Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 105


__ADS_3

Setelah kepulangan nenek Keyra, suasana kembali hening. Abian duduk di shopa sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Keyra berbaring larut dalam pikirannya sambil memandang ke arah box bayi.


Keyra merasakan sesuatu dalam dirinya, ia mencoba bangkit dari tidurnya membuat Abian menoleh.


"Key, apa kamu ingin sesuatu?" tanya begitu peka.


Keyra menampilkan wajah bingung sambil garuk-garuk sebelah alisnya. Abian memperhatikan pun mengerutkan keningnya.


"Apa kamu ingin sesuatu? Makan, minum?" Abian kembali bertanya, dan mencoba menawarkan makan, minum.


"Tidak, hanya saja ... aku butuh suster sekarang agar bisa bantu aku pergi ke kamar mandi," jawab Keyra dengan suara kecil ia merasa tidak enak lagi -lagi harus merepotkan Abian.


Abian tersenyum, ia menaruh handphonenya di shopa lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur.


"Kyaaaaa ... Mas. Apa yang kamu lakukan?" pekik Keyra kaget, Abian menggendong dirinya tanpa kata-kata lagi.


"Suster sibuk, hanya ke kamar mandi kenapa tidak meminta bantuan ku saja?" jawab Abian memandangi Keyra.


"T-tapi, biasanya suster yang sering membantu. Dan pula, aku gak mau merepotkan Mas lagi," ucap Keyra menunduk. Al tersenyum menatapnya.


"Tapi aku suka!"

__ADS_1


"Hah?" Keyra mendongak menatap kedua matanya, terlihat jelas ketulusan di sana. Mengapa lelaki ini begitu baik, padahal dirinya bukan siapa -siapa baginya. Keyra terus memperhatikan sampai tidak sadar jika sudah berada di dalam kamar mandi.


"Mau sampai kapan kamu terus memandangi wajah ku? Apa, kamu ingin terus seperti ini," goda Abian. Keyra membulatkan matanya lebar. Sungguh malu banget, wajahnya tak karuan lagi sekarang, merah bak kepiting rebus. Dengan cepat Keyra turun.


"Apa kau juga membutuhkan aku untuk membuka celanamu, Nona?" Abian berisik, ia senang menggoda Keyra melihat wajahnya yang memerah.


"Mas ... sana keluar!" usir Keyra dengan pelototan horor mendorong tubuhnya sedikit.


Abian tertawa sembari melangkah keluar, wajah Keyra benar-benar merah sekarang. Sangat mengemaskan menurut Abian.


"Dasar, mesum," gumam Keyra, jantungnya berdetak kencang. Ada apa ini? Terakhir jantungnya berdetak seperti ini saat berada Leo. Lalu Abian?


Sementara itu, Abian kembali duduk di shopa. Sesaat sedang memainkan handphone, tiba-tiba suara pintu di ketuk. Abian menoleh lalu mempersilahkan masuk. Ia melihat empat orang yang datang berkunjung.


"Di mana Keyra?" tanya seorang wanita yang sedang hamil pada Abian.


"Keyra lagi di kamar mandi, silakan duduk dulu Mbak, Mas, Bu." Abian menjawab sopan dan mempersilahkan ke-empat tamu itu duduk di shopa.


Ketiganya duduk, tapi tidak dengan salah satu laki -laki muda itu. Ia mengayunkan kakinya mendekati box bayi.


"Hey, akhirnya kita bertemu?" ucapnya pelan mengusap lembut wajah baby Adam.

__ADS_1


"Leo, nanti dedek nya bangun!"


Ya, yang datang bertamu adalah keluarga mantan suaminya Keyra. Yang tak lain, Leo, Angga, Sera dan ibu Endang.


Abian bersandar di dinding dekat tempat tidur terus memandangi Leo yang melihat ke arah baby Adam.


"Pah, anak Leo!" ucap Leo lirih terus memandangi wajah anaknya.


Angga bangkit, lalu mendekati. Ia melihat cucunya lalu tersenyum.


"Sangat mirip denganmu waktu bayi dulu, apa itu artinya anak ini laki-laki?" ucap Angga, ia melihat arah Abian seolah bertanya.


"Iya Om," jawab Abian.


Angga kembali memperhatikan cucunya, ada butiran air bening mengalir. Dengan cepat Angga menghapusnya. Darahnya mengalir di bayi tersebut, bagaimana pun juga Adam adalah cucu kandungnya.


"Sayang, apa kamu gak mau liat cucu kita?" tanya Angga. Abian kaget mendengarnya, lelaki itu berpikir jika Sera adalah anaknya, namun siapa sangka ternyata istri dari lelaki dewasa itu.


Namun Sera di tanya oleh Angga malah tidak mendengar, pikiran dan matanya fokus pada Abian. Angga tidak suka melihatnya.


"Kamu, siapanya Keyra?" tanya Sera pada Abian. Leo menaikkan sebelah alisnya menatap sang mamah. Lalu menoleh pada Abian.

__ADS_1


__ADS_2