
Alex benar-benar sudah tidak kuat, sudah mencoba menahan nafasnya agar gak cenat-cenut si Ucok. Tapi di Ucok nya bandel banget udah di bilang sabar ini ujian tapi tetep aja ngerengek- rengek minta masukin sehingga Alex kesusahan sendiri menanganinya. Tak ada cara lain salain ....
"Aku keluar dulu, kamu cepatan mandinya," ucap Alex hendak bangkit.
"Om, jangan pergi. Aku takut," cegah Sherly.
"Gak bisa, aku benar-benar udah gak kuat Ly." lirih Alex dengan suara seraknya.
"Lambaikan tangan aja kalau gak kuat Om," ucap Sherly enteng.
"Lo kira uji nyali lambaikan tangan,' kesel Alex.
"Habisnya kesel sama Om, gak mau nemenin aku bilang aja. Gak usah pake alasan gak kuat segala," Rajuk Sherly gak peka. Alex mengusap wajahnya kasar.
"Kamu ngerti gak sih? Dengan keadaan kamu seperti ini kamu pikir si Ucok gak bangun?" kata Alex kesel.
"Ucok, siapa itu?" tanya Sherly bingung, apa kaitannya dengan Ucok?
"Kamu gak akan tau," jawab Alex malas menjelaskan.
"Ya gak tau lah, toh kamu nya aja gak kenalin aku sama dia. Dan apa hubungannya coba sama si Ucok itu?"
Alex menghela." kamu yakin mau kenalan sama dia, dia ganas loh. Ntar kamu takut?"
"Apa iya, tapi penasaran sih? Di mana Ucok nya?" tanya Sherly semakin penasaran.
Alex mendekat, ia meraih tangan Sherly lalu mengarahkan ke arah si Ucok yang sudah berdiri tegak kencang itu. Saat Sherly menyentuhnya, matanya langsung melotot lalu berteriak.
"Kyaaaaa, Om. Katanya si Ucok, tapi kenapa kamu malah menarik tangan aku untuk menyentuh terong kamu?" kaget Sherly," gila, BIG SIZE!" batinnya menjerit.
Alex tertawa." Gimana, udah tau kan kalau si Ucok udah bangun?"
"Hah, jadi si Ucok itu terong nya Om? Oh OMG," Sherly menutup mulutnya, kemudian ia sadar jika dirinya tidak memakai apa-apa.
"Aaaaaakkkkhhhh, jadi dari tadi Om liat aku?" teriaknya, lalu Alex dengan cepat menutup mulut istrinya itu.
"Sssssttt, diam lah. Untuk apa berteriak? Aku sudah melihatnya dari tadi, makanya si Ucok bangun," kata Alex memenangkan Sherly agar tak lagi berteriak.
"T-tapi ...."
"Sudahlah, aku hanya bisa menahan siksaan ini. Dia sangat sulit di tangani, sekalinya bangun bakalan bertahan sampai berjam-jam, tersiksa tau gak," cerita Alex menggebu, rasa tidak nyaman dalam dirinya. Namun ia mencoba menahan agar tidak di rasuki oleh syetan.
__ADS_1
Sherly terdiam, di dalam bak mandi ia berpikir. Sesekali matanya melirik arah si Ucok yang memang berdiri lurus hingga celana bokser yang di kenakan Alex terlihat sempit. Rasa tidak tega melihat raut wajah suaminya tersiksa.
"Om ...." panggil Sherly pelan.
"Aku akan menyiram tubuh ku dengan air dingin. Tenang lah, dia bakalan tidur kok." Alex mengguyur tubuhnya dengan air dingin sambil tangan bersandar di tembok dan kepala tertunduk melihat si Ucok.
Sherly menghembuskan nafasnya perlahan, ia bangkit dari dalam bak mandi dan melangkah menghampiri Alex.
"Om ...." Sherly menyentuh punggung Alex, dan lelaki itu kaget seketika lalu memutar balik tubuhnya.
"Liky, apa yang kamu lakukan di sini?" kaget Alex dengan hadirnya Sherly di hadapannya.
"Ly, ku mohon pergilah. Jangan membuatku semakin tersiksa, aku gak bakalan bisa mengendalikan diriku jika kamu ada di sini. Aku takut berbuat senonoh sama kamu," pinta Alex memohon istrinya itu tidak semakin memancing dirinya.
Namun, Sherly bukannya pergi malah tangan menyentuh si Ucok pelan.
"Sherly ....'
"Aku, aku sudah siap Om, lakukanlah," ucap Sherly tulus, ia bersungguh-sungguh kali ini.
"Jangan Ly, aku gak mau nanti kamu menyesal? Aku masih bisa menahan nya kok," tolak Alex karena ia tidak mau ada keterpaksaan.
"Tidak Om, aku benar-benar sudah siap lahir batin. Ayo kita lakukan." Sherly semakin memancing hasrat dirinya, dan itu semakin membuat sensasi dalam tubuhnya tak tertahankan. Alex menatap lekat istrinya, kemudian ia membelai wajahnya lembut.
"Kyaaaa, Om?" kaget Sherly tiba-tiba tubuhnya di angkat oleh Alex
"Sudah terlambat untuk menyesal Sherly, kita akan belah duren malam ini. Aku akan memastikan memberikan duren yang terbaik dan terenak yang belum kamu temukan di sepanjang hidupmu."
Alex merebahkan tubuh Sherly di kasur dengan perlahan. Kemudian ia menatap dalam wajah istrinya itu sambil mengelus pipinya pelan.
"Cantik sekali," pujinya pelan. Sherly hanya tersipu mendengar nya.
Perlahan Alex mendekatkan kepalanya ke kepala Sherly, gadis itu memejamkan matanya saat bibir Alex menyentuh bibirnya sangat lembut. Lama kelamaan kelembutan berubah menjadi nafsu, sedikit kasar dan sedikit memaksa karena ia tidak membuka mulutnya. Namun Alex masih bisa menguasai dirinya agar tidak menyakiti dan terlalu kasar hingga ciuman itu kembali lembut.
Sherly seakan terhipnotis olehnya, ia pun membalas ciuman Alex dan kedua tangannya melingkar di leher suaminya. Tangan Alex tak tinggal diam, ia menyentuh gunung yang lembek itu lalu mengelus-elusnya lembut.
Sherly mengeluarkan suara indah tanpa sadar. Alex yang mendengar nya langsung tambah semangat dan ciuman itu beralih ke sisi leher istrinya, mengecup, menggigit nya kecil hingga menimbulkan bercak kepemilikan di sana.
"Om, geli." Sherly terkikih saat lidah Alex sudah berada ujung bukitnya, menghisap nya layaknya bayi yang kelaparan.
Setelah puas memanaskan diri. Alex kembali menatap istrinya dengan tubuh berada di atasnya.
__ADS_1
"Boleh ya?" pinta Alex lembut dengan suara parau. Sherly mengangguk pelan malu-malu. Alex mengambangkan senyum nya lebar.
"Terima kasih sayang," ucapannya senang lalu mengecup lembut kening istrinya.
Alex pun memulai ritualnya, perlahan ia memasukkan di Ucok ke dalam gua yang gelap dan sangat sempit. Penuh usaha dan kerja keras ternyata. Sampai tubuhnya sudah di banjiri peluh namun si Ucok belum berhasil menerobos palang merah tersebut. Dari tadi hanya kepalanya saja yang masuk, hanya mengintip sedikit lalu keluar lagi karena gak muat. Duh sangking besarnya kali ya.
"Kok susah ya?" Alex kebingungan, ia mengusap peluh di keningnya.
"Mau di paksakan takut kamu nya kesakitan," ucap Alex sedih menatap wajah istrinya.
" Aku gak apa-apa, lagi pula sakitnya cuma sebentar doang kan?" Sherly mencoba menyakinkan.
"Baiklah, aku coba lagi ya. Tahan ya." Alex hendak mencoba lagi, namun Sherly udah meringis aja wajahnya.
"Belum sayang, belum. Si Ucok nya aja belum masuk."
"Oh, belum ya, hehehe. Ayo lanjutkan, semangat." Sherly memberi semangat.
Hampir setengah jam Alex mencoba, namun hasilnya tetep sama. Si Ucok belum bisa menerobos palang merah itu, padahal pinggangnya sudah sangat pegal alias encok.
"Pegel, istirahat dulu deh," ucap Alex mengangkat tubuhnya lalu duduk. Sherly hanya tertawa melihatnya.
"Kok susah banget ya buka segelnya, kamu gak pake gembok kan?" tanya Alex.
"Ya nggak lah, kamu kira pintu lift pake di gembok segala."
"Lift gak di gembok sayang,' ucap Alex.
"Ya udah, berati si Baba gak di gembok. Ada aja kamu!"
"Baba? Siapa itu?" tanya Alex menaikan sebelah alisnya.
"Punya kamu mamanya Ucok, jadi punyaku, aku kasih nama Baba, jadi Ucok Baba," jawab Sherly sembari terkekeh, Alex hanya mengacak rambut istrinya gemes sambil terus memikirkannya cara agar bisa membuka segel tersebut.
"Apa telpon papah Angga aja kali ya? Dia kan lelaki maniak mesum, mungkin saja dia punya caranya, yang ampuh tanpa menyakiti si Baba?" batin Alex mengingat Angga sambil manggut-manggut yakin.
*******
Takbir, tahmid, tahlil telah berkumandang. Memecah keheningan malam. Mengantar rasa syukur kepada-Nya. Esok pagi menyambut hari yang fitri. Selamat Hari Raya Idulfitri. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.
Semoga bulan Ramadhan 1442 H ini, memberikan banyak manfaat untuk kita dan dapat memotivasi kita mengalahkan hawa nafsu dan menuju kemerdekaan dalam Idulfitri. Terlambat bukan berarti lupa. Selamat berlebaran dan berkumpul dengan sanak saudara. ( Kalau aku sih udah 5 tahun gak berkumpul dengan sanak saudara πππ udah lama gak pulang kampung π₯ )
__ADS_1
Tidak ada kata seindah kata maaf, tidak ada perbuatan seindah yang memaafkan, kini hati akan dibersihkan, tanpa noda dan kotoran, Mohon maaf lahir batin semua, terima kasih banyak dan jangan pernah bosen ya mampir di cerita yang recehan keripik kentang ini. βΊοΈβΊοΈβΊοΈβΊοΈ love you all ππππ