
Hari berikutnya, seperti biasa pagi itu kegiatan pagi Alex dan Sherly yang sering mereka lakukan seperti hari sebelumnya. Saat berpamitan pun tak lupa dengan cipika cipiki, kiri, kanan. Dan berakhir lama di bagian depan. Hari ini tak ada yang berubah, hari ke 3 berada di Jepang dan hari ke 2 ini Alex melakukan tugasnya berati hanya tinggal sehari lagi baru mereka bisa menikmati bulan madu yang sesungguhnya ya itu berkeliling bersama.
Setelah Alex pergi kerja. Tak ada kesibukan lain selian membaca buku, bersantai, makan, tidur. Sherly bahkan mengeluh akan takut dirinya menjadi gemuk jika seperti ini terus-menerus. Ia menjadi sangat merindukan negara sendiri, Indonesia tercinta. Seelok-eloknya negar orang tapi lebih elok lah negara sendiri, itulah kata pepatah.
Sementara itu, setelah pekerjaan hari ini lancar Alex ingin bertemu dengan Takasi untuk melapor sesuatu yang janggal.
"Selamat siang Tuan Sasuke," sapa Alex. Sasuke spontan langsung melotot lalu menghindar sedikit lebih jauh dari Alex.
Alex yang kebingungan hanya bengong menatapnya.
"Ada masalah apa Tuan Sasuke?" tanya Alex berteriak karena tidak mungkin bicara biasanya karena jarak berjauhan.
"Ada maslah apa? Pake tanya segal lagi, menyebalkan," batin Sasuke.
"Tidak ada apa-apa. Apa yang membawa anda menemui saya," balas Sasuke berteriak.
Naruto yang memperhatikan, secara kebetulan lewat. Lelaki itu berjalan dan berhenti di tengah-tengah lalu menengok Alex kemudian menengok Sasuke. Ia sangat terheran-heran melihat keduanya. Apa sedang bermusuhan sehingga menjaga jarak seperti itu? Pikir Naruto, karena penasaran ia pun menghampiri Sasuke.
"Ada masalah apa Sasuke, apa dia melakukan sesuatu?" tanya Naruto penasaran.
" Tentu saja, tapi bukan dengan ku melainkan dengan tuan mu. Akan tetapi aku gak mungkin aku mengatakan nya padamu, bisa-bisa leherku di jadikan panjang olehnya, kau kan ember." batin Sasuke.
"Tidak ada, tolong katakan saja pada nya ada keperluan apa dia sampai mencari ku, bukanya pekerjaan masih belum selesai," ujar Sasuke. Dengan patuh nya Naruto melaksanakan perintah dari atasan nya tersebut dan menyampaikan pada Alex.
"Tidak ada sih, tadi hanya kebetulan lewat saja dan melihat nya. Apa dia keberangkatan jika saya menemui nya?" jawab pertanyaan Sasuke yang di kirim kan oleh Naruto.
"Tidak sih, dengan senang hati malah," balas Sasuke.
"Dengan senang hati gundul mu, waspada iya," batin Sasuke menatapnya intens penuh kewaspadaan.
"Oh baguslah kalau begitu," jawab
Alex, dan Naruto kembali menyampaikan pesan atas jawaban Alex pada Sasuke. Sasuke menoleh arah Alex yang kini tengah melempar senyuman padanya, namun Sasuke yang melihat senyuman itu, ia langsung bergidik ngeri dan sesaat kemudian membalas nya dengan senyuman paksa.
"Uy, Naruto kemarilah," panggil Alex kembali. Dengan patuhnya Naruto menuruti.
"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya Naruto.
"Oh, kenapa nada bicaramu seperti orang keberatan gitu?" tanya Alex datar.
"Tidak, begini lah hidup saya. Jangan di hiraukan," jawab Naruto menyedihkan.
"Oh, siapa juga yang mau menghiraukan hidup mu, hidup ku saja berantakan kayak kapal pecah gini," batin Alex acuh.
"Ada perlu apa anda memangil saya Tuan?" tanya Naruto.
"Ini, tolong sampaikan pesan saya pada tuan Sasuke. Saya ingin bertemu dengan tuan Takasi," ujar Alex. Naruto menghela nafas nya, lagi-lagi ia harus melakukan hal gila semacam ini.
Namun karena ia hanya tangan kanan Sasuke, ia pun tak punya pilihan dan terpaksa melakukan perintah menjadi pos berjalan dari tuan nya hanya karena permasalahan yang tak jelas.
"Apa? Yang benar saja? Kalau dia ingin bertemu bisa gawat," gumaman Sasuke." Katakan padanya ada keperluan apa sampai ingin bertemu dengan Tuan Takasi?" ujar Sasuke.
Dan Lagi, terdengar helaan nafasnya berat keluar dari mulut Naruto. Dengan langkah lesu ia menghampiri Alex menyesal ia menghampiri mereka berdua tadi. Tau begini mending jadi tukang sapu di jalanan saja seperti dulu.
"Ada keperluan penting, ini masalah proyek. Saya menemukan kecurangan, tapi hanya firasat saya saja sebab itulah saya ingin bicarakan masalah ini pada tuan Takasi," jelas Alex. Dengan cepat Naruto langsung menyampaikan pesan Alex.
"Apa? katakan padanya kenapa gak bilang dari tadi?" ujar Sasuke dengan panik.
"Sudah cukup." Dengan geram Naruto menarik tangan Sasuke lalu berjalan cepat mendekati Alex. Kemudian Naruto meraih tangan Alex dan ia satukan kedua tangan yang ada di tangan nya itu.
__ADS_1
"Dengan ini saya nyatakan kalian berdua sah menjadi suami istri!" ucap Naruto sudah lelah.
"Lebih baik saya kembali saja ke pekerjaan awal, menyapu jalan seperti sebelum nya. Dan kayaknya jauh lebih baik dari pada menjadi tukang pos berjalan. Karena kalain sudah menjadi suami istri, kalau begitu saya permisi." Naruto pergi dengan langkah kesal, harga diri nya rasanya tak di hargai lagi.
Sasuke dan Alex hanya mematung menatap Naruto dengan tangan yang masih berpegangan.
"Dia kenapa?" tanya Alex.
"Tauk, lagi dapet mungkin," jawab Sasuke.
"Sudahlah, nanti juga baik sendiri. Kita temui tuan Takasi saja yuk!" ucap Alex mengajak Sasuke.
"Hem, baiklah." Sasuke menyetujui untuk pergi bertemu dengan Takasi walau dalam hatinya khawatir pada Naruto.
Keduanya berjalan beriringan tanpa sadar jika kedua tangan mereka masih berpegang. Berjalan santai seperti biasa padahal pegangan tangan itu sangat begitu mesrah hingga para bawahan-bawahan menganga melihatnya, ada yang menyemburkan minuman dari dalam mulut, ada yang menabrak dinding saat berjalan. Ada yang menyuapi temannya makan padahal itu buat dirinya sendiri. Macem-macem lah pokoknya, sangking kaget nya.
"Suit, suit. Apa kalian berpacaran?" tanya salah satu ketua dari para bawahan tersebut.
Alex dan Sasuke saling pandang, kemudian keduanya menatap ke bawah dan ....
Aaaaagggggrrrrhhhhh ....
"Oh tidak, tanganku yang berharga telah ternodai," ucap Sasuke mengelap-elap tangannya dengan baju yang di gunakan oleh ketua para bawahan tersebut seenaknya jidat.
"Tiiiiiidaaaaaak, apa yang sudah aku lakukan. Seharusnya tangan ini aku hanya aku gunakan untuk mengandeng tangan istriku saja seumur hidup, tapi aku telah berdosa karena sudah mengkhianati nya. Huaaaaa, istri ku maafkan suami mu yang lancang ini," ujar Alex nangis lebay sambil memandangi tangan sebelah nya yang bekas bergandengan tangan tadi.
Ketua yang bernama Say itu hanya menatap bengong layaknya orang bodoh. Rencananya ingin ngeledeki, eh malah menyaksikan pemandangan lebay gila macam ini.
"Apa-apaan ini? Dah lah, mending gak usah ikutan, nanti ikut gila juga," ujarnya menepis tangan Sasuke.
"Eh lo jangan deket-deket," ujar Alex.
"Ye, emangnya situ doang yang suka apem, gue juga lah. Malah lebih gembul, bakpau. Bukan apem lagi," sahut Alex. Ia mengikuti langkah Sasuke menuju ruangan nya.
Pada saat di perjalanan, saat pas keluar dari lift. Sasuke dan Alex berpapasan dengan Takasi.
"Tuan," sapa Sasuke.
"Eh, Sasuke. Ngapain kamu ke sini?" tanya Takasi. Belum sempat Sasuke menjawab matanya melihat ke arah belakang Sasuke seseorang yang baru keluar dari lift.
"Alex," ujar Takasi kaget, dan langsung panik seketika. Lalu Takasi berlari dengan langkah seribu untuk menghindari Alex hingga sekarang ini jarak di antara nya 10 meter. Sasuke pun jadi ikutan juga berlari rupanya mengikuti tuanya dan bersembunyi di balik tembok lalu keduanya mengintip Alex. Posisi kepala Sasuke di bawah dan kepala Tasaski di atas.
"Woy, bencong! Kamu ngapain ikutin saya lari," ujar Takasi sambil menoyor kepala Sasuke.
"Panik Tuan, lagian ada Alex," ujar Sasuke.
"Benar juga, dia ngapain datang ke sini? Gak mungkin mau peluk-peluk saya lagi kan?" ujarnya kembali panik.
"Katanya ada hal penting yang ingin dia sampai kan, ini masalah proyek baru yang dia tangani. Katanya dia menemukan ada kecurangan di dalamnya," lapor Sasuke.
"Apa?" Kaget Takasi. Lelaki itu langsung memanggil beberapa pengawal nya.
Ada 10 pengawal yang berpakaian jas hitam, tak lupa dengan memakai kacamata hitam juga. Ia 10 pengawal itu memegang perisai saru orang satu.
"Lindungi yang mulai," ujar salah satunya memasang aba-aba.
"Siap," jawab semua berbaris berjejer dengan perisai di tangan.
Alex menatapnya bengong dengan mulut menganga, tak sadar jika lalat dan nyamuk sudah bersarang di dalamnya.
__ADS_1
"Widih, keren ... tapi banyak bangat perlindungan nya Tuan? Lalu bagaimana cara berkomunikasi dengan Alex? Apa harus menggunakan pos berjalan," tanya Sasuke heran sih melihat pengawal ini. Entah sejak kapan mereka bersiap.
"Tenang." Takasi merogoh kantong jas nya.
"Jeng-jeng." Ia pun menunjukkan ada 2 toki-toki di tangannya.
"Hey, kau. Sini," panggil Takashi pada salah satu pengawal nya.
"Kasihkan ini sama Alex," perintah nya. Pengawal itu mengangguk.
Dengan jalan perlahan lelaki itu mendekati Alex. Mata Alex terbelalak menatapnya.
"Apa-apaan ini?" ujarnya kagetnya." yang benar saja, di kira gue bom apa?"
Alex menggerutu melihat pengawal itu datang dengan pakaian layaknya astronot.
"Ini Tuan," ujar takut-takut, Alex mengambil toki-toki itu dengan kesal. Setelah itu pengawal tersebut langsung ngacir berlari dengan langkah seribu.
"Hey, ini apa-apaan?" teriak Alex.
"Toki-tiki," jawab Takasi melalui toki-tiki tersebut.
"Saya tau, tapi buat apa? Apa kalian pikir saya ini adalah virus Corona? Yang membuat resah seluruh dunia? Saya tidak menyangka anda sekeji ini sama saya, sudahlah. Saya sudah bad mood untuk bicara sama anda, waktu istirahat saya udah kelar." Omel Alex kesal, ia pun membanting toki-toki itu dengan sangat pelan kemudian berlari.
"Gila, apa-apaan itu. Kenapa gue selalu saja di kelilingi orang-orang sableng. Gak di sana gak di sini, sama semua, sableng Kabeh."
Sasuke dan Takasi saling tatap sesaat. Tidak ....
"Tidak, tunggu Alex," panggil Takasi lalu mengejar Alex.
"Lindungi yang mulia," ucap pengawal itu mengikuti.
"Alex tunggu." Takasi hendak meraih tangan Alex. Namun di tepis oleh Alex.
"Cukup Tuan Takasi. Saya tidak mau lagi bicara sama anda," ujar Alex.
"Tidak, Alex."
"Cukup, hentikan Tuan Takasi."
"Tidak, Alex."
"Kau tidak mau lagi bicara pada saya?"
"Tidak, Alex.
"Kau menganggap saya adalah virus?"
"Tidak, Alex ... tidak."
"Sudahlah Tuan Takasi, sebaiknya kita berpisah sampai di sini saja. Waktu istirahat saya sudah habis, selamat tinggal Tuan Takasi."
"Tidak, Alex. Tidak ...."
(Versi bung Roma yang ke 555)
*****
Note: di dunia nyata memang gak ada ya yang kayak gini. Jadi jangan tanya! Anggap saja sebagai hiburan. Lagi mentok ide nie. Jangan lupa like nya dong, 😂😂😂 satu bab 1000 gitu yang baca lebih dari 10rb loh, ngarep sih, gak apa lah ya. Kali aja mau hihihi....
__ADS_1