
Sera dan Angga masuk kedalam rumah, di sana masih begitu berantakan, penuh debu dan bekas kayu-kayu masih berserakan di lantai. Angga tersenyum melirik kearah istrinya. Ia cemas kalau nanti wanita itu kecapean.
"Sayang, biar aku aja ya yang beresin. Kamu duduk aja gih! "ujar Angga pelan.
" Emangnya aku ratu cuma jadi penonton dan perintah aja, ini rumah kita dan sudah menjadi tugas kita untuk membersihkannya. Ayo kita sama-sama melakukannya, dan jangan coba -coba larang aku lagi! "jawab Sera tak ingin di bantah.
Angga menghembuskan nafasnya pasrah," baiklah tuan putri, tapi jangan di paksa ya, kalau udah capek kamu harus istirahat! "
" siap pak bos. "Sera memberi hormat tegas sambil menahan senyumnya. Angga gemes lalu ia hendak mendekatkan kepalanya, apa lagi kalau bukan cium.
" Eiiits... kerjaan masih banyak, di larang cium-cium sekarang ini! "ujar Sera menutup mulut suaminya dengan satu tangan.
Angga merenggek tak suka," sayang, pleace... sekali aja ya? aku butuh semangat nie buat kerja keras hari ini. Kalau gak kasih energi nanti aku lemes loh! "
Sera memutar bola matanya malas, kemudian ia mengangkat satu hari dan menggelengkan Kepala.
" Sayang, aku ngambek nie? "ucap Angga cemberut.
" Dih, ada gitu orang ngambek, ngomong? "ejek Sera.
__ADS_1
" Ita, biar kamu tau kalau aku sekarang lagi ngambek... Hmmmp!"Angga membuang mukanya merajuk.
Sera menghela mengalah , ia berjinjit dan menangkup kedua pipi Angga, lalu menariknya sedikit agar menunduk dan bibir mungil yang kenyal terasa hangat itu menempel di kening Angga begitu lembut dan cukup lama.
Dug.... dug.... dug...
Tolong, siapa saja tolong Angga. Saat ini ia sangat membutuhkan jantung cadangan agar berhenti berdetak kencang seakan mau meledak layaknya bom atom...
"Sudah kembali semangat, bukan? "ucap Sera setelah selesai mencium Angga.
" Tidak, ini masih tidak cukup! "Angga menarik tengkuk Sera dan langsung mencium dalam bibirnya sedikit kasar. Menerobos masuk rongga dalam mulut dan membelit dan menghisap lidah Sera di dalam sana.
" Emmmmm.... mas... udah... "
" "Dasar... mesum! "Sera memukul dada suaminya, gantian ia yang sekarang cemberut.
" Hahahaha, jangan cemberut dong. Nanti aku cium lagi nie? "goda Angga.
" Maaaaas! "
__ADS_1
Angga kembali tertawa, lalu ia beranjak mengambil kayu-kayu di lantai. Semangatnya kembali terisi penuh, ia pun langsung membersihkan rumah dengan cepat agar secepatnya bisa tinggal di rumah baru nya dengan sang istri hanya berdua. Angga pun tak ada henti -hentinya tersenyum membayangkan betapa indahnya menikmati waktu bersama di rumah ini dengan istri tanpa ada gangguan lagi... "Aaah jadi tidak sabar"
Sera menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya, ia mengambil sapu lalu memulai menyapu dari ruang tamu, kedua kamar dan terakhir di dapur...
Keduanya begitu kompak membersihkan rumah, berkerja sama, saling membantu. Tak ada keluh kesah capek apa lagi lelah. Semuanya terasa nikmat bekerja bersama bahkan Angga selalu menggoda atau bersikap jahil kepada Sera. Jadi rasa capek dan lelah tadi tak terasa....
Di saat sepasang suami istri itu sedang bekerja keras membersihkan rumah baru mereka. Beda lain hal nya dengan Leo. Lelaki itu kini masih berada di jalan hendak menuju kantor. Namun pada saat ia lengah sedikit, hingga membuatnya nyaris saja menabrak seseorang. Untungnya ia sempat menginjakan rem mobil tersebut.
"Astagfirullah! "Leo cepat - cepat langsung turun, ia melihat keadaan orang di depan mobilnya yang sedang berjongkok menutup kedua telinganya dengan tangan dan memejamkan mata.
" K-kamu gak apa-apa? "tanya Leo khawatir, ia menyentuh pundak perempuan itu.
Perempuan itu menoleh, raut wajah ketakutan begitu terlihat. Leo merasa bersalah seketika.
" Maafkan saya, saya sungguh tidak sengaja! "sesal Leo. Perempuan itu bangkit, dengan kaki masih gemetar ia melangkah tanpa mengucapkan sekata patah pun. Leo bengong menatap kepergiannya.
" Eh... mbak, tunggu!"Leo tersadar, ia pun segera mengejar perempuan itu.
"Kita ke-rumah sakit ya? "ajak Leo memaksa, ia takut perempuan itu kenapa -napa karena ulahnya.
__ADS_1
" Tidak perlu, aku nggak apa -apa? "tolak nya.
" Nggak, tubuh kamu gemetar, aku yakin kamu gak kenapa -napa sekarang. Ayo ikut aku, kita ke rumah sakit sekarang! "Leo menarik tangan perempuan itu, dan membawanya masuk kedalam mobil, lalu menjalankan mobil dan pergi menuju rumah sakit tanpa mempedulikan penolakan dari perempuan itu.