Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 115


__ADS_3

"Aku akan membawa Keyra dan Adam pulang ke jakarta!" ulang Leo serius menatap keduanya.


"Kamu jangan bercanda ya Le, aku gak setuju kalau Keyra dan Adam kamu bawa ke Jakarta. Apa-apaan kamu!" geram Abian protes.


"Kenapa? Aku ayahnya Adam. Aku ingin lebih dekat dengannya ... "


" Tapi kau sudah menyerahkan mereka padaku, kan?" protes Abian geram.


"Aku berubah pikiran," jawab Leo seraya tanpa dosa, dan membuat Keyra tersentak atas jawabannya Leo. Apa maksudnya?


Abian habis kesabarannya. Ia menarik baju Leo geram menatapnya tajam.


" Maksudnya apa Leo? Apa kau ingin menelan ludahmu kembali, yang sudah kau buang, kau injak, hah?"


Leo tersenyum sinis, ia menepis tangan Abian dari bajunya." Kalau iya kenapa? Apa kau takut kalah saing denganku?" tentangnya.


"Kau laki-laki brengs*k. Bagiamana bisa kau melakukan itu?" kesal Abian, mengapa lelaki di hadapannya ini menjadi sangat menyebalkan hari ini. Sudah jelas hari minggu kemarin keluar dari mulut laki-laki itu sendiri jika dia menyerahkan Keyra dan Adam padanya. Lalu sekarang apa? Abian tak habis pikir.


"Aku baru sadar jika aku tidak bisa berjauhan pada Adam. Sebab dari itu aku akan membawa mereka ke Jakarta agar aku bisa mengawasinya langsung," jawab Leo serius, tentu saja membuat Abian mengepalkan kedua tangannya.


"Kau jangan egois, Leo! Kalian sudah berpisah, tidak mungkin untuk tinggal bersama lagi. Dan lagipula, di Jakarta Keyra hanya sendiri, kedua orangtuanya lagi tidak ada di Negara ini, tidak mungkin kau mengelantarkan mereka, kan?" sinis Abian. Keyra masih diam menyimak percakapan mereka yang membuat hati bercampur aduk.


Leo tersenyum sinis menatap Abian." Aku akan mencarikan mereka kontrakan untuk mereka tinggal."


"Brengs*k, kau laki-laki yang egois Leo. Aku tidak akan pernah mengizinkan kau membawa mereka dari sini," bentak Abian kesal, ia sudah tidak tahan lagi jika tidak memukul wajah Leo.


"Tanpa adanya izin darimu atau tidak, aku tetep akan membawa mereka," jawab Leo santai, dan benar saja Abian langsung memukul wajahnya.


"Sudah cukup! Jika kalian ingin berkelahi keluar, saling bunuh jika perlu." Keyra habis kesabarannya. Apa mereka tidak menganggap dirinya ada, seenaknya saja di atur.


Keduanya langsung diam dan menatap Keyra yang sudah marah. Untung keributan mereka tidak membangunkan Adam.


"Dan untuk kamu Leo. Aku tidak akan mau pulang ke Jakarta jika kedua orangtuaku yang datang menjemput ku langsung. Sekarang keluar lah karena aku ingin istirahat."

__ADS_1


Abian tersenyum mengejek pada Leo, ia masih punya kesempatan untuk mengambil hati Keyra sebelum kedua orangtuanya datang menjemput, jika Keyra sudah membuka hati untuknya setidaknya Keyra dan Adam tjfayakan pergi dari kota ini dan ia secepatnya akan menikahinya.


"Apa kau denger Leo, Keyra tidak nau pulang denganmu. Keluarlah, apa kau tidak denger jika kau di usir dari ruangan ini," ejek Abian tersenyum sinis.


Leo mengepalkan tangannya mendengus menatap Abian yang masih tersenyum mengejek padanya.


"Kamu juga Mas, kalian berdua keluar. Aku mau tidur," sahut Keyra mengusir Abian.


Leo langsung tertawa, sekarang gantian dirinya yang mengejek pada Abian.


"Apa kau tidak dengar, keluar." Leo tersenyum penuh kemenangan.


Keyra menghela, kenapa di hidupnya sekarang ada dua laki-laki yang membuatnya pusing. Ia hanya ingin fokus pada Adam sekarang ini dan tidak ingin memikirkan lagi laki-laki di hidupnya.


Leo mendekati box bayi Adam, tersenyum lembut padanya. Ia benar-benar merindukan malaikat kecil ini sekarang.


Dan Abian tak mau kalah, ia juga berjalan mendekati box bayi, tangan besarnya mengelus lembut wajah Adam. Menatap damai wajah Adam yang tertidur lelap.


"Jauhkan tanganmu dari anakku, tanganmu itu mengandung bakteri," ketus Leo mencoba menyingkirkan tangan Abian dari wajah anaknya.


Leo mendengus, yang di ucapkan Abian benar juga karena ia baru saja datang dan belum mencuci tangan. Namun, Leo tak mau kalah dari laki-laki di sebelahnya ini.


"Menyingkirlah jauh-jauh dari anakku, kau akan membuatnya bangun," ucap Leo memempetkan dirinya ke tubuh Abian agar menyingkir.


"Justru kedatangan kau yang akan membangunkannya, lebih baik kau saja yang menyingkir." Abian tak mau mengalah, kedua laki-laki itu saling berebut ingin menyentuh wajah Adam.


Keyra yang melihatnya menepuk keningnya merasa pening dengan tingkah merek berdua. Wanita itu menarik kedua telinga laki-laki yang masih beradu perang mulut itu dan menyertakan keluar dari ruangannya.


" Keluar, kalian benar-benar membuatku kesal. Apa kalian sengaja ingin membuat Adam bangun, dan membiarkan aku tidak bisa istirahat, hah?" Marah Keyra menatap kedua horor.


"Maaf," cicit keduanya menunduk merasa bersalah.


Keyra menghela nafasnya." Sudahlah, aku mau tidur, tolong jangan membuat keributan di rumah sakit."

__ADS_1


Keyra masuk ke dalam dan menutup pintu. Abian dan Leo menghela lega, ternyata marahnya wanita dapat membuat tubuh mereka menciut, apa ini yang di namakan bucin? Lalu Leo, kenapa ia harus ikutan bucin, secara dirinya dan Keyra sudah pisah, lalu kenapa? Leo sendiri bingung dengan hatinya.


"Huuuuf, ini semua gara-gara mu. Seharusnya aku tidur di dalam, dan bisa memandangi wajah Keyra saat ia sudah terlelap. Kau benar-benar pengacau," desis Abian bersandar di kursi tunggu depan ruang rawat Keyra.


"Ow, sorry jika aku mengacau kan rencana mau. Tapi kenapa aku senangnya?" balas Leo mengejek.


Abian menghela, ia memejamkan kedua matanya tak ingin melayani Leo lagi. Leo duduk tak jauh darinya, ia juga bersandar dan memejamkan matanya karena memang sangat lelah.


Tengah malam kemudian, Adam menangis hingga terdengar dari luar suaranya dan membangunkan tidur kedua laki-laki itu yang entah sejak kapan saling bersandar, Abian bersandar di bahu Leo, dan kepala Leo bersandar di kepala Abian.


"Adam," ucap kedua kompak, lalu saling pandang melihat apa yang terjadi.


"Woy, ngapain kamu dekat-dekat." Geli Abian mengusap tubuhnya.


"Ye, situ tanya sama gue, lalu gue tanya sama siapa? Jangan bilang lo demen ama gue sehingga diam - diam mendekati gue dan tidur bersandar di bahu gue," tuduh balik Leo tak kalah gelinya.


"Dih, sorry - sorry ya. Aku masih lurus, belum belok kayak kamu. Pantes saja kau sama Keyra tidak tertarik, jangan - jangan ...."


"Apa? Sudahlah, malas meladeni mu. Lebih baik aku melihat Adam di dalam," malas Leo, lalu ia bangkit.


"Eh, aku juga mau melihat Adam." Abian juga tidak mau ketinggalan, keduanya membuka pintu walau saling dorong karena rebutan ingin masuk duluan dan tak ada yang mau mengalah.


"Adam ...." Pada akhirnya mereka membuka pintu bersama dan mendorong nya paksa.


Keyra melototkan matanya lebar, melihat kedatangan keduanya. Apa lagi melihat tatapan mata mereka yang tak berkedip sama sekali yang tengah melihat ke arah suatu yang bening, putih mulus, dan nampak besar itu. Bahkan ada rona di wajah mereka berdua.


Keyra mengikuti arah pandangan mereka, dan ternyata melihat ke arah sebelah buah dadanya yang keluar karena sedang menyusui Adam. Spontan Keyra menutupi dengan bantal, ada rasa malu sekarang pada kedua lelaki yang masih tak bergeming dari pandangan mereka.


"Keluar ... dasar mesum," teriak Keyra menyadarkan lamunan keduanya.


Abian dan leo gelagapan.


"M-maaf, kami keluar," ucap keduanya cepat dan langsung menutup pintu kembali.

__ADS_1


Keduanya menjadi canggung sekarang saat sudah kembali menutup pintu ruangan Keyra, Abian mengusap wajahnya kasar. Pemandangan indah itu tak ilang dari benaknya. Sedangkan Leo bersandar di dingin dengan wajah masih merona. Ia pertama kalinya ia melihat benda itu dari tubuh Keyra, kalau dulu ia tidak sadar dan tidak ingit bentuk tubuh Keyra seperti apa. Namun, malam ini ia melihatnya jelas, membuat jantungnya berdebar kencang.


__ADS_2