
Angga menjalankan mobilnya membelah jalan dengan kecepatan agar segera sampai ke rumah. Rasa rindu begitu mengganggu dirinya hingga tak sabar ingin cepat-cepat bertemu dengan sang istri tercinta.
Aah... lampu merah begitu terasa sangat lama. Padahal hanya 360 detik tetapi seakan berasa selama satu tahun menunggu. Ingin Angga berteriak, dan memakai lampu merah tersebut. Kenapa harus tercipta lampu berwarna merah? kenapa tidak selalu ijo saja. Pikiran gila pun menjadi aneh sangking rindu nya tadi pada sang istri.
Setelah cukup lama menanti lampu kembali hijau, Angga pun langsung menambahkan kecepatan mobilnya hingga pada akhirnya sampai di depan rumah dan langsung buru-buru masuk kedalam tanpa mempedulikan lagi mobilnya terparkir sembarangan tempat. Bukan lagi di depan rumah melainkan di depan rumah orang.
"Sayang..."teriak Angga dengan lantang hingga suaranya menggema.
"Sayang, kamu di mana? "lagi-lagi lelaki itu berteriak memanggil istrinya, lalu berlari menaiki anak tangga, sangking buru -burunya Angga pun tersandung dan kakinya pun terbentur ke anak tangga.
" Sial, siapa sih yang meletakkan anak tangga di sini! bikin kesel aja, "omel Angga pada anak tangga yang tak bersalah itu.
Mendengar suara teriakan dari luar, Sera pun penasaran lalu membuka pintu kamarnya dan melihat sang suami sedang mengomeli anak tangga, Sera pun menghampiri.
" Mas, kamu kenapa? "tanya Sera.
Angga mendongakkan kepalanya, lalu tersenyum lebar kemudian kembali melangkah lalu memeluk erat istrinya dan mengangkat nya sedikit kemudian berputar -putar.
" Sayang, aki merindukanmu. Sangat -sangat merindukanmu, "lirihnya menangkup kedua pipi Sera lalu mengecup bibirnya lembut mengobati rasa rindu yang menggebu seakan berpisah sekian tahun lamanya.
" Mas, kamu ini kenapa sih? "Sera pun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya.
" Aku merindukanmu, sayang. Emangnya kamu gak rindu sama aku? "ucap Angga sedikit sewot.
" Iya, tapi gak lebay juga keles, lagian kita pisah baru beberapa jam doang loh!"Sera tak habis pikir.
"Jadi kamu gak rindu sama aku? "Angga merajuk.
Sera terkekeh, ia gemes dengan suaminya.
" Dasar kekanak-kanakan, gemes banget sih?"Sera mencubit kedua pipi suaminya lalu ia berjinjit dan mengecup sekilas bibir suaminya tersebut,"aku juga merindukan kamu, mas. "
Rajuk Angga kini memudar, ia kembali tersenyum lebar lalu kembali mengecup bibir istrinya lembut.
" Aku pikir tadi kamu gak jadi pulang, anter aku ke kampus? "ucap Sera.
" Jadi dong, mana mungkin aku ngebiarin kamu pergi ke kampus seorang diri. Kamu itu sekarang udah menjadi tanggung jawab aku, jadi kemana pun kamu mau pergi, harus sama aku, ngerti? "
__ADS_1
Sera menghela dan mengangguk pasrah, suaminya mulai overtektif padanya.
" Iya mamasku yang ganteng, yang imut, yang gemesin. "
Angga kembali memeluk istrinya, tidak bisa rasanya jika tidak memeluk atau mencium. Rasa tubuh seakan gatal jika sedetik saja tidak menyentuh istrinya tersebut seolah menjadi candu baginya.
" Mas, aku mau ganti baju loh, "ucap Sera.
" Ganti baju? "Angga semangat," yaudah ganti aja di sini? "
Sera memutar bola matanya kemudian mendesah," kalau ganti baju di sini, nanti kamu nafsu! Aku gak jadi kuliah dong nanti nya. "
" Ya iyalah, siapa yang gak nafsu kalau istrinya cantik, imut dan seksi seperti kamu?"
"Tuhkan... sana keluar, "usir Sera sidah dapat menebak.
" Gak mau, aku mau di sini aja. Jangan usir aku keluar dong , kan aku suami kamu loh!"rengek Angga.
"Dasar, suami mesum. "gumam Sera menggerutu, Angga hanya terkekeh lalu ia merebahkan dirinya di kasur.
Sera melepaskan bajunya, dan hanya menyisihkan dalamam saja. Angga memperhatikan, ia berkali-kali menelan ludahnya. Jiwanya menjerit, dan si gundul sudah bangun berdiri tegak dengan gagah meronta-ronta.
" Astagfirullah Mas, dasar mesum... "
Di dalam mobil, Sera mengerucutkan bibirnya sepanjang jalan.
" Sayang, sayang liat mas dong. "bujuk Angga lalu meraih tangan istrinya dan menggenggamnya erat kemudian mengecupnya.
Sera tak mau denger, ia membuang mukanya ke luar jendela. Sekarang sudah hampir telat, gara-gara suaminya begitu nafsu dengan dirinya hingga melakukan olahraga di siang bolong dengan waktu cukup lama. Pinggang terasa sakit, bahkan kedua paha begitu ngilu. Mau jalan pun agak kesusahan, malam sudah melakukan beberapa ronde dan pagi-pagi nya pun masih lanjut, eh siang hari juga tak mau ketinggalan, gimana hati tidak kesal dan marah.
"Sayang, kamu jelek loh kalau cemberut begitu, "Angga mencoba kembali merayu.
" Yaudah kalau jelek gak usah di liat. "Sera semakin sewot.
Angga menelan ludahnya kasar, istrinya tambah merajuk. Ia pun kebingungan untuk membujuknya.
" Sayang jangan marah lagi ya, aku minta maaf deh. "usaha Angga membujuk tak menyerah.
__ADS_1
Sera tak bergeming, boro-boro menjawab, menoleh aja nggak mau. Angga menghela.Ini semua salah di gundul, kalau saja tidak bangun, istrinya itu pasti tidak akan merajuk padanya.
" Hem.. "jawab Sera tidak tulus.
Angga menepikan mobilnya, Sera menoleh pada suaminya." Kenapa berhenti? kamu sengaja mau bikin aku semakin telat? "omel Sera.
" Bukan gitu, hanya saja... "
" Hanya apa? buktinya kamu menghentikan mobilnya. Mau ngapain lagi? nanti aku tambah telat dan kena hukum, itu mau kamu?"
Angga menarik nafasnya, lalu ia menarik tangan sera dan mengecup bibirnya agar istrinya itu tak lagi mengoceh.
"Kita udah sampai sayang, emang kamu gak kenal ini ada di mana? "ucap Angga lembut, Sera langsung membuka kaca mobil dan melihat, ternyata sudah ada di depan kampusnya sendiri. Malu, itulah yang di rasakan saat ini.
" Masih mau ngomel lagi? "ledek Angga menahan senyumnya.
" Kamu sih. "Sera memukul lengan suaminya malu sendiri. Angga tertawa lalu menarik Sera kedalam pelukannya.
" Aku minta maaf ya, jangan marah lagi. Aku gak tahan kamu ngediamin aku seperti tadi,"pinta Angga.
"Tapi jangan kayak tadi lagi, kan waktu mepet kamu malah enak-enakan gak mikirin aku."ucap Sera.
"Iy sayang aku salah, aku minta maaf ya. Janji gak ngulanginnya lagi."
Sera mengangguk, lalu ia tersenyum tulus memaafkan suaminya walaupun tidak yakin janji itu akan di tepati mengingat nafsu suaminya yang tak ada habisnya.
"Yaudah aku masuk dulu ya,"pamit Sera.
"Iya sayang, belajar yang pinter ya. Tapi matanya jangan genit-genit loh sama laki-laki lain. "ancam Angga mulai posesif.
" Suami aku jauh lebih maco, lebih keren lebih gagah. Buat apa lagi aku lirik yang lain kalau di depan mata sudah ada, "jawab sera meyakinkan. Angga tersenyum puas,
" Iya sayang, aku percaya. Kalau ada apa-apa hubungi aku ya. Nanti pulangnya aku jemput."
"Iya mas, assalamualaikum. "Sera mencium tangan suaminya.
" Waalaikumsalam, dah sayang."
__ADS_1
Sera melambaikan tangan, lalu masuk kedalam, dan Angga belum menjalankan mobilnya sampai Sera benar-benar menghilangkan dari pandangannya baru lah ia menghidupkan mobilnya dan kembali menuju rumah sakit. Pasti saat ini sahabat sekaligus mertuanya itu sedang mengoceh-ngoceh di sana.
"Anggaaaaaaa..... "