Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 121


__ADS_3

"Dokter, bagaimana keadaan anak saya? Dia baik-baik saja kan?" tanya bunda Fatimah setelah dokter keluar dari ruangan operasi setelah 3-4 jam lamanya.


Dokter tersebut melepaskan master terlebih dulu, ia tersenyum lega menatap wajah was-was ibu Fatimah.


"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Anak ibu selamat dari masa kritisnya dan sekarang dia masih dalam keadaan belum sadarkan diri. Kita doa kan saja semoga Abian cepat siuman," jelas sang dokter.


Ibu Fatimah menangis bahagia, ia benar-benar bersyukur karena anaknya selamat dari maut. Bukan hanya ibu Fatimah dan suaminya aja. Di sana masih ada keluarga yang lain juga Keyra dan Leo masih menunggu.


"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih," ucap Keyra bersyukur, Leo yang masih setia memeluknya juga merasa lega.


"Terima kasih Nak, jika bukan karena kamu. Ayah tidak tahu lagi apa yang terjadi pada Abian. Sekali lagi terima kasih banyak ayas kebaikan kamu," ucap Ayah Yusuf ke pada seorang gadis cantik berhijab itu. Ayah Yusuf berhutang budi padanya.


"Jangan berterima kasih pada Zahra, Ayah. Tapi berterima kasih lah pada Allah. Allah lah yang telah menyelamatkan Mas Abi, jika bukan karena izin darinya, darah Zahra tidak akan ada apa-apanya," ucap gadis yang bernama Zahra tersebut dengan nada lembut.


Ayah Yusuf mengangguk, tetapi tetep saja ia berhutang budi padanya.


"Zahra, kamu memang gadis yang baik. Sebab itulah Bunda sangat menginginkan kamu menjadi bagian dari keluarga kita. Akan tetapi sekarang Bunda tidak ingin memaksa Abian lagi, Nak. Jika Abian tidak ingin menikah denganmu, Bunda minta maaf." Ibu Fatimah berkata lirih, ia menjadi tidak enak dengan kebaikan Zahra. Tetapi ia tidak ingin kembali memaksa anaknya untuk menikahinya. Ia tidak ingin egois lagi, kejadian ini cukup membuatnya sadar.


"Tidak usah pikiran masalah itu Bunda, Zahra mengerti. Tidak apa jika Mas Abi mencintai orang lain, Zahra ikhlas kok. Asal mas Abian bahagia," jawab Zahra tulus dengan senyum di wajahnya tanpa ada kekecewaan sama sekali.


"Ya Allah, alangkah baiknya hatimu Nak? Andai Abian bisa melihat betapa mulianya hatimu," ucap ibu Fatimah memeluk Zahra. Sedangkan gadis iyu hanya tersenyum membalas pelukan ibu dari laki-laki yang ia cintai.


"Calon nya mas Abian baik banget ya Le, andai dia tau," ucap Keyra yang terus memperhatikan Zahra.


"Kamu juga baik kok, maka dari itu Abian sangat menyukaimu. Aku nya saja yang bodoh tidak pernah melihatmu dulu," jawab Leo, Keyra menoleh padanya menatapnya dengan tatapan intens.


Ibu Fatimah melirik arah Keyra dan Leo yang duduk di kursi tunggu, ia melepaskan pelukan dari Zahra lalu berjalan ke arah Keyra. Keyra yang melihat ibu Fatimah menghampiri dirinya, ia menjadi gugup.


"Keyra," panggil ibu Fatimah duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"I-iya, Bu," jawab Keyra benar-benar gugup. Ini kali keduanya mereka bertatap muka.


"Maafkan kesalahan Ibu waktu itu ya, Ibu benar-benar menyesal." lirihnya malu, ia benar-benar malu pada diri sendiri yang telah menghina, mencaci dan mengancam Keyra beberapa minggu yang lalu, ia mengancam agar Keyra menjauhi anaknya. Perbuatan itu benar-benar membuatnya malu sekarang.


Keyra tersenyum sembari menggeleng, ia sudah memaafkan tentang kejadian itu. Karena ia juga salah karena sudah melibatkan Abian dalam hidupnya.


"Keyra sudah memaafkan dan melupakan kejadian itu, Bu. Ibu tidak salah, wajar saja ibu seperti itu karena janda seperti Keyra memang tidak pantas untuk anak Ibu," jawab Keyra.


"Tidak Nak, Abian sangat mencintai kamu dan sangat menginginkan menikah denganmu. Ibu tidak mau lagi memaksanya, jika Abian menginginkan kamu menjadi istrinya, Ibu akan merestui kalian sekarang," ucap ibu Fatimah membuat Keyra benar-benar terkejut.


Leo yang mendengar mencoba menahan amarahnya yang tertahan di tenggorokan, tangannya terkepal kuat. Namun ia mencoba untuk menahan agar tidak terpancing emosinya. Sedangkan Zahra hanya menunduk diam.


"Tidak mungkin Bu, Keyra tidak mencintai maa Abian. Keyra tidak ingin menikah dengan cinta sebelah pihak saja. Sudah cukup Keyra rasakan dulu, dan itu sangatlah menyakitkan. Keyra tidak ingin maa Abian merasakan yang sama seperti Keyra," tolak Keyra halus.


"Tapi, Nak."


"Kamu sebaiknya pulang aja, kasihan anak kamu terlalu lama di tinggal," ucap ibu Fatimah.


Benar, Keyra sudah terlalu lama meninggalkan Adam di rumah bersama pelayan dan neneknya. Tetap beberapa jam yang lalu ia sempat telpon, dan Adam sudah tidur serta tidak menangis. Ia sedikit lega mendengarnya.


"Iya, Bu. Besok kami ke sini lagi," jawab Keyra, dan di angguki oleh ibu Fatimah.


"Abdul, tolong antar mereka ya," perintahnya pada pak Abdul.


Leo dan Keyra sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke rumah. Keyra bersandar di bahu Leo dengan Leo yang menarik dirinya. Ia kepikiran dengan ucapan Abian yang mau mintanya rujuk kembali pada Leo dan mantan suaminya itu menyetujuinya kala itu. Dan sekarang, Abian sudah selamat dari kritisnya, lalu bagaimana dengan permintaan itu? Keyra terus menerus mikirin itu, ia tidak ingin berharap lebih sekarang karena ia tahu jika Leo tidak mencintai dirinya.


"Terima kasih, Pak," ucap Leo dan Keyra bersama setelah sampai di depan rumah.


"Kamu mau langsung pulang ke penginapan?" tanya Keyra canggung. Leo tersenyum, tangannya mengelus wajah Keyra lembut.

__ADS_1


Jantung Keyra berdebar sekarang, salah tingkah pastinya. Ia ingin bertanya tentang masalah ucapan Abian. Tapi ragu.


"Em, Le. Mengenai ucapan mas Abian tadi ...."


"Aku serius," jawab Leo cepat, Keyra yang tadinya tidak berani menatap Leo, kini langsung mendongak.


"Aku serius ingin rujuk sama kamu Keyra, sebenarnya tanpa pintaan dari Abian aku memang ingin rujuk kembali sama kamu, hanya saja belum menemukan waktunya yang tepat untuk mengungkapkan," ucap Leo serius, Keyra menatap kedua mata Leo untuk mencari kebohongan di sana. Namun sayangnya hanya kejujuran yang ia dapatkan.


"Kenapa? Bukanya kamu tidak mencintaiku? Dan membenci diriku setelah apa yang aku lakukan pada kalian waktu itu?" tanya Keyra ingin penjelasan.


Leo meraih kedua tangan Keyra dan menggenggam nya erat." Aku minta maaf karena sudah menyia-nyiakan kamu. Dulu aku memang benci dan kecewa dengan perlakuan kamu, sehingga aku tidak pernah ingin melihat diri kamu seperti apa, karena rasa benci aku ke kamu. Bahkan aku sempat menyukai seseorang gadis sewaktu kita masih bersama," ucap Leo jujur, ia menyesal karena itu.


Keyra tersentak tak percaya dengan ucapan Leo.


"Lalu sekarang?"


"Semuanya hilang dengan seiringnya waktu berjalan setelah aku lalu hari -hari bersama kamu dan Adam. Hati dan pikiran aku sudah terpenuhi dengan kalian berdua. Dan tentangnya sudah terganti menjadi tentangmu, aku tidak bisa memungkiri hati aku jika aku sudah jatuh cinta padamu." jujur Leo bersungguh-sungguh.


"Keyra, aku tau ini benar-benar terlambat untukku. Aku sadar ternyata aku mencintaimu, di saat melihat kamu bersama laki-laki lain hatiku panas, melihat laki-laki lain menggendong Adam aku murka, dan aku sadar ternyata aku mencintai kalian berdua. Aku minta maaf karena tidak pernah melihat betapa besarnya cinta kamu untukku, dan aku terlalu larut dengan hatiku yang terluka dan hati yang penuh amarah serta kebencian sehingga tidak bisa terbuka untukmu." Leo menghentikan ucapannya menatap serius Keyra yang sudah menitikkan air mata.


"Keyra, aku akui jika aku adalah laki-laki egois dan tidak berperasaan karena telah mengabaikan kamu saat mengandung anak kita, bahkan tega menalak kamu saat masih dalam keadaan hamil. Aku benar-benar minta maaf." Leo menangis menyesal atas perbuatannya dulu, karena sudah di buta kan oleh rasa benci dan amarah sehingga ia menjadi lelaki tak berperasaan. Namun semuanya ia sadar setelah melihat lebih dekat lagi sosok Keyra, yang semakin berusaha menjadi ibu yang baik untuk anaknya, dan justru ia malah jatuh cinta setelah Keyra tidak lagi mengejarnya.


"Leo ...."


"Kamu mau kan rujuk kembali sama aku? Aku janji akan memperbaiki semuanya dan akan memberikan cinta dan kebahagiaan untukmu dan anak kita ... mungkin nambah beberapa anak juga boleh sih, 2-3 lagi lah," ucapnya membuat Keyra tertawa mendengar ucapan Leo yang terakhir.


Leo tersenyum lalu mengecup kedua tangan Keyra cukup lama.


"Mau kan?" tanya Leo sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2