly.


"Aduh, sayang, hantu Jepang gak kenal sama ustadz Danu?" Alex menepuk keningnya lagi.


Takasi hanya melongo menatapnya kebingungan, siapa itu ustadz Danu?


"Sayang, udah ya. Hantunya udah pergi jauh dari tubuh tuan Takasi. Kasihan dia, lihatlah badan nya sampai memburu gitu?" bujuk Alex pada istrinya.


"Oh, udah kabur ya. Ah Cemen masa gitu doang takut," ujar Sherly bangga pada dirinya yang merasa berhasil telah mengeluarkan hantu yabg merasuki tubuh Takasi.


"Alex!" Takasi hendak memarahi Alex. Dengan cepat Alex menutup mulut Takasi hingga keduanya saling bertatapan mata.


Sasuke yang melihatnya langsung kabur, merasa merinding. Jangan-jangan terjadi lagi, pikir nya sambil membayangkan jika Alex akan mencium tuanya.


"Jangan berteriak lagi, ntar anda di siram lagi sama istri saya," ujar Alex berbisik.


Bulu kuduk Takasi yang sudah merinding, ia langsung mengangguk cepat kemudian berlari menjauh. Tekat menikahi gadis itu adalah pilihan terbaik supaya Alex tak lagi berbuat hal yang senonoh padanya. Takasi trauma.


*****


Beberapa saat kemudian, Sherly yang sudah di amankan oleh para bawahan Takasi bersama Alex di sampingnya. Dan Takasi sudah berganti baju yang kering. Akan tetapi untuk mencegah hal yang tak di inginkan kembali, Naruto dengan polosnya ia memakai kan jas hujan pada tuannya. Mana ada pengantin pria menikah memakai jas hujan. Namun, Takasi entah mengapa menurut, karena bisa saja Sherly lepas dari pengawasan para bawahan dan menyembur kan dirinya lagi dengan air.


"Hey, Tuan Takasi! Kenapa kamu menculik gadis itu dan memaksa nya untuk menikah dengan mu?" tanya Sherly.


"Karena dia gak suka uang," jawab Takasi santai.


Sherly dan Alex saling pandang dengan tampang terkejut, gila nie orang. Pikir keduanya sambil bertepuk jidat.


"Astaga ... lepaskan dia, kayaknya dia mau ngomong sesuatu sama kamu," ujar Sherly merasa kasihan pada gadis yang duduk di kursi dengan tangan terikat dan mulut di lakban. Gadis itu sudah berpakaian ala pengantin Jepang.

__ADS_1


Sherly berjalan menuju arah gadis itu, dan di iringi pengawal yang akan mengamankan dirinya jika tiba-tiba ia menyiram kembali Takasi. Para pengawal sudah bersiap dengan payung di tangannya.


"Eh, Nona. Anda mau apa?" tanya salah satu pengawal yang berada di dekat gadis itu.


"Mau buka ikatannya lah, kamu gak liat dia udah kesakitan begini. Dasar kejam," ujar Sherly mengomel sembari membuka ikatan gadis itu.


"Jangan," teriak semuanya berbarengan. Sherly nampak kebingungan." Ada apa?"


Tiba-tiba aura menjadi panas, aura api keluar dari tubuh gadis itu. Dan dalam sekejap semua para pengawal Takasi KO di kalahkan olehnya. Dan kini mata tajam gadis itu tertuju pada Takasi.


Sherly tercengang melihatnya.


"Sudah kami katakan untuk tidak membuka ikatannya, dia akan menghajar kami semuanya seperti sebelumnya," ujar salah satu pengawal yang masih sadar.


"Wah, keren." Sherly malah memuji gadis itu.


Pengawal itu pun langsung pingsan, ternyata semua wanita sama saja. Jika sudah mengamuk sangat menakutkan.


"Kau, aku akan membunuhmu, bajing*n" ujar gadis itu marah pada Takasi.


Takasi langsung bersembunyi di belakang Alex.


"Dia sangat ganas, tapi aku suka," ujar Takasi yang bersembunyi di balik tubuh Alex.


"Tapi takut?" ejek Alex.


"Diam lah," balas Takasi.


"Berani kau menculik ku, apa kau mau mati hah?" ujar gadis itu yang kini tiba-tiba sudah berada di belakang Takasi lalu mencengkram bajunya dengan tatapan tajam.


"Kau terlihat sangat cantik jika di lihat dari dekat," ucap Takasi memuji gadis itu, ia terpana. Ternyata sangat cantik dari para wanita yang sering ia temui. Wajahnya terlihat menggemaskan walau sedang marah.


"Sizuka hentikan," ucap mereka. Gadis itu bernama Sizuka. Ia menoleh pada kedua orang yang menghentikan dirinya.


"Sizuka, nama yang cantik," puji Takasi lagi, yang tak lipat pandangannya dari wajah Sizuka.


"Dasar gila, sinting." umpat Sizuka lalu mendorong tubuh Takasi hingga lelaki itu tersungkur di lantai.


"Waw, i like it," ucap Takasi dengan senyum nakalnya.


Sizuka menghampiri kedua orang itu.


"Ibu, Ayah. Kalian kenapa di sini?" tanya Sizuka. Tapi sang ayah langsung menghampiri Takasi yang kini sedang di bantu berdiri oleh Alex.


"Tuan, mohon maafkan putri saya," ujar ayahnya Sizuka memohon bahkan sampai berlutut di bawah kaki Takasi.


"Drama apa lagi ini?" batin Sherly. Namun ia tak mau ikut campur.


"Tuan, tolong ampuni putri saya. Tolong maafkanlah dia," ayahnya Sizuka terus memohon.


"Ayah! Apa yang Ayah lakukan? Cepat bangun," bentak Sizuka heran dengan ayahnya yang berlutut. Emangnya siapa lelaki itu sampai-sampai ayahnya sangat ketakutan seperti itu.


"Kau ...."


"S-saya Yamato, Tuan. Dan ini istri saya Sanade," ucap ayah Sizuka memperkenalkan diri yang masih duduk berlutut. Sang istri juga mengikuti suaminya. Sizuka semakin berteriak meminta kedua orangtuanya bangun sekarang juga.


"Wow, menarik," ucap Takasi menyeringai.

__ADS_1


"Sasuke." panggil Takasi.


"Sasuke!" teriaknya, namun tak ada tanda-tanda sosok makhluk yang bernama Sasuke di sana.


"Naruto bangun, berhenti untuk tidur. Cari Sasuke sekarang," bentak Takasi marah.


"Huooom, kan ini kesempatan ku tidur. Malah di bangunkan," gerutu Naruto, setelah di hajar oleh Sizuka ia bukannya pingsan melainkan tidur karena kelelahan.


"Saya di sini Tuan." Umur panjang, baru saja Naruto hendak mencari. Tiba-tiba lelaki itu nongol dengan sendirinya. Inilah yang di sebut pucuk di cinta ulam pun tiba.


"Dari mana saja kau?" tanya Takasi sinis.


"Hehehe, boker," jawab Sasuke bohong. padahal ia lari terbirit-birit saat Sizuka mengamuk tadi. Ia lebih baik mencari aman dari pada wajah tampannya bonyok.


"Ih, jorok," sahut Sherly sambil menutup hidung nya.


"Jorok dari mananya? Justru sehat dong. Kotoran di dalam perut di keluar kan, masa iya di simpan? Mau di jadikan tabungan?" jawab Sasuke. Sherly pun malu sendiri dengan kebodohannya.


"Iya dia itu jorok banget. Bau nya ja sampai sini, pasti gak cebok," sela Alex, ia membela istrinya.


"CK, dasar laki bini sableng," gumam Sasuke. Ia menatap pada kedua orangtuanya Sizuka.


"Oh, kalian tau apa kesalahan kalian saya bawa ke sini?" ujar Sasuke pada kedua orangtuanya Sizuka.


"Jadi ... berapa banyak hutang mereka pada saya?" tanya Takasi yang lirik-lirik arah Sizuka yang nampak terkejut.


Sasuke mengeluarkan lembaran kertas di tasnya." Sekitar 3 ratus juta," jawab Sasuke. Takasi menyeringai.


Sizuka menutup mulutnya terkejut, sebanyak itu hutang kedua orangtuanya. Pantas saja mereka sangat takut pada lelaki gila itu


"T-tuan, tolong ampuni kami. Kami belum ada uang untuk membayarnya," ucap Yamato ketakutan, tubuhnya gemetar.


"Lalu, dengan cara apa kalian akan membayar nya?" tanya Takasi datar.


Kedua orangtuanya Sizuka terdiam dengan wajah tertunduk.


"Sasuke, seret mereka ke penjara," perintah Takasi tegas.


"Baik Tuan," jawab Sasuke.


Sherly hendak memarahi Takasi karena kesal, namun Alex melarang untuk tidak ikut campur. Sherly juga kesal dengan suaminya. Bagiamana bisa Setega itu pada orang yang lemah. Sungguh sangat keterlaluan.


"Ampun Tuan. Kami mohon ampun. Tolong jangan penjarakan kami Tuan, anak-anak kami masih kecil-kecil di rumah." Yamato dan Sanade bersujud di kaki Takasi agar mengampuni mereka.


Sizuka meneteskan air matanya tak tega melihat kedua orangtuanya memohon seperti itu. Namun ia tak mampu berbuat apa-apa. Sebenarnya ia sudah mengetahui tentang hutang sebesar itu untuk biaya hidup mereka. Namun tidak menyangka jika kedua orangtuanya berhutang pada Takasi.


"Baiklah, saya akan mempertimbangkan nya," ujar Takasi.


Yamato dan Sanade mendongak senang. Namun Sizuka merasakan firasatburuk.


"B-benarkah Tuan?" tanya Yamato memastikan.


"Tentu saja, tapi dengan syarat," ujar Takasi tersenyum licik. Alex memperhatikannya, ia baru melihat sifat kejam dari lelaki itu.


"Apa itu Tuan?" tanya Yamato lagi.


"Hutang kalian lunas, asal dia ...." Takasi menunjuk Sizuka." Menikah dengan ku hari ini juga."

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2