Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, ikutan juga.


__ADS_3

"Ada yang ingin menjelaskan sama kami tenteng rencana kalian?" ujar Bagas ikut mencela.


Ke empat wanita itu pun tertunduk tak berani menatap suami mereka.


"Kenapa tiba-tiba kompak jadi bisu?" lanjut Angga menginterogasi menatap intens pada istrinya.


"Sayang?" panggil Angga kembali. Sera pun memberanikan diri untuk mendongak.


"Maaf," cicit keempat nya kompak meminta maaf pada suami masing-masing.


"Wah, ternyata bukan hanya arisan ya yang kompak. Tapi bikin rencana untuk mengerjai ibu hamil pun tak kalah kompaknya, patut di kasih piala," imbuh Bobby memuji sembari bertepuk tangan. Tetapi bukan haru yang di rasakan Dewi karena di puji, melainkan takut.


"Kenapa kalian gak berpikir panjang, gimana kalau kandungan Lily kenapa?" ujar Leo tak habis pikir. Dirinya saja membayangkan akan seperti apa sesak nya di dada, apa lagi pada seorang wanita yang sedang hamil.


Lagi-lagi keempat wanita itu tertunduk dengan penuh penyesalan.


"Bikin kejutan boleh, mau bikin pesta meriah juga boleh. Tapi jangan terlalu berlebihan, dan sekarang! Anak-anak berkelahi seperti ini, bahkan mau pisah cuma gara-gara salah paham aja. Apa yang bisa kita lakukan jika itu beneran terjadi!" celoteh Bagas menasehati sembari menghela nafasnya.

__ADS_1


Tak ada suara atau komentar dari keempat wanita itu yang kini sudah menangis karena merasa bersalah.


Angga sebenarnya tidak tega melihat air mata sang istri tumpah dari kelopaknya. Tapi mau gimana lagi, pertama, untuk menasehati mereka supaya tidak lagi melakukan hal yang berbahaya seperti yang di bayangkan. Kedua, supaya tidak lagi melakukan hal yang sama di tahun berikutnya. Dan ketiga karena ancama.


Ancaman ibu hamil yang memaksa mereka untuk bermain peran pun harus di turuti meski akan membuat para istri mereka akan menangis nantinya.


Ancaman ibu hamil lebih menakutkan ternyata.


Flashback sebelum keempat wanita itu datang.


"Halo Pah," ujar Sherly menelpon papannya dan ternyata menyambung pada ketiga pria tua lainnya.


Sherly pun menceritakan kisah rencana kejutan dari para emak-emak pada bapak itu.


"Tapi kamu dan beby gak kenapa-napa?" tanya Bobby khawatir.


"Aku gak apa-apa, walaupun tadinya sempat stres dan mau pisah sama Mas Alex. Tapi untung mas Alex langsung jujur, coba kalau enggak? Mungkin meja hijau sedang di cet sekarang," jawab Sherly. Dan para lelaki itu menghela nafasnya sudah tidak heran lagi dengan kelakukan para istri mereka.

__ADS_1


"Terus sekarang kami harus apa?" tanya Leo.


"Akting!" jawab Sherly.


Sherly pun memaksa keempat lelaki itu untuk berpura-pura marah pada istri mereka setelah nantinya ia bercerita seketika sudah berhadapan dengan emak-emak rempong itu. Awalnya Angga menolak berat, begitu juga dengan Leo yang tak tega. Tetapi dengan ancaman Sherly yang tidak akan mau melihat mereka lagi dalam 10 bulan berhasil membuat para lelaki itu patuh. Dari pada gak ketemu anak cucu, mending pura-pura malah yang hanya sehari saja pada istri mereka.


Flashback off.


****


"Kalian benar -benar keterlaluan. Kemana pikiran kalian hah?" bentak Angga sangat serius. Bahkan sampai membuat Sera tersentak.


"Aduh sayang, pliease jangan nangis. Ini akting doang, benaran deh, suer." batin Angga yang panik melihat istrinya menangis sesegukan.


Angga melirik Sherly untuk menyudahi sandiwara ini karena tak tega. Sherly yang paham pun menghela nafasnya puas.


"Yaudahlah, kali ini Lily maafkan. Tapi jangan di lakukan lagi ya, Lily capek mau masuk dulu, kalian bisa selesaikan masalah sendiri kan?" ujar Sherly santai lalu mengajak Alex masuk yang membuat para emak-emank itu bengong menatapnya.

__ADS_1


*****


Selamat hari raya idul adha semuanya. Maafkan jika ada salah kata ya 🙏🏻🙏🏻 semoga semuanya di beri kesehatan. 😊😊🥰


__ADS_2