Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 62


__ADS_3

"Mas, ayo kita segera pindah." Sera mengulangi ucapannya mendongakkan kepala menatap mohon pada Angga.


"Iya sayang, kita bakalan pindah. Tapi belum di waktu dekat ya. 'Kan rumahnya masih belum rampung!" ujar Angga mencoba menenangkan, ia tidak tau apa masalahnya namun ia mencoba untuk tidak bertanya lebih dulu sebelum istrinya itu merasa tenang.


" Mas, aku mohon kita secepatnya pindah dari sini. Kalau masih belum mau, ya udah gak apa-apa tapi aku tidur di rumah mamah! "


Sontak Angga kaget, mana mungkin ia mengizinkan istrinya tidur di rumah mertua. Apa katanya nanti, bisa habis wajahnya di hajar oleh mertua tidak punya akhlak itu. Tidak ingin terjadi Angga pun berusaha menenangkan dan bertanya." Sebenernya ada apa? kenapa mendadak meminta pindah. "


Sera memejamkan matanya, air mata terus mengalir di pipi. Hati Angga berdenyut perih melihatnya.


" Sayang, cerita sama mas. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pelan Angga menghapus air mata istrinya.


" A-aku tadi Ke dapur hendak mengambil air minum. Lalu ...."


Angga terus menunggu, sambil terus menghapus air mata istrinya yang terus mengalir.


" Saat aku mau mengambil gelas di lemari atas, tidak sengaja gelas itu jatuh dan hampir menimpa kepalaku. Tetapi ...." Lagi-lagi Sera menghentikan ucapnya mengambil nafas.


" Tapi, apa?" Angga pun menjadi tak sabaran.


" Tapi, Leo datang dan langsung menarik tangan aku dan gelas itu tidak jadi mengenai kepala aku!" cerita Sera.


Angga menatap bingung, lalu salahnya di mana? pikir Angga.


" Tapi ... a-aku, aku dan Leo jatuh bersama dan ...."


"Dan?" Angga kembali menunggu dengan serius.


" Dan, aku jatuh tepat di atas tubuh Leo. "lanjut Sera lirih dengan suara pelan takut.


Angga menghembuskan nafasnya mantap sang istri.Toh itu bukan di sengaja, Leo hanya menolong istrinya. Angga mengambil sisi positifnya.


" Tidak apa? toh Leo menolong kamu, bukan? lalu kenapa harus cepet -cepet pindah. "ujar Angga lembut.


" Aku tau, aku tau Leo bermaksud baik mas. Tapi aku menjadi todak nyaman saat bertemu dengannya nanti. Kamu... kamu ngertiin posisi aku dong mas,"


Angga menarik Sera kedalam pelukannya kembali. Ia mengerti maksud Sera. Tidak ingin menjadi kesalahan paham antar dirinya dan juga anaknya, antara menantu dan juga istrinya. Sebab itulah Sera meminta pindah untuk menghindari suatu kesalahan pahaman lagi. Mungkin, jika dirinya secara tidak sengaja melihat dan tidak tau awal mulanya seperti apa, mungkin saja ia akan cemburu dan menjadi salah paham pada keduanya.

__ADS_1


"Baiklah, besok kota pelan -pelan bicarakan masalah ini sama ibu ya. Tapi kamu harus sabar karena di sana juga masih berantakan dan ada sedikit yang masih belum rampung di kerjakan oleh tukang," ujar Angga mengelus rambut panjang istrinya.


" Iya mas, tapi kalau udah selesai secepatnya kita pindah. Masih berantakan tidak apa, aku mau kok merapihkan nya."


" Iya sayang, ya udah sekarang kita tidur lagi ya," bujuk Angga mengajak kembali tidur.


Sera mengangguk, lalu ia merebahkan tubuhnya begitu juga dengan Angga dan kembali membawa istrinya dalam pelukan.


"Aku sayang banget sama kamu, makasih sudah mau jujur sama aku." ucap Angga mengecup kening Sera.


" Mas gak marah? "


Angga tersenyum, lalu ia mencium bibir istrinya gemes." Untuk apa? Toh tidak di sengaja, Leo mencoba menyelamatkan kamu. Coba kalau Leo gak ada di sana mungkin sekarang kepala kamu sudah terluka, dan aku akan sangat menyesal karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik."


"Kamu memang suami pengertian Mas. Aku semakin cinta sama kamu. "


" Sungguh?"


Sera mengangguk.


" Kalau cinta, berarti boleh dong saru ronde lagi!" Angga tersenyum nakal.


Pagi harinya, tekat Sera bulat untuk keluar dari kamar walaupun hatinya ragu dan malas jika bertemu dengan Leo. Bukan tanpa sebab, tapi ia tidak ingin membuka hati yang sedang belajar tertutup itu kembali terbuka jika tidak segera di hindari. Sera tau bahwa sampai saat ini Leo masih belum menerima dirinya sebagai ibu. Karena sampai sekarang Leo masih engan memanggil dirinya dengan sebutan mamah.


"Pagi, Key," sapa Sera.


" Pagi, Mah," balas Keyra sudah terbangun lebih dulu di banding Sera.


"Sini biar aku aja, kamu jangan terlalu capek." pinta Sera, ia kadang merasa kasihan saat melihat wajah lelah Keyra, apa lagi kalau lagi muntah -muntah wajahnya menjadi pucat.


"Tidak apa, aku hanya ingin memasak makanan untuk Leo." tolak Keyra.


Sera membalasnya hanya dengan senyuman. Berbagi dapur rasanya gimana gitu. Kadang sedikit berselisih dengan menu masakan yang harus di buat hari ini. Sama-sama memiliki selera yang berbeda. Awalnya mereka kompak saling bekerja sama. Entah apa yang terjadi tiba-tiba ingin sendiri sendiri memasak makan untuk suami masing-masing. Dan barulah berkerja sama memasak makanan untuk mertua.


Sera dan Keyra sama-sama memasak di kompor yang sama, hanya saja berbeda tungku. Pada saat hendak menggoreng ikan, tiba-tiba minyaknya lompat-lompat dan tanpa sengaja mengenai tangan Keyra.


"Aduh, panas." teriak Keyra meniup tangannya meringis kesakitan.

__ADS_1


" Ya Allah Keyra, maaf. Maaf aku benar-benar gak tau kalau minyaknya bakalan loncat, " sesal Sera merasa bersalah.


" Ada apa? Tadi Ibu denger Keyra berteriak?" ibu Endang dan ibu Inem menghampiri keduanya.


" Ibu ...,"ucap Sera.


" Astagfirullah, Keyra kamu kenapa sayang? Kenapa dengan tangannya?" tanya ibu Endang panik.


" Kena cipratan minyak panas," cicit Sera pelan.


" Ya Allah ... Inem cepat kamu panggil Angga, suruh dia obati luka Keyra." perintah ibu Endang.


Bu Inem mengerti, lalu ia berlari memanggil Angga yang masih di dalam kamar.


Leo mendengar suara keributan di arah dapur, ia pun melangkah kearah dapur penasaran.


" Ada apa? " tanya Leo, lalu matanya melihat kearah tangan Keyra.


" Key, tangan kamu kenapa? Kenapa bisa jadi begini?" tanya Leo, ada rasa khawatir di sana.


" Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja. Sera tidak sengaja melakukannya." ucap Keyra, ada perasaan senang di hatinya mendapatkan perhatian Leo untuk pertama kalinya.


" Kecil apanya, ini hampir terkena seluruh tangan kamu!" ucap Leo, lalu mata laki-laki itu melirik arah Sera.


" Kamu kalau masak hati hati, kalau sampai melukai orang mending gak usah masak sekalian," omel Leo pada Sera, lalu ia menggendong Keyra membawanya ke shopa.


Angga turun dari tangga seraya menenteng tas peralatan medisnya. Lalu ia menghampiri Keyra dan berjongkok di hadapannya.


" Tidak apa-apa, nanti juga sembuh. Papah suah mengolesi salep agar tidak melepuh nantinya." ujar Angga selesai memberikan pertolongan pertama.


"Terima kasih, Pah," jawab Keyra.


Sera hanya diam memperhatikan, ia benar-benar menyesal. Andai saja ia tidak menggoreng ikan tadi, mungkin sekarang Keyra tidak akan terluka karenanya.


" Key, aku minta maaf.


Keyra tidak menjawab, ia hanya membuang mukanya menatap arah lain.

__ADS_1


********


Jangan lupa tekan tombol jempol dan hati nya ya. Kalau banyak makin semangat buat up selanjutnya. Bantu dukungannya ya.. 😁😁kalau hadiah seikhlas nya aja deh...😝😝


__ADS_2