
saat ini Niko habis dari toilet yang ditemani oleh Liana, Nicko berjalan lebih dulu menuju tempat dimana mereka sedang menunggu Dara tadi. Saat lagi tengah asyik berjalan tiba-tiba aku menabrak seseorang.
" Aduh ...." mengusap keningnya kemudian mendongak." Sorry!" ucapnya demikian sambil menyengir memejamkan mata kemudian mengangkat kedua jarinya hingga berbentuk v.
santai saja lelaki yang ditabrak tadi tersentak mengingat akan dirinya ketika masih kecil sama persis seperti itu.
kemudian laki-laki itu kan berjongkok hingga keduanya saling berpandangan. dan lagi-lagi lelaki ditabrak itu menunjukkan ekspresi kaget.
" Mustahil, kenapa anak ini mirip banget sama aku?" gumamnya dalam hati sambil terus menatap wajah anak kecil tersebut.
"Sorry ya Om, tadi Nicko gak sengaja," kata Niko hingga suaranya itu menyadarkan lelaki tersebut.
"Nama kamu Nicko?" tanyanya entah kenapa jantungnya benar-benar berdetak saat melihat anak tersebut aneh sekali rasanya. Nico pun hanya mengangguk lagi-lagi in menyengir.
__ADS_1
"Nicko, ayo cepetan Mami sudah nungguin lo di mobil," panggil Oma Liana.
"Ya Omah," sahut Nicko.
lelaki tersebut hendak menyentuh wajah Niko tetapi ia keburu pergi tak lupa mengucapkan by kepada lelaki tersebut. dan laki-laki itu maunya melihat tangannya sendiri entah kenapa perasaannya sakit rasanya sakit ketika melihat Niko pergi menjauh dari hadapannya.
"Aduh, nie anak kecil dari mana sih? Main tabrak-tabrak aja," omel wanita yang lagi-lagi Nicko tabrak.
"Eh, dasar bocah masa gue di panggil Tante sih? Sialan ... eh, tapi kok wajahnya mirip banget ya sama ...." Wanita tersebut menoleh arah lelaki tadi yang sedang bengong dengan pandangan lurus kedepan.
"Devan! lo liat anak kecil tadi gak? Masa dia mirip banget sama lo? Gak mungkin kan lo punya anak? Secara lo kan belum nikah!" ucap Agne teman Devan. Lelaki yang di tabrak oleh Nicko tadi.
"Atau jangan-jangan yang anak kecil tadi itu adik kamu ya?" lanjutnya menebak, Dan Devan hanya diam saja dalam pikirannya.
__ADS_1
"Tapi gak mungkin ah, secara kalau tante hamil atau lahiran masa gue gak di kasih tau. Dah lah lupain aja, mungkin cuma kebetulan aja kali." Agne merangkul lengan Devan lalu mengajaknya keluar dari bandara.
Secara bersamaan Dara sedang berjalan menuju arah toilet. Keduanya hendak berpapasan. Tetapi .... tiba-tiba hp Devan berdering hingga lelaki itu menundukkan kepalanya untuk melihat siapa yang menelponnya. Dan saat itu juga Dara lewat tepat di hadapannya hingga beberapa detik dengan pandangan lurus hanya fokus ke depan saja. Setelah jarak mereka sudah agak jauh, barulah Devan mengangkat kepala kemudian menjawab panggilan telepon tersebut dengan pandangan matanya mengarah di punggung belakang Dara. Akan tetapi ia acuh karena merasa tidak kenal lalu Devan dan Agne pun masuk ke mobil yang sudah di jemput oleh sang supir.
Di dalam perjalanan, Devan hanya diam saja. Pikiran melayang pada anak kecil tadi. Bagaimana bisa ada orang yang sangat mirip dengan tanpa ada aliran darah. Apa cuma kebetulan saja, pikirannya benar-benar tak bisa lepas. Ia menjadi sangat penasaran sekali dengan anak kecil tadi.
"Siapa sebenarnya dia? Kenapa perasaanku aneh saat melihatnya tadi?" batin Devan sambil memegangi dadanya tangan sebel kirinya, sedang yang kanan sedang memangku dagu dengan suku bersandar di pintu mobil dan menghadap ke luar jendela. Ia ingin kembali bertemu dengan anak kecil tadi, ia yakin ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
*****
Maaf ya baru up, levelnya baru di naikin lagi soalnya 🤭 .
Note: Ini menceritakan perjalanan kisah Devan dan Dara aja ya, jika lupa siapa itu Devan? Devan adalah keponakannya Alex mantan pacarnya Sherly, dan Dara adalah sahabatnya Sherly. Dalam waktu sebulan full bakalan up terus lalu beneran tamat akhir bulan. 🤣🤣🤣
__ADS_1