
"Hei," lirih Raja kaget dengan apa yang dilakukan oleh Kanaya.
Kanaya menutup pintu kamar mandi, lalu dia mendekati pria yang dicintainya itu.
"A-apa yang kamu lakukan?" tanya Raja pada Kanaya.
Raja takut ada yang mengetahui Kanaya dan Raja berada di dalam kamar mandi tersebut.
"Kenapa? Kamu takut ada yang tahu kita berada di tempat yang sama?" tanya Kanaya.
Saat ini Kanaya merasa kesal dan marah pada pria yang sangat dicintainya.
"Kamu masih ingat, kan dengan janjimu padaku?" tanya Kanaya pada Raja.
Kanaya ingin menagih janji yang pernah diucapkan oleh Raja pada Kanaya.
Dia ingin memastikan bagaimana kelanjutan hubungan mereka selanjutnya.
"Nay, aku ingat sekali dengan janji yang sudah aku ucapkan padamu. Aku harap kamu bisa bersabar," jawab Raja.
"Bersabar? Apakah aku harus bersabar membiarkanmu berpelukan dengan wanita itu?" ujar Kanaya penuh penekanan.
Saat ini Kanaya mulai membenci Kania, dia tidak suka melihat Kania yang sejak tadi memperlihatkan sikap manja pada pria yang dicintai Kanaya.
Meskipun Kania adalah sahabatnya yang semasa kuliah selalu menemaninya, suka duka mereka jalani bersama.
"Naya, kamu harus mengerti keadaannya saat ini. aku terpaksa melakukan hal itu demi memperjuangkan Cinta kita," ujar Raja pada Kanaya.
"Apakah berpelukan dengan wanita itu di hadapanku adalah bukti memperjuangkan Cinta kita?" tanya Kanaya.
Kanaya merasa tidak percaya dengan ucapan Raja.
"Nay, saat ini bukanlah waktu untuk menjelaskan semuanya. Di saat waktu yang tepat aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, bersabarlah untuk beberapa waktu," ujar Raja berusaha meminta pengertian dari wanita yang dicintainya.
Tok tok tok.
"Bang Raja!" teriak Kania dari luar kamar mandi.
Kanaya dan Raja membesarkan bola mata mereka. Seketika mereka panik.
Mereka takut ketahuan berada di kamar mandi berduaan.
__ADS_1
Kanaya menginjak kaki Raja memberi isyarat kepadanya untuk menyahut panggilan dari Kania.
"I-iya," teriak Raja dari dalam kamar mandi.
"Sayang, kamu ngapain di sana? kenapa lama sekali? sekarang saatnya kamu mengenakan pakaian," teriak Kania dari luar kamar mandi.
"I-iya, Sayang," teriak Raja.
Wajah Kanaya langsung cemberut saat mendengar Raja menyebut kata sayang untuk Kania.
"Kamu ngapain sih kok lama sekali?" tanya Kania kepada Raja.
"Maaf, aku lagi sakit perut, tunggu sebentar lagi, ya," ujar Raja.
"Ya udah, cepatan." Kania pun kembali ke posisinya.
Dia baru saja dirias oleh MUA terkenal di Kota Padang.
Saat ini Kania dan Raju tengah berada di depan cermin tempat mereka dirias.
Raju menatap dalam wajah cantik wanita yang masih dicintainya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dia melihat dengan jelas di mata Kania ada cinta untuk saudara kembarnya.
"Kania," lirih Raju penata rias tengah keluar dari ruangan tersebut.
Gadis itu menoleh ke arah adik iparnya.
"Mhm," gumam Kania menanggapi panggilan dari sang adik ipar.
"Apakah kamu mencintai Raja," tanya Raju terus terang kepada wanita yang dicintainya itu.
"Mhm, Awalnya aku tidak bisa mencintai Raja, karena aku mencintai pria lain. Tapi, untuk saat ini aku akan berjuang untuk meraih cinta suamiku karena aku yakin bahwa Allah telah memilihkan dia sebagai imam bagiku," tutur Kania dengan jujur.
Seketika hati Raju hancur, Awalnya dia berharap Kania tidak mencintai saudara kembarnya, dan dia akan mencoba mengungkapkan perasaannya agar mereka bisa memperbaiki pernikahan yang sudah salah jalan ini.
"Jadi, kamu akan mempertahankan rumah tangga kamu yang dibina atas sebuah paksaan?" tanya Raju.
Raju ingin tahu tujuan dan rencana Kania setelah pernikahan ini.
"sejak dulu aku memiliki impian untuk menikah hanya satu kali seumur hidupku, meskipun Allah tidak mentakdirkan pria yang aku cintai menikah denganku. Aku akan berusaha menerima jodoh yang telah ditetapkan untukku. aku akan tetap mempertahankan pernikahanku hingga batas kemampuanku," ujar Kania dengan penuh keyakinan.
Hal itu membuat Raju semakin kagum dengan wanita yang dicintainya itu.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah mencintai Raja?" tanya Raju memastikan isi hati Kania saat ini.
"Aku akan belajar untuk mencintai pria yang telah ditakdirkan Tuhan sebagai imam dalam hidupku," jawab Kania penuh keyakinan.
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan mempertahankan Rumah tanggaku. Mulai hari ini aku akan mencoba untuk melupakan dirimu dan memulai kehidupanku yang baru," gumam Raju di dalam hati.
"Maafkan Aku, cintaku padamu saat ini sudah aku hapus. Aku akan melupakan semuanya," gumam Kania di dalam hati.
Tanpa disadarinya Kania jatuh membasahi pipinya, hatinya sedih harus menghapus rasa cintanya terhadap pria yang pertama kali menarik hatinya.
"Kamu dari mana?" tanya Raju pada Kanaya saat melihat Kanaya baru muncul di hadapannya.
"Dari luar," jawab Kanaya datar.
Setelah mereka dirias, dua pasangan pengantin pun di bawa naik ke atas panggung pelaminan.
Sepanjang acara mata Kanaya terus tertuju pada tangan Kania yang terus bergelayut manja di lengan kekar pria yang dicintainya.
Kania tidak mau melepaskan tangannya yang melingkar di lengan kekar sang suami.
Dia menunjukkan pada semua orang bahwa Raja hanyalah miliknya seorang, tak ada siapapun yang bisa mengambil Raja dari dirinya.
Senyuman terus mengembang di wajah Kania, dengan begitu dia memberitahukan kepada semua orang bahwa dia bahagia dalam pernikahan yang telah direncanakan oleh kedua orang tuanya.
"Sayang, lihatlah Putri kita. sepertinya Kania sudah menerima jodoh yang telah ditakdirkan kepadanya. semoga Putri kita bisa meraih kebahagiaannya," ujar Lisa saat melihat senyuman Putri keduanya yang sejak acara dimulai terus mengembang di wajahnya.
Terlihat dengan jelas pancaran kebahagiaan yang ditunjukkan Kania kepada semua orang.
Reza melihat putrinya, dia ikut bahagia dengan kebahagiaan kini tengah dirasakan oleh putrinya.
Dia juga berharap segala kebaikan untuk rumah tangga Putri keduanya.
Sekilas Reza melihat wajah Raja yang kini terlihat kaku berada di samping putrinya, tapi dia yakin suatu saat putrinya akan berhasil meraih cinta sang suami.
"Dasar wanita murahan, sejak tadi kamu menunjukkan bahwa kamu tergila-gila pada kerja yang sama sekali tidak mencintaimu, Aku yakin Raja akan menjadi milikku seutuhnya," umpat Kanaya di dalam hati.
Hati Kanaya semakin memanas melihat tingkah Kania yang over posesif terhadap sang suami.
Di saat Kanaya semakin panas melihat ulah Kania, Raju juga terus melihat pancaran kebahagiaan yang ditunjukkan oleh Kania kepada semua orang.
"Kania, kamu memang wanita yang sangat mengagumkan. Raja beruntung mendapatkan dirimu, saat ini aku hanya bisa berdoa semoga kamu bisa meraih kebahagiaan bersama Raja. dengan bismillah aku juga akan berusaha mempertahankan Rumah tanggaku meskipun sulit untuk aku lakukan," gumam Raju di dalam hati.
__ADS_1
Bersambung...