Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, Lagi.


__ADS_3

"Sayang ayo makan dulu, kasihan anak kita kelaparan karena kelamaan menunggu," ujar Alex mengganti topik. Lelaki itu menyodorkan sendok ke mulut Sherly hendak menyuapi.


"Mas!" bentak Sherly.


"Sssssttt, di depan rezeki gak baik marah-marah. Makan dulu ya, aaaak." Alex acuh, ia tetep menyuapi istrinya.


Sherly menghela nafasnya panjang, perutnya saat ini memang tidak bisa di ajak kompromi. Walau mood sedang tidak baik, namun ia tetap menerima suapan dari suaminya karena tidak ingin juga anak kenapa-napa.


Alex terus menyuapi Sherly dengan telaten. Wajah seperti biasa- biasa saja seakan tidak memiliki beban seperti yang terjadi pada perusahaannya. Tentu saja membuat Sherly semakin penasaran. Tapi ia harus bagaimana lagi, suaminya lebih baik bungkam dari pada bercerita padanya. Sherly pun lebih memilih untuk diam saja, sepanjang pagi ini tak ada yang membuka suara, hanya suara aduan sendok dan piring saja.yang terdengar.


"Aku ke kantor dulu ya, kamu jangan sampai kecapean. Apa lagi sampai telat makan," ucap Alex berpamitan sembari mengecup kening Sherly.


Sherly tak menjawab, ia hanya mengangguk saja sembari mencium punggung tangan suaminya. Tersenyum pun hanya sekilas membuat Alex menghela pasrah.


"Aku usahain nanti malam pulangnya gak telat," lanjut Alex, tangannya mengelus perut Sherly lembut. Sherly lagi-lagi tak menjawab, ia malah membuang mukanya ke arah lain membuat Alex kembali mendesah.


Belum jauh Alex keluar dari pintu, tapi pintu sudah keburu di tutup oleh Sherly, bahkan terkesan membanting hingga menimbulkan suara keras membuat Alex mengelus dadanya sembari menggelengkan kepala.


"Maaf sayang." hanya itu yang keluar dari mulut Alex. Lelaki itu pun kembali melangkah.


Sedangkan Sherly merasa kesal, ia memejamkan matanya sembari duduk bersandar di shopa. Pikirannya jadi kemana-mana, penasaran pastinya. Hati tidak tenang, kalau belum menemukan rasa penasaran tidak akan hilang rasa gelisah ini.


"Aaaggrrrh, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari aku Mas? Masalah apa yang terjadi di kantor, sampai-sampai aku gak boleh tau?" Sherly selalu bertanya-tanya.


Malam harinya, sesuai janji Alex. Ia tidak pulang telat malam ini.


"Mau makan Mas?" tanya Sherly yang sudah bersikap seperti bisanya. Tentu saja membuat Alex merasa senang, istrinya tidak kembali bertanya tentang masalahnya beberapa hari ini.

__ADS_1


"Tentu saja sayang, tapi aku mau mandi dulu ya," ujar Alex." Mau mandi bareng?" godanya.


"Ihs kamu nie, aku udah mandi nanti dedek masuk angin kalau kelamaan di kamar mandi," ujar Sherly yang sudah tau akal licik suaminya.


"Emang mau ngapain lama-lama di dalam kamar mandi? Rang mandi aja kok," sahut Alex menahan senyumnya.


Sherly yang geleng-geleng, lalu ia membantu suaminya melepaskan jas, dasi dan kancing baju kemeja.


Seketika Alex sudah berada di kamar mandi. Sherly hendak meletakkan jas Alex di kerang kotor yang khusus untuk laundry. Jas kantor selalu di laundry.


Sherly selalu memeriksa isi saku dia dalamnya, takut-takut ada sesuatu yang penting tertinggal. Dan sesaat di rogoh, benar saja. Ada sebuh kertas putih di dalamnya, Sherly pun membuka dan membacanya.


"Nota kalung? Wah kalung berlian ini mah. Apa Mas Alex mau kasih aku kalung? Mungkin buat kejutan, ah senengnya," ucap Sherly senang. Mungkin suaminya ingin meminta maaf karena tidak menjelaskan apa-apa tentang masalah kantor dengan memberikan hadiah sebagai rasa permintaan maaf.


Sherly menyimpan nota itu di kantong celananya dengan rasa sangat senang. Ia pun menyiapkan makanan untuk suaminya penuh cinta.


"Ayo Mas kita makan," ajak Sherly dengan wajah ceria. Alex tersenyum lebar memperhatikannya.


"Tadi aku ada liat di online toko perhiasan, aku ada liat kalung cantik banget loh Mas. Aku jadi pengen deh," ucap Sherly, ia sengaja memancing siapa suaminya itu segera memberikan hadiah yang di belinya.


"Kamu suka, kenapa gak beli?" tanya Alex sembari memakan makanannya dengan santai.


Sherly berdecih." Tapi aku maunya kamu yang beliin langsung," ucapnya dengan mata berbinar-binar.


Alex mengusap rambut Sherly pelan," Yasudah besok aku beliin ya, besok aku pilihkan yang paling cantik dan terbaik buat kamu," ucapnya.


Sherly terhayak, lalu Nita pembelian kalung tadi buat saiapa kalau bukan buat dirinya?

__ADS_1


"Bukannya kamu udah beli kalungnya?" ucap Sherly langsung pada intinya. Tidak mau lagi mancing-mancing karena bikin hati kesal saja.


"Aku ... kapan?" tanya Alex tak mengerti.


Sherly nampak kesal, ia mengeluarkan nota di kantong celananya.


"Ini apa? Aku temukan di dalam saku jas kamu, bukannya ini kamu udah beli. Ini buat aku kan?"


Alex terdiam menatap nota yang ada di tangan Sherly tersebut, wajah pucat serta panik pun nampak pada dirinya membuat Sherly mengerucutkan kening.


"Ini untuk siapa Mas kalau bukan untuk aku?" tanya Sherly lirih.


Alex tak menjawab, ia malah mengusap keningnya yang mengeluarkan keringat.


"Mas!" panggil Sherly dengan nada tinggi. Alex terlihat gugup.


"Itu ... itu punya Aldo," jawabnya terbata.


"Aldo?"


"I-iya Aldo, tadi dia meminjam uang aku untuk membelikan kalung untuk istrinya. Dan ini sebagai bukti jika suatu saat aku menagihnya," jawabnya gugup.


"Alasan macam apa itu Mas? Aku gak percaya!" ucap Sherly kesal.


"Be-benar sayang," ujar Alex mencoba menyakinkan.


Sherly memejamkan matanya dan menghela nafasnya panjang.

__ADS_1


"Dah lah Mas, malam ini lebih baik kamu tenangkan diri kamu dulu. Renungi kesalahan kamu, kalau sudah tau kamu boleh kasih tau aku. Tapi selama itu, kamu lebih baik tidur di kamar sebelah. Jangan coba-coba masuk ke kamar selagi kamu masih menyembunyikan sesuatu sama aku!"


Alex mematung. Ucapan Sherly tidak main-main, wanita itu sudah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dan membiarkan dirinya seorang diri di meja makan. Ingin berteriak memanggil, tapi mulutnya benar-benar rasa terkunci.


__ADS_2