Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, syok berat


__ADS_3

"Angga, kok kamu ada di sini?" tanya Bagas membuat semuanya tepok jidat.


"Aduh Pak Bagas, ini rumah saya. Wajar dong saya ada di sini?" jawab Angga malas.


"Tauk nie Papah, gimana sih. Makanya otak itu di bawa, jangan di tinggal dalam laci," ejek Ratna membuat Bagas menghela, istrinya itu kalau ngomong suka bener.


"Eh, tapi nggak nyangka loh kalau kamu adalah papahnya Sherly, ternyata dunia ini memang sempit ya," lanjut Ratna, kemudian ia menatap arah Sherly.


"Ya ampun kamu cantik banget malam ini, kalau tau kita ke rumah kamu. Tau gitu Omah ajak Devan," sambung Ratna pada Sherly. Gadis itu hanya membalasnya dengan senyuman sambil melirik Alex.


Angga menatap intens Alex,. mereka sudah saling kenal karena Angga adalah dokter pribadi keluarga Bagas, sebab itulah mereka akrab. Umur Bagas lebih tua 10 tahun dari Angga.


Alex yang terus di tatap pun menjadi salah tingkah, ia menelan ludahnya, tubuhnya merinding seketika.


TIN... TIN....


Semua menoleh arah mobil yang barusan datang.


"Eh, mobil truk sampah dari mana ini? Kok ada di sin?" Yang datang adalah keluarga Bobby.


"Sembarang kalau ngomong, ini bukan truk sampah lah, tapi truk angkut barang," sahut Ratna tak terima.


"Eh ada pak tua Bagas sama Bu abdi negara. Salam hormat," kata Bobby memberi hormat. Ia.kuga kenal keluarga itu.


"CK, bajig*n tengik kenapa datang? Ganggu aja," gumam Bagas.


"Tapi kenapa bawa-bawa truk ke sini? Emang mau pindahan?" tanya Bobby penasaran dengan mobil truk ada di rumah menantu nya.


"Bukan, tapi itu semua barang-barang bawaan untuk calon istrinya Alex," sahut Ratna, supir dan kenek nya pun membuka pintu belakang mobil truk itu.


"Gila, sekalian aja buka toko. Sebanyak ini siapa yang habiskan?" kata Bobby melihat begitu banyak pastel, dan keranjang buah, serta puluhan roti buaya, roti kingkong, Roy gajah, roti semut. Semuanya ada di dalam truk lengkap semua aneka roti di sana.


"Eh Mas, nanti separo aja ya diturunkan nya. Sisanya tolong bawa ke rumah saya," kata Bobby pada supir dan kenek nya.


Bagas pun langsung menoyor kepala Bobby." Enak aja kalau ngomong, sudah di bilang ini tu buat calon istrinya Alex. Kalau Lo mau, beli dong ... sini duitnya, beli aja sama gue terus Lo tinggal pilih mau yang mana."


"Papah ...." Ratna langsung melotot pada suaminya.

__ADS_1


"Canda beli," kata Bagas seraya tertawa, namun seketika tawanya hilang melihat pelototan horor dari istrinya.


"Alex, sebenarnya rumah calon istri kamu itu dimana? Ah kamu pasti salah alamat 'kan? Kebiasaan ya kamu, cepat telepon lagi calon istri kamu, nanti keburu malam," kata Ratna tegas.


"Tapi di sini rumah calon istrinya Alex Mah," jawab Alex membuat semuanya diam.


Hening ....


Sunyi ....


Masih kayak kuburan, sampai suara jangkrik pun terdengar.


"Sebaiknya kita masuk dulu yuk, biar kita selesaikan masalah ini di dalam saja," ajak Sera.


Ratna dan Bagas bengong, sambil mencerna kata-kata Alex karena otak mereka sedang konek.


"Pah,.Mah ayo masuk. Nanti saja berpikir nya, di simpan dulu aja buat taun depan," ujar Alex menyadarkan keduanya yang masih keadaan linglung.


"Pak Bagas, Bu Ratna, kenalin ini anak -anak saya dan menantu serta cucu-cucu saya.' kata Angga mengenalkan anggota keluarganya.


Leo dan Keyra memiliki 3 anak, Adam, Alya dan Adimas.


"Halo Pak Alex, salam datang di rumah keluarga saya," kata Leo saat berjabat tangan dengan Alex.


"Saya tidak menyangka jika Om Angga adalah papah kamu Leo. Dan Sherly adalah adik kamu, sungguh dunia ini sangat lah sempit," ucap Alex dan di anggukki oleh Leo lalu keduanya tertawa. Leo kenal Alex karena ia bekerja di perusahaan Alex.


"Itu namanya kamu memang jodohnya anak kami," sahut Angga diiringi dengan tawa. Alex pun tersipu malu, sedangkan Sherly hanya tersenyum tipis.


" Tunggu-tunggu. Ini maksudnya apa ya? Dari tadi aku tu gak mudeng?" kata Ratna yang belum mengerti.


" Alex, apa kamu bisa jelaskan pada kami?" tanya Bagas serius.


Alex menghembuskan nafasnya perlahan.


"Alex dan Sherly serius ingin menikah," ucap Alex.


"Tapi kenapa? Bukanya Sherly pacarnya Devan, keponakan kamu sendiri? Kamu gak merebut dia darinya 'kan, Alex?" tanya Ratna masih bingung.

__ADS_1


"Maaf Omah, Om Alex tidak pernah merebut Lily dari Devan. Dan Lily juga tidak cocok dengan Devan. Sebab itulah mengapa Lily ingin menikah dengan Om Alex. Kita udah sepakat kok mau menjalani pernikahan ini." Sherly menyahuti.


Ratna dan Bagas terkejut.


"T-tapi kenapa?"


"Karena kita sudah ...." Sherly menggantung ucapnya sambil garuk-garuk kepala.


" Apa?"


BRUUUUUK ... Ratna pingsan.


"Mamah ...." teriak Alex.


"Pak Bagas, istrinya pingsan bukannya di tolongin malah bengong aja," ujar Angga.


BRUKKKK ... dan ternyata Bagas pun ikut menyusul karena syok.


"Allahu Akbar," ucap semuanya kaget. Belum selesai berucap....


BRUUUUUK... semuanya pun menoleh ke sumber suara dan melihat siap yang ikutan pingsan juga.


"Eh, Papah juga ikutan pingsan?"


Dan ternyata suara jatuh yang terakhir adalah Bobby yang tak mau kalah....


"Tunggu-tunggu, pingsannya di tunda dulu deh." Bobby bangkit lagi dari pingsannya." Jadi ... ceritanya terulang lagi?"


Keluarga Angga pun mengangguk, begitu juga dengan Sherly.


"Alamak ... aku mau lanjut pingsan lagi aja deh kalau gitu, syok berat nie." Bobby merebahkan perlahan tubuhnya di lantai, lalu memejamkan matanya dengan lidah menjulur ke luar.


"Lah, pingsan aja mesti pamitan. Apalah Opah buyut nie," heran anaknya Leo sambil menepuk keningnya.


Sherly.


__ADS_1


__ADS_2