Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 12


__ADS_3

Raja sangat penasaran dengan siapa dia akan menikah.


Diska pun mulai menyantap makanan yang sudah dibawakan oleh mamanya, lalu setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah dibawa oleh Ranisa tadi.


Ranisa hanya diam saat melihat apa yang sudah terjadi pada semua kakak kembarnya.


Dia mulai mengkhawatirkan dirinya sendiri, Ranisa juga membayangkan bahwa dirinya juga akan dinikahkan secara paksa oleh kedua orang tuanya.


"Kamu kenapa diam saja, Sayang?" tanya Kayla pada putrinya yang duduk di sampingnya.


"Hah?" Ranisa tersadar dari lamunannya.


"Apa, Ma. Apa aku juga akan dinikahkan secara paksa?" lirih Ranisa.


Dia sendiri tidak tahu apa yang baru saja diucapkannya.


"Apa, Sayang?" tanya Kayla bingung mendengar ucapan Ranisa yang tidak begitu jelas didengarnya.


"Eh, enggak ada apa-apa kok, Ma," jawab Ranisa.


Setelah menunggu beberapa menit, Raja keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan pakaian yang diberikan Kayla padanya.


"Anak mama tampan sekali," puji Kayla.


Ranisa tersenyum melihat abangnya yang sudah rapi.


"Ya udah, yuk kita ke bawah. Penghulu sudah datang," ajak Kayla.


Raffa sudah memberitahu istrinya tentang kedatangan penghulu lewat pesan di aplikasi hijau.


Raja pasrah, kini dia melangkah keluar dari kamar yang ditempatinya, dia mengikuti langkah mamanya yang kini menuruni anak tangga.


Saat Raja turun dari tangga, semua orang sudah berkumpul di sebuah ruangan yang luas, yang mana di tengah-tengah ruangan itu tersedia sebuah meja yang akan digunakan untuk mengucapkan ijab Kabul.


Di saat itu juga, Kanaya melihat sosok Raja. Jantung Kanaya berdetak dengan cepat, dia tak menyangka suaminya memiliki saudara kembar.


"Ra-ju Ra-ju Ra-ja-Ra-ja," lirih Kanaya di dalam hati.


Kini dia menyadari bahwa pria yang yang menikah dengannya bukanlah pria yang dicintainya selama ini.


"Wajar suamiku bersikap dingin padaku, apakah pria itu yang bernama Raja?" lirih Kanaya bertanya-tanya di dalam hatinya.


Saat Kanaya menatap dalam pria yang kini melangkah menuruni satu per satu anak tangga, mata Raja pun tertuju pada istri saudara kembarnya.


Tatapan mereka saling beradu, jantung mereka saling berdegup kencang. Dua hati yang terpaut dalam cinta yang terpendam selama ini seketika bergejolak.


Sorotan mata mereka saling menyimpan rasa yang bertahun-tahun mereka simpan di hati mereka masing-masing.

__ADS_1


Raju melihat hal itu, dia yakin kini sang istri tengah memperhatikan sosok saudara kembarnya yang kini berjalan berdampingan dengan wanita yang paling berarti dalam hati Raju.


Raju tertunduk, dia tahu wanita yang sudah ditakdirkan mendampingi hidupnya adalah pilihan dari wanita yang sangat dihormatinya di dunia ini.


Raja terus digiring menuju meja yang kini sudah duduk penghulu dan Reza di sana.


Kayla mendudukkan Raja di depan penghulu, setelah itu dia melangkah mendekati Raffa.


"Sayang, sebentar lagi Raja akan menikahi Kania, semoga pernikahan mereka diberkahi, aamiin," lirih Kayla di telinga sang suami.


Raffa tersenyum.


"Aamiin, semoga mereka bahagia," ujar Raffa menanggapi ucapan sang istri.


Sementara itu di kamarnya, Kania sudah didandani dengan mengenakan kebaya putih dan dipadu padankan dengan songket batik.


Make up yang dikenakannya cukup natural, sehingga mengesankannya pernikahan itu dilaksanakan dengan cara yang sangat sederhana, meskipun mereka merupakan orang yang sangat kaya Raya.


Ayah Kania merupakan pemilik beberapa resort yang ada Yogyakarta dan Bali.


Tak lupa juga Resort keluarga Reza yang ada di Sumatera Barat tepatnya di kawasan Mandeh, permintaan dari sang sahabat mereka pun menikahkan putri mereka dengan cara yang sangat sederhana.


Wajah Kania kini ditutupi niqob sebagai surprise untuk sang suami setelah mengucapkan ijab kabulnya nanti.


"Bu," lirih Kania sebelum dia dipanggil turun ke lantai bawah.


Kania ditemani Lisa di dalam kamar.


Lisa menatap sendu pada putrinya, dia tahu apa yang kini dirasakan oleh sang putri, tapi dia juga yakin putrinya akan bahagia hidup bersama putra dari sahabatnya.


Lisa tahu betul asal usul keluarga Raffa dan Kayla, dia ingin putrinya terjaga dalam keharmonisan keluarga Kayla dan Raffa.


"Nia takut," lirih Kania.


Lisa pun merangkul pundak putri bungsunya.


"Kamu tenang saja, calon suamimu merupakan pria yang baik. Dia sangat menghormati wanita, jadi kamu harus ikhlas menerima perjodohan ini," nasehat Lisa.


Lisa memeluk tubuh putrinya dengan erat, dia terus berusaha menenangkan sang putri yang kini risau dalam menghadapi perjodohan yang ada didepan matanya.


Pernikahan yang mendadak diputuskan secara tiba-tiba oleh kedua orang tuanya, pernikahan yang tersembunyi tanpa dirancang dengan kemewahan yang selama ini diimpikan oleh Kania.


"Apakah mempelai pria sudah siap untuk menikahi putri bapak Reza Rahardian?" tanya Penghulu pada Raja yang kini duduk di hadapannya.


Lagi-lagi pernikahan Raja diselenggarakan dengan menyembunyikan sosok mempelai wanita, mereka akan menghadirkan mempelai wanitanya setelah akad nikah selesai.


Sebenarnya Raja ingin tahu siapa wanita yang akan menjadi istrinya, tapi sama halnya dengan Raju begitu juga yang dialaminya.

__ADS_1


Mau tak mau Raja harus menjawab pertanyaan dari sang penghulu.


"Siap, Pak," sahut Raja tegas.


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai akad nikahnya," ujar si penghulu.


Prosesi akad nikah Raja dan Kania pun dimulai dengan khidmat, Ranisa sebagai pembaca Alquran dalam acara yang paling penting bagi abangnya.


Semua orang ikut khidmat mengikuti acara tersebut.


"Baiklah, sekarang masuk pada acara yang kita tunggu, yaitu pengucapan ijab kabul," ujar penghulu.


Penghulu mengajari Reza dan Raja dala pelafalan ijab kabul sebelum mereka benar-benar mengucapkannya.


"Saya nikahkan putri saya yang bernam Kania Anggraini binti Reza Rahardian dengan 10 gram emas 24 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai," ujar Reza mengucapkan lafal Ijab dengan lantang dan tegas sesuai dengan yang diajari penghulu tadi.


"Saya terima nikahnya Kanaya binti Reza Rahardian dengan mahar tersebut dibayar tunai," ucap Raja dengan tegas.


Semua orang saling berpandangan. Mereka teringat dengan kesalahan yang sama dilakukan oleh Raju.


Deg, jantung Kanaya semakin berdegup dengan kencang saat Raja melafalkan namanya dalam ijab kabulnya.


Kanaya yakin, Raja memiliki rasa yang sama dengan dirinya selama ini, tapi rasa itu hanya terpendam di dalam hati mereka masing-masing.


"Ada apa dengan mereka?" gumam Alex di dalam hati.


Alex melihat ada yang salah dalam pernikahan yang dilakukan oleh dua keponakannya.


"Maaf, Nak Raja. Mempelai wanitanya bernama Kania bukan Kanaya." Penghulu mengingatkan Raja.


"Maaf," lirih Raja.


"Baiklah, kita ulangi lagi." Penghulu kembali menuntun wali nikah dengan pengantin wanita.


"Saya nikahkan putri saya yang bernama Kania Anggraini binti Reza Rahardian dengan 10 gram emas 24 karat dan seperangkat alat shalat dibayar tunai," ujar Reza mengulangi ucapan Ijab dengan lantang dan tegas.


"Saya terima nikahnya Kania binti Reza Rahardian dengan mahar tersebut dibayar tunai," ucap Raja mengucapkan lafal kabul.


"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada kedua saksi.


"Sah," sahut kedua saksi serentak.


"Alhamdulillah," ucap Penghulu.


Setelah itu penghulu pun menuntun semua tamu yang hadir membacakan doa terbaik untuk kedua mempelai.


Setelah membacakan doa penghulu meminta orang tua mempelai wanita untuk membawa mempelai wanita ke hadapan mempelai pria.

__ADS_1


Jantung Raja berdetak dengan kencang, dia penasaran dengan wanita yang sudah sah menjadi istrinya.


Bersambung...


__ADS_2