
"Bagaimana rencana kalian selanjutnya?" tanya Bobby. menatap Angga.
Angga menghentikan makannya, lalu menoleh pada Bobby di sampingnya. "rencana, apa?" jawabnya tak mengerti.
"Ck, dasar bodoh."geram Bobby bergumam.
"Dasar, gak jelas. "balas Angga acuh.
Keduanya, membuang muka satu sama lain. Dewi hanya menghela melihatnya. Yang satu berbicara kurang jelas dan yang satu begitu terlalu cuek, hingga sama-sama tak mengerti.
" Apa kamu dan Sera akan tinggal di rumah ibu bersama Loe dan Keyra?"Dewi angkat bicara mewakili suaminya yang hendak ingin membicarakan akan hal itu.
Angga melirik istrinya dan juga Leo bergantian, "kami belum memiliki rencana. Namun untuk sementara kami akan tinggal di rumah yang sama dan akan membicarakan ini nantinya."
Bobby dan Dewi mengangguk, Sera dan Keyra hanya diam sambil terus menguyah makanannya menyimak. Apa mereka akan tinggal bersama? apa meraka bisa menghadapi situasi yang canggung seperti ini? entahlah, semuanya terjadi begitu cepat hingga tak ada satupun dari mereka ingat untuk membicarakan masalah hal sepenting ini.
Makan malam telah usai, masing-masing dari keluarga berpamitan. Angga dan Sera, begitu juga Leo dan Keyra pulang kekediaman ibu Endang yang sudah di bicarakan sewaktu makan bersama tadi dan sudah berpamitan juga kepada keluarga masing-masing dan sudah menyetujui nya.
Leo hanya diam di dalam mobil, Keyra tak berani angkat bicara. Keduanya sama-sama masih seperti orang asing, walaupun sudah sama-sama menerima satu sama lain, tetapi perasaan tak dapat di bohongi untuk mencintai masih membutuhkan waktu yang panjang bagi keduanya.
"Bertahan lebih baik, demi anak. "itulah yang ada di pikiran Keyra, tidak mendapatkan cinta dari suami tidak masalah, asal anaknya mendapatkan cinta dari ayahnya.
" Apa semuanya akan baik-baik saja? tetapi aku tidak mencintainya, lalu mau di bawa kemana pernikahan ini tanpa adanya cinta!"mendesah panjang, hanya itu membuat Leo sedikit merasa tenang.
"Semoga kamu betah tinggal di rumah eyang."ucap Leo membuka suara.
"Em, semoga saja. "jawab Keyra sembari tersenyum.
" Kalau ada apa-apa, jangan segan untuk memberi tahu padaku. Apa lagi kalau kamu merasa tidak nyaman! "Leo berusaha untuk menjadi suami yang baik setidaknya.
" Aku mengerti, terima kasih atas perhatiannya. "
Suasana kembali hening, Keyra menyadarkan kepalanya di jendela sambil menatap kearah luar jendela kaca mobil, larut dalam pikirannya.
" Kalau kamu mengantuk tidurlah, aku akan bangunkan jika sudah sampai di rumah. "
" Iya. "jawab singkat Keyra, lalu memejamkan matanya.
Sementara itu, di dalam mobil Angga.
" Apa yang sedang kamu pikirkan? "Angga bertanya, melirik istrinya sedari tadi hanya diam dalam pikirannya.
__ADS_1
" Aku tidak memikirkan apa-apa. "jawab Sera.
Angga menghela," kita sudah menikah, aku harap tidak ada kebohongan atau suatu yang di sembunyikan tentang apapun, besar maupun kecil. "
Sera menoleh, lalu tersenyum dan menyentuh tangan Angga." aku tau. "ucapnya.
" Kalau tau, lalu apa yang kamu sembunyikan? "filingnya begitu kuat, ia tau ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiran istrinya.
Sera terkekeh, Angga menaikan alisnya menatap kebingungan.
" Kamu memang orang yang begitu peka."ujar Sera menyerah.
"Tentu saja, kamu adalah istriku. Semuanya aku sudah tau tentang dirimu dari dalam maupun luar, begitu juga dengan hati dan perasaan kamu. Jangan coba-coba sesekali kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, karena cepat atau lambat aku pasti tau."jawabnya begitu getas.
"Baiklah -baiklah, aku mengaku salah. Kamu bukan hanya pintar dalam masalah medis, tapi juga pintar dalam membaca situasi seseorang, aku curiga jangan -jangan kamu bukan hanya sekadar seorang dokter, tapi juga sebagai seorang peramal. "tebak Sera asal.
"Jadi..."selidik Angga tak sabaran.
Sera mendesah, kedepannya ia tak mau lagi menyembunyikan apa-pun dari suaminya tersebut.
" Apa kamu yakin kita tinggal dalam satu rumah bersama ibu dan juga Leo dan Keyra?"ucap nya ragu, itulah yang mengganggu pikiran nya saat ini. Mungkin bersama ibu mertua tidak apa, tetapi tinggal bersama mantan kekasih, apa itu tidak akan jadi masalah?
" Tidak sih, hanya saja.... "Sera menghentikan ucapkan saat hendak menyebutkan nama Leo yang sedang tertahan di tenggorokan nya.
" Apa ini masalah, Leo? "Angga dapat menebak. Sera mengangguk pelan.
" Apa kamu masih memiliki perasaan padanya? "selidik Angga, bukan ragu namun hanya memastikan.
Sera menggeleng cepat." mana mungkin, aku sudah menyerahkan seluruh hatiku padamu. Jadi, aku tidak memiliki perasaan apa-apa lagi padanya."Sera meyakinkan jika hatinya sudah memilih untuk hidup bersama Angga.
"Aku tau, jangan khawatir. Aku yakin dia tidak akan melalukan sesuatu padamu. "Angga mengelus kepala Sera, berusaha percaya jika semuanya akan baik-baik saja.
" Apapun, kamu harus percaya kepadaku. Karena aku sudah mencintai mu, jika suatu hari ada kabar yang tidak-tidak mengenai aku dan juga Leo, tolong denger kan penjelasan aku terlebih dulu baru mengambil kesimpulan, karena aku tidak akan pernah mengkhianatimu!" rasa takut menyelimuti dirinya, ia takut jika akan ada suatu kesalahpahaman antara dirinya dan juga Leo mengingat ia mempunyai hubungan cukup serius dengan mantan kekasih sekaligus anak tirinya itu.
Angga tersenyum, ia menarik Sera kedalam pelukan, lalu mengecup pucuk kepala Sera, bahagia karena sudah mencintai dirinya.
"Aku percaya sama kamu, tolong jangan pernah tinggalkan aku. Aku benar-benar tidak sanggup nika harus kehilangan wanita yang aku cintai untuk sekali lagi. "Angga menghentikan mobilnya di tepi pinggir jalan, ia memeluk erat Sera seakan takut kehilangan.
Angga sudah memberikan seluruh hati dan cintanya kepada Sera, dan tidak tau lagi jika harus kehilangan cinta untuk yang kedua kalinya. Namun Angga selalu berusaha mempertahankan selagi bukan Allah yang memisahkan dalam kematian, ia akan mempertahankan Sera sebagai istrinya apapun yang akan terjadi.
"Iya mas, aku akan selalu berada di sisimu. Sampai mau yang akan benar-benar memisahkan kita. "Sera membalas pelukan Angga, ia sudah yakin jika Angga bisa membawanya menuju jalan kebenaran di masa depan.
__ADS_1
Keduanya berciuman, di dalam mobil yang hanya di terangi oleh cahaya lampu di malam yang gelap dan sunyi.
" Aku mencintaimu. "
" Aku juga mencintaimu, mas. "
Kembali berciuman mesrah, tanpa nafsu dan hanya sekedar berciuman saja. Namun seseorang tiba-tiba datang menghampiri mobil terparkir di jalan lalu mengetuk kaca mobil membuat pasangan pengantin baru yang sedang kasmaran itu menghentikan kegiatan mereka.
"Siapa sih, ganggu kesenangan orang aja."gumam Angga kesel.
Angga membuka kaca mobilnya, dan terlihat jelas seorang laki-laki paruh baya berpakaian seragam polisi.
"Selamat malam, pak. "ujarnya sopan sambil memberi hormat.
" Malam, ada yang bisa saya bantu? "ucap Angga basa basi, padahal ia tau letak kesalahannya.
" Tidak , terima kasih. Hanya saja anda melanggar rambu-rambu lalu lintas, pak."jawanya lalu mengeluarkan selembar kertas dan mencatat plat nomor mobil Angga.
"Emangnya apa kesalahan saya? "Angga berpura-pura tidak tahu.
" Apa anda tidak melihat plat rambu terpasang di sana? "polisi itu menunjuk arah rambu -rambu terpasang di larang parkir tersebut.
" Oh baru melihat saya, apa bapak baru memasangnya? "
" Alasan macam apa itu, mas. "Sera hanya terkekeh menggeleng -geleng kepalanya.
"Bagaimana mungkin, saya akan menilang anda karena sudah melanggar aturan." jawab polisi tersebut menyerahkan surat tilang pada Angga.
"Bapak yakin mau menilang saya, padahal kalau damai tadi saya mau memberi lebih loh."Angga memamerkan sejumlah uang, polisi itu langsung hijau matanya melihat lembaran kertas berwarna merah tersebut.
"Ehem, tidak sih. Hanya saja ini pekerjaan saya. Tetapi kalau anda memaksa ya apa boleh buat!"mata polisi itu melirik kiri dan kanan lalu mengambil uang di tangan Angga dan memasukan nya kedalam kantong celana dengan cepat.
"Kalau begitu lain kali jangan di ulang ya, kalau mau pacaran yang modal dong, masa di tengah jalan begini. "dalam sekejap polisi itu berubah menjadi penasehat.
" Ah, bapak kayak gak pernah muda saja. Saya yakin dulu bapak juga pernah pacaran di kolong jembatan kan? "tebak Angga asal.
" Eh, dari mana kamu tau? itu rahasia saya lo."
Sera hanya menahan senyumnya, polisi jaman sekarang hanya dengan mengeluarkan sejumlah uang masalah menjadi beres, ia menjadi kasihan kepada orang-orang yang tidak memiliki sejumlah uang.
Angga dan Sera kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah di mana tempat mereka akan tinggal untuk membangun rumah tangga bahagia bersama anak cucu nya kelak.
__ADS_1