
Raja yang sama sekali tidak menyangka saudara kembarnya akan melakukan hal itu, dia langsung tersungkur ke lantai dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya.
"Hei, Bro. Apa yang lu lakukan?" tanya Raja bingung.
Lagi-lagi Raju memukul wajah tampan saudara kembarnya.
Kali ini Raja dapat mengelak, dan dia pun membalas pukulan dari saudaranya.
Bugh
Kini Raju yang tersungkur dengan wajah yang lebam akibat pukulan dari Raja.
Raja tidak tahu apa alasan saudaranya berani memukuli dirinya.
Raja pun duduk di atas sofa. Begitu juga dengan Raju.
Dua saudara kembar itu duduk saling berhadapan dengan wajah yang sudah lebam akibat pukulan dari saudara sendiri.
Kini Raja menatap tajam ke arah Raju. Begitu juga dengan Raju, dia membalas tatapan tajam saudara kembarnya.
"Mungkin ini karena baru-baru, mereka masih canggung. Kita tunggu satu bulan atau dua bulan, mana tahu ada kebaikan yang terjadi di antara mereka," ujar Reza berpendapat.
Reza yakin perjodohan yang mereka rencanakan akan baik-baik saja.
"Tapi, jika pernikahan ini hanya akan menyakiti mereka satu sama lain bagaimana?" tanya Alex yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah besar milik kakak iparnya.
"Hei, lu bisa baca salam dikit enggak, sih, kalau masuk rumah orang," umpat Raffa kesal pada adik iparnya yang selalu saja menjadi musuh bebuyutan Raffa.
"Santai, Abang ipar." Alex tersenyum lalu dia pun duduk di atas sofa yang kosong di sana.
Dia juga ingin menyampaikan pendapatnya tentang pernikahan paksa kedua keponakannya.
Reza dan Nick tersenyum lucu melihat ekspresi Raffa yang kesal terhadap adik iparnya sendiri.
__ADS_1
Kemarahan Raffa pada Alex hanya karena dia merasa cemburu melihat keakraban istrinya dengan adik iparnya itu.
"Ngomong-ngomong, apa maksudmu mereka saling menyakiti?" tanya Nick penasaran dengan ucapan Alex.
"Begini, Bro. Gue perhatikan antara Raja dan Kania maupun Raju dan Kanaya, mereka tidak memiliki rasa cinta di hati mereka," ujar Alex menyampaikan pendapatnya pada semua orang yang ada di sana.
"Hahahaha, lu tahu apa sih, Lex? Wajar mereka tidak memiliki rasa cinta, mereka baru saja satu Minggu menikah," ujar Raffa meledek adik iparnya itu.
Alex memang menikah karena dia cinta, bahkan Alex rela berjuang mempertahankan cintanya agar dapat bersatu dengan Irene, wanita yang telah lama dicintainya.
Bahkan di saat itu Alex meminta bantuan Kayla agar dia bisa bersatu dengan istrinya saat ini.
"Bro, pernikahan itu lebih bahagia jika dilandasi oleh cinta," ujar Alex membantah ledekan sang Abang ipar.
"Buat lu berlaku, tapi buat gue? Gue menikah paksa dengan Kayla. Setelah kami menikah dan mengerti satu sama lain aku mencintai Kayla dengan baik," ujar Raffa juga menyampaikan pendapatnya.
"Tapi, lu sempat nyakitin Kayla," ujar Alex.
Alex dan Raffa mulai berdebat, mereka saling menguatkan asumsi mereka masing-masing.
Selama ini Alex selalu diam dan mengalah, tapi kali ini Alex bersikeras karena dia ingin memperjuangkan kebahagiaan kedua keponakannya yang terlihat tersiksa menikah paksa dengan wanita yang sudah dipastikan tidak mereka cintai.
"Stop!" Akhirnya Nick berdiri menghentikan perdebatan antara 2 orang itu.
Alex dan Raffa pun terdiam. Perdebatan di antara mereka seolah-olah meluapkan rasa kesal atau dendam yang selama ini terpendam di hati mereka masing-masing.
"Bro, kenapa lu malah bertengkar dengan Alex?" tanya Nick kesal pada Raffa yang seolah kini tak bisa mengontrol dirinya.
Raffa memang sangat sensitif dengan Alex karena sang istri sangat menyayangi Alex sebagai adiknya.
Apalagi Alex selalu saja ada di saat-saat Kayla selalu membutuhkan bantuan, ikatan bathin uang mereka miliki membuat Alex selalu datang tepat waktu di saat kakaknya membutuhkan bantuan.
Terkadang ketidakmampuan Raffa menjadi orang pertama membantu segala hal urusan Kayla membuat Raffa cemburu.
__ADS_1
Raffa tidak bisa menerima kecerdasan Alex yang mampu menganalisa keadaan di dalam keluarganya.
Bahkan Kayla selalu memuji sikap Alex yang selalu ada di setiap situasi sejak mereka masih muda hingga saat ini mereka sudah tua.
Raffa terdiam. Dia tahu saat ini Nick tengah mengingatkan dirinya yang sudah di luar kendali.
"Ini bukan saatnya berdebat, takutnya Raja dan Raju keluar dan mendengar perdebatan ini. Kita sebagai orang tua malu bertengkar di depan anak-anak," ujar Nick.
Mereka pun terdiam dengan apa yang baru saja terjadi antara Raffa dan Alex.
"Gue setuju dengan Alex, kebahagiaan mereka saat ini belum bisa kita pastikan, tapi gue juga ingin mencoba keajaiban takdir jodoh yang sudah ditentukan oleh Allah," ujar Reza.
"Meskipun kita tahu anak-anak kita belum saling mencintai, mana tahu seiring berjalannya waktu mereka dapat saling mencintai dan hidup bahagia," ujar Reza.
Entah mengapa Reza yakin putrinya akan berhasil meraih cinta suaminya, apalagi saat ini Kania sudah terlihat enjoy berada di sisi Raja.
"Lagian kita sudah sepakat, jika memang putra dan putri kita tidak bisa saling mencintai dalam waktu 1 tahun, kita akan memberikan kebebasan kepada mereka untuk memilih pasangan mereka masing-masing sesuai keinginan mereka tanpa merusak hubungan persahabatan kita," ujar Reza lagi.
"Apa yang dikatakan Reza memang benar, gue sependapat dengan Reza," ujar Nick setuju.
Ucapan Reza dan Nick membuat Alex tak lagi bisa berbuat apa-apa, saat ini dia hanya bisa berharap kedua keponakannya bisa hidup bahagia bersama pasangan mereka.
Ketiga sahabat itu masih tetap kekeuh untuk melanjutkan pernikahan 2R dengan putri Reza dan Nick.
"Ya sudah, kalau kalian memang berpendapat seperti itu, ini semua hak kalian karena yang akan menjalani adalah putra putri Kalian," lirih Alex mengalah.
Raffa tersenyum sinis pada adik iparnya itu.
"Lihatlah, Lex. Kali ini apa yang tengah kamu takutkan tidak akan terjadi, aku akan pastikan Raja dan Raju hidup bahagia dengan jodoh yang sudah ditetapkan Allah pada mereka, meskipun pernikahan ini terpaksa mereka lakukan, tapi jika mereka memang tidak berjodoh, Allah pasti memberikan jalan lain untuk membatalkan pernikahan yang telah kami rencanakan secara diam-diam," gumam Raffa di dalam hati.
Raffa ingin membuktikan pada Alex bahwa tidak semua yang dianalisa oleh adik iparnya itu tidak terbukti.
Setelah itu, mereka pun kembali mengobrol santai, situasi yang tadi sempat memanas kini sudah mulai dingin.
__ADS_1
"Maafkan om, Raja dan Raju, om tidak bisa memperjuangkan hati kalian saat ini. Om tahu kalian tersiksa dengan pernikahan ini, saat ini Om hanya bisa berdo'a agar kalian dapat bahagia bersama dengan wanita yang sudah ditakdirkan Tuhan pada kalian," gumam Alex di dalam hati.