
Pada malam hari, di lain tempat di jam yang sama. Leo baru pulang dari kerjaan, ia lembur malam ini dan pulang sedikit larut malam ya iyu jam 9 berbeda seperti biasanya. Seperti yang ia janjikan juga bahwa saat pulang dari kantor memberi tumpangan pada Nadira karena kebetulan arah rumah mereka satu jalur jadi tak perlu memutar balik arah untuk mengantarkan nya dan tak memakan waktu lama juga.
Sesaat memasuki kamar, Leo di kejutan dengan tatapan horor dari istrinya yang sudah duduk di shopa menunggu sambil melipat kedua tangan di dada dan mengangkat satu kaki ke. kaki yang lain.
"Dari mana saja kamu? "pertanyaannya begitu dingin. Leo cuek ia melepaskan kencing baju kemejanya tak menghiraukan pertanyaan Keyra.
" Jawab, Leo! kamu habis dari mana? apa kamu bertemu sama Sera? "pertanyaan itu spontan membuat Leo murka, ia langsung menghempaskan baju kemejanya di lantai.
" Kenapa harus Sera kamu bawa -bawa? dia sudah punya suami untuk apa aku bertemu dengannya lagi?"emosi Leo karena Keyra asal maen tuduh tanpa sebab.
"Terus kenapa baru pulang? ngelayap ke mana kamu? "Keyra tak mau mengalah.
__ADS_1
"Aku baru pulang dari kantor, Keyra! kamu pikir aku dari mana? maka nya kamu itu banyak -banyak istighfar, biar pikiran kamu itu jernih gak main asal tuduh orang sembarangan." kesel Leo, padahal dirinya begitu lelah dan ingin segera istirahat namun sang istri malah menuduhnya yang nggak-nggak.
"Bohong! kamu pasti bohong iya kan? "teriak Keyra tak percaya.
" Cukup, Keyra! aku pusing, aku lelah, apa kamu gak bisa, hah. Melakukan hal yang berguna? bikinin aku kopi misalnya, bukan marah-marah gak jelas begini! bikin kesel aja... aku jadi males pulang kalau begini terus! "Leo mengambil baju dari dalam lemari lalu berjalan kearah pintu dan hendak meraih handel pintu dan Keyra berteriak kembali.
" Leo! kamu mau kemana? aku belum selesai ngomong. "
Ia masuk kedalam mobil, dan pergi dari rumah entah kemana? di dalam kamar Keyra mengamuk, ia membanting semua isi di kamarnya dengan amarah. Ia kesal karena Leo pulang malam dan tak ada kabar sama sekali jadi Keyra berpikir macem -macem mengenai suaminya.
"Apaan ini Keyra? "ibu Endang mendengar keributan lalu mendatangi kamar Keyra dan mendapati sudah menjadi kapal pecah.
__ADS_1
" Kenapa eyang tanya sama aku? kenapa gak tanya sama cucu kesayangan eyang itu!"jawabnya ketus, lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah masam.
"Berhenti bersikap seperti anak-anak, Keyra! kamu itu seorang istri dan juga sedang mengandung! harusnya berpikir positif bagaimana cara mendapatkan hati Leo agar bisa menerima kamu sebagai istrinya, bukan malah semakin membuatnya kesal sama kelakuan kamu itu! "nasihat ibu Endang berbicara sinis.
" Eyang menyalahkan aku? "tanya Keyra menatap sinis pada ibu Endang.
" Lalu siapa yang harus saya salahkan? Leo... jelas-jelas di akar permasalahannya semua itu dari kamu! kamu yang sudah menjebak cucu saya, dan sekarang menyalahkan cucu saya karena tidak menghargai kamu? ck tidak sadar diri. "
Ibu Endang benar-benar kesal dengan Keyra, awalnya ia menyayangi Keyra sama seperti dirinya menyayangi Sera. Namun setelah meminta penjelasan kepada Leo yabg bersikap cuek kepada Keyra, dan Leo pun memberi tahu awal mula kejadiannya ibu Endang menjadi marah. Di tambah lagi setiap malam selalu mendengar keributan di dalam kamar membuatnya habis kesabaran dan tidak bisa diam saja.
"Bereskan semua kekacauan ini, bersikap lah baik kalau mau di hargai! "lanjut ibu Endang lalu beranjak keluar dari kamar Keyra.
__ADS_1
" Arrrrgggh.... nyebelin semuanya. Kenapa gak ada yang mau melihat aku? kenapa gak ada yang mau menghargai aku? kenapa... kenapa? "Keyra menangis sambil memeluk lututnya.