Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, ajaran sesat


__ADS_3

"Sarapan dulu Om," ajak Sherly setelah melihat Alex sudah berpakaian rapi yang sudah di siapkan olehnya.


"Kamu yang masak ini semua?" Alex melihat beberapa masakan, sederhana namun tercium aroma sangat sedap.


"Iya, maaf ya aku hanya bisa masak ini aja. Tapi aku akan berusaha untuk belajar lagi," ucap Sherly, ia hanya bisa memasak yang simpel-simpel saja, seperti sekarang ini nasi goreng, telor mata sapi, sandwich dan hidangan kecil lainnya.


"Ini juga udah bagus kok, kalau kamu mau belajar memasak? Kamu bisa kok belajar sama aku."


"Hah, jadi Om bisa masak?" tanya Sherly tak percaya.


"Kenapa, gak percaya?" Sherly menggeleng.


"Aku sudah bisa masak dari SMP. Dan memasak adalah salah satu hobi ku, tapi gak ada yang tau karena aku malu. Tapi karena kamu istriku, masak apapun yang kamu inginkan aku pasti akan mengajarimu," ucapnya bersungguh-sungguh.


Alex pandai memasak sejak masih duduk di bangku sekolah SMP, tak ada orang yang tau, karena ia memasak saat tinggal sendirian. Bahkan keluarga nya sendiri tidak ada yang tau tentang hobi nya itu.


"Seriusan? Aaaakh seneng banget. Ternyata suamiku bisa memasak, kamu adalah tipe suami idamanku," ucap Sherly senang, tanpa sadar ia memeluk Alex sambil lompat-lompat. Alex yang di peluk hanya mematung tak percaya dengan apa yang ia dengar dan pelukan istrinya.


"S-suami idaman? Aku adalah suami idamannya ... yaaaaaahuuuuuu ...." Ingin terbang ke angkasa rasanya saat ini. Alex sudah mengepak-ngepakkan sayapnya sangking senangnya dalam hati.


"Ehem ...." Alex menetralkan dirinya agar bersikap tenang.


"Benarkah aku suami idaman mu?"


"Aaakh, m-maaf, aku terlalu senang tadi." Sherly baru sadar, dan secepat kilat menjauhkan dirinya.


"Aduh, malu-maluin banget sih," batin Sherly malu. Alex tersenyum melihatnya.


"Kyaaaaa, Om ...." Sherly berteriak saat tangannya di tarik oleh Alex dan membuat dirinya terduduk di pangkuan suaminya itu.


"Kenapa mesti malu, bukanya aku adalah suami idaman mu?" goda Alex berbisik. Bulu kuduk Sherly spontan langsung berdiri merasakan hembusan nafasnya dari suaminya yang menyentuh kulit lehernya.


"O-Om apaan sih, ayo kita sarapan nanti keburu dingin." Saat Sherly hendak bangkit, Alex langsung menahan dan merangkul pinggangnya erat hingga gadis itu menoleh arahnya karena kaget.


"Om ... eeeemmm ...."


Alex mencium bibir Sherly lembut, tangannya menekan tengkuk Sherly agar lebih dalam lagi. Sedangkan tangan yang satunya semakin mempererat rangkulan pinggangnya.


Sherly hanya bisa pasrah, tidak ada hak untuk nya berontak. Tubuhnya adalah hak suaminya, begitu juga dengan bibirnya sekarang ini. Namun Sherly hanya diam saja tanpa membalas ciuman itu dengan mata yang terpejam.


Alex mengigit kecil bibir bawah Sherly sehingga gadis itu membuka mulutnya dan dengan lincahnya lidah Alex menerobos masuk. Tidak ada pengalaman dalam hal ini, namun secara alami reaksi tubuhnya bisa menguasai percumbuan ini dengan begitu lembut penuh perasaan.


"Sial, aku hampir tidak bisa mengendalikan tubuhku." Alex langsung melepaskan bibirnya, bisa gawat jika di teruskan lebih lama lagi karena sesuatu sudah bangun di bawah sana.


Sherly menundukkan kepalanya malu, wajahnya sudah sangat merah sekarang ini.


"A-ayo kita sarapan." Berusaha mengganti topik karena sangat canggung.


"Tapi aku mau sarapan ini lagi." Alex mengusap bibir Sherly dengan ibu jarinya.


"Boleh aku nambah?" godanya sambil menahan senyum.


"D-dasar mesum." Sherly menutup mulut Alex dengan tangannya.

__ADS_1


Alex mengembangkan senyumnya lalu memegang tangan Sherly yang masih menempel pada mulutnya, kemudian ia mengecupnya lembut tangan mungil itu.


"Mesum sama istri sendiri apa salahnya."


BLUUUUS ... ucapan Alex berhasil membuat wajah Sherly tersipu. Alex senang menggodanya.


" Hentikan mesum mu itu Om, ini masih pagi." cemberut Sherly." Ayo kita sarapan, aku lapar."


Saat Sherly hendak bangkit, lagi-lagi Alex menahannya.


"Duduk di sini aja," ucapnya.


"Tapi aku mau makan, Om," heran Sherly, jika duduk di pangkuannya gimana ia bisa makan.


"Aku tau, makanya duduklah yang diam." tegas Alex membuat Sherly tak dapat berkutik lagi. Entah apa yang ingin di lakukan suaminya itu.


"Aak," Alex menyodorkan sendok, ia menyuapi istrinya makan.


Dengan ragu Sherly menerima sendok itu.


"Sekarang giliran aku," ucap Alex.


"Hah?"


"Aku mau makan juga, suapi," pintanya manja. Melihat wajah melas suaminya, Sherly hanya bisa menghebuskan nafasnya. Ia pun menyuapi suaminya itu makan.


Dan terjadilah saling suap-menyuapi darma sarapan pagi ini. Alex tersenyum penuh kemenangan. Ternyata apa yang di ucapkan papah mertuanya benar, jika bertingkah mesum dan layaknya bayi, wanita pasti akan luluh. Tidak sia-sia diri nya semalam menelpon Angga.


FLASHBACK TADI MALAM.


Alex teringat pada mertuanya, usia mereka berbeda sangat jauh. Itu artinya hampir sama dengan dirinya. Alex berpikir jika Angga lah yang berjuang keras untuk mendapatkan hati ibu mertua nya itu. Ia pun memutuskan untuk menelpon Angga, siapa tau lelaki itu memiliki trik rahasia untuk meluluhkan hati wanita.


"Halo," jawab Angga malas.


"Belum tidur Pah?" tanya Alex basa -basi.


"Kalau gue sudah tidur, mana mungkin bisa menjawab panggilan telpon dari mu bodoh," jawab Angga. Lelaki itu terdengar lagi sensi.


"Oh, kirain aku mengganggu Papah tidur."


"Untuk apa kau menelpon ku? Aku lagi gak mood,' tanya Angga ketus.


"Hadew, nie mertua sensi amat sih? Lagi dapat kali ya?" batin Alex.


"Pah, mau tanya boleh?" ucap Alex ragu-ragu.


"Apa?" jawab nya galak.


Astagfirullah ... sabar, ini ujian.


Alex mengelus dadanya.


" Kenapa sih Pah, dari tadi marah-marah Mulu. Lagi dapat?" Alex memberanikan diri bertanya.

__ADS_1


"Dah tau ngapain pake tanya segala," jawab Alex ketus.


"Hah, jadi Papah beneran lagi dapat?" kaget Alex.


"Bukan gue bodoh! Tapi bini gue, ah elo pea bangat sih jadi orang." Bawaannya pengen marah terus, ingin memakan orang rasanya malam ini.


"Mamah yang dapat kenapa Papah yang sewot, aneh banget," ucap Alex bingung.


"Iyalah, kan jatah gue libur seminggu. Pausa nie, makanya Lo jangan bikin gue tambah sebel."


"Jatah uang belanja maksud nya? Tapi kan Papah yang seharusnya memberi uang belanja ke Mamah, kenapa kebalik?"


"Dah Lex, Lo jangan bikin gue pengen makan orang ya sekarang." Angga tak mau ngajak debat lagi, ia sudah sangat kesal sekarang, dan gak mau nambah kesal lagi karena kepolosan menantunya itu.


"Kan aku gak ngerti, gitu aja marah?" gumam Alex namun dapat di dengar oleh Angga.


"Lo kalau polos, ya jangan polos-polos kebangetan banget lah, masa gitu doang gak tau?"


"Nggak?" jawab Alex cepat. Angga memijit pelipisnya tak tau lagi harus bilang apa.


"Jatah malam pea, jatah belah duren. Lo kalau masih gak ngerti juga belah duren itu apa? Mending lo nyemplung aja ke Empang," geram Angga.


"Ooooh, gitu doang kok marah-marah sih? Kan wajar dong jika wanita lagi dapat, kan sudah kodratnya. Jika Papah gak dapat apa tadi mamanya?Em, jatah itu. Ya yang sabar dong," ucap Alex sok menasehati.


"CK, sekarang lo bisa ngomong begitu, karena lo belum tau aja rasanya gimana tersiksa si gundul. Ah percuma juga gue jelasin ke elo, Elo nya aja belum tau rasanya belah duren itu apa. Kasihan amat sih lo," ejek Angga membuat Alex hanya memutar bola matanya malas.


"Terserah lah Pah." Alex malas meladeni papahnya yang mengejek dirinya. walau memang bener.


"CK ... jadi Lo nelpon gue ada apaan?"


Alex menarik nafasnya sejenak.


"Ajarin Alex dong, cara mengejar cewek itu gimana biar cepat luluh gitu," ucap Alex. Dan Angga pun langsung tertawa terbahak-bahak di seberang sana bahkan sampai guling-guling.


"Dasar jamet, culun, cupu, jadul. Pantesan aja lo jadi perjaka tintong tua, cara mengejar perempuan saja tidak tau caranya gimana."


Lagi-lagi Alex hanya memutar bola matanya malas.


"Ajarin aja sih, gak pake mengejek bisa kan?" malas Alex.


"Tersinggung lo? Bagus dong," kata Angga tertawa.


"Pah, serius napa? Hati Sherly keras banget kayak batu, susah tau cara mendekati nya," cerita Alex dengan nada melas. Angga menghela, ada rasa kasihan padanya, apa lagi dengan Alex yang terlalu polos, malu-malu meong tak tau cara mendekati wanita.


"Lo harus bertingkah mesum, menggoda nya dan berprilaku layak nya bayi. Di jamin hati wanita akan luluh," ucap Angga memberi saran.


"Udah, gitu doang?" tanya Alex tak percaya.


"Iya, lo goda aja terus dia dengan tingkah mesum. Lo cari aja di Mbah dudel caranya mesum itu gimana karena Mbah dudel tau segalanya. Terus kalau dia marah, ya lo pura-pura aja masang wajah melas kayak bayi, entar lama-lama dia luluh juga. Ya pintar-pintar lo lah gimana caranya, itu aja intinya. Jangan terlalu kaku apa lagi diam hanya memandanginya saja, karena itu akan membuat wanita bosan."


"Ini bukan ajaran sesat kan?" curiga Alex.


"Set dah nie bocah, di ajari malah bilang ajaran sesat. Dah lah males gue ngajarin lo, mending tidur sambil meluk bini gue," ucap Angga merajuk, lalu mematikan sambungan telponnya.

__ADS_1


Alex hanya diam sambil mengingat saran dari mertuanya itu." Apa benar berhasil?"


FLASHBACK OOF.


__ADS_2