Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 60


__ADS_3

1 bulan telah berlalu. Tak ada yang berubah dari kehidupan Sera. Hanya saja ia jauh lebih bahagia, di kehidupan ini ada saja hatinya selalu berbunga-bunga di buat oleh suaminya. Ia merasa kehidupan ini jauh lebih hidup dari pada sendiri, seperti tidur ada yang menemani, makan ada yang perhatian. Membuat hidupnya benar-benar menjadi berwarna walaupun ia tidak tau pada pasangan suami istri pada umumnya seperti apa namun ia selalu bersyukur setiap menjalani rumah tangga bersama dengan suaminya.


"Sayang, makan nya pelan -pelan. Gak ada yang mau ngerebut makanan kamu, "seperti sekarang perhatian kecil semacam itu selalu dapat di perhatikan oleh Angga, dan tentu saja membuat Sera begitu bahagia.


Angga menyuapi Sera dengan telaten, lelaki itu selalu menampilkan senyumnya dan tak pernah berpaling pandangannya dari wajah cantik Sera hingga membuat gadis itu salah tingkah.


"Nambah lagi gak sayang? "tanya Angga, berucap begitu lembut dengan manik menatap sayang" nambah ya," lanjutnya.


"Tapi dikit aja, nanti gak abis kalau banyak."


"Iya sayangku, gemesin banget sih? "Angga mengacak-ngacak rambut istrinya, hingga gadis itu menggerucutkan bibirnya sambil kembali merapihkan rambutnya.


Hanya saja, satu hal yang masih membuat hati Sera menjadi tidak tenang.


" Leo sudah kenyang," ucap Leo dingin sambil menggebrak meja menatap tajam melirik arah Sera sekilas lalu berdiri kemudian melangkah pergi.


Sera mengunyah makannya pelan dan diam-diam memperhatikan tingkah Leo yang semakin hari semakin bertingkah aneh jika ada di depannya.


Keyra hanya cuma bisa tersenyum, terkadang Sera sering memperhatikan wajah sedih sahabatnya itu. Ingin bertanya namun takut menjadi canggung hingga membuat dirinya selalu membatalkan pertanyaan itu.

__ADS_1


"Oh iya Key, nanti kita belanja yuk? "ajak Sera membuka suara yang tiba tiba menjadi hening.


Keyra menggeleng pelan," kamu aja Ser, aku merasa lelah kalau di bawa jalan. "


Sera hanya tersenyum paksa, entah merasa ada yang salah dari sahabatnya. Tidak seceria dulu, dan malah banyak diam, begitu irit berbicara.


" Kamu mau belanja, sayang? "tanya Angga.


" Tadinya, tapi karena Key gak mau yaudah gak jadi, "jawab Sera.


" Loh kenapa? kan masih ada aku yang bisa nemenin kamu. "


" Justru itu aku gak mau, kamu mah terlalu posesif. Yang jualan abang-abang malah di hajar saat melihat aku, padahal sudah jelas hanya ingin mempromosikan dagangannya. Sudah pasti melihat aku lah, masa ia merem?"kesel Sera jika selalu mengingat suaminya yang terlalu posesif saat di ajak jalan atau belanja.


" Ya namanya juga dia sedang dagang, ya wajarlah mas. Masa orang dagang suruh merem gak boleh liat custamernya, 'kan aneh."Sera kapok, tak ingin lagi pergi berbelanja dengan suaminya, bisa habis lelaki di dunia ini di hajar oleh Angga hanya kerana bertatap muka dengannya.


"Itu namanya aku sayang sama kamu, sayang. "


" Sayang sih sayang, tapi gak gitu juga keles,"balas Sera sewot.

__ADS_1


"Biarin, yang penting aku sayang kamu!"Angga tak mau kalah.


Kedua pasangan suami istri itu masih falam debatan mereka. Ibu Endang hanga menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan anaknya yang begitu manja melebihi bocah berusia 5 tahun kepada ibunya.


Ibu Endang mengingat waktu dulu, di mana saat Angga dan ibu kandung Leo menikah. Dan Angga tidak sama sekali seperti sekarang, begitu jauh dari kebaikannya, di mana lelaki itu selalu pamer kemesraan bersama Sera di mana pun dan kapanpun. Namun beda pada jaman dulu yang hanya bersikap biasa saja, hanya mengobrol biasa dan bermanja ala kadarnya. Dan juga begitu malu seketika kepergok sedang berpelukan. Kalau sekarang boro-boro malu, malah semakin di pamerkan oleh Angga. Mungkin perbedaan jaman sudah berubah dan Ibu Endang dapat memaklumi nya semua itu.


"Sudah -sudah, kalian ini. Gak malu apa di lihat sama menantu? sana cepetan masuk kedalam kamar, bisa-bisa orang depresi melihat kalian karena iri. "ujar sang Ibu memarahi kedua anak dan menantunya.


Keyra hanya membalas dengan senyuman saja, namun kata-kata ibu Endang sedikit menyentuh hatinya tersinggung. Karena kenyataannya ia memang begitu iri dengan Sera yang begitu di cintai oleh papah mertuanya. Namun Keyra begitu pandai menyembunyikan nya.


"Key, kamu jangan lupa istirahat ya. Ingat, susu kamu harus di minum jangan sampai nggak loh, "ucap Sera mengingatkan Keyra yang selalu malas saat meminum susu.


" Iya. "jawabnya singkat.


Sera tersenyum," aku naik dulu ya. "


Keyra tak menjawab, ia hanya mengangguk lalu memandangi kepergian Sera yang tak pernah luput dari genggam tangan Angga.


*******

__ADS_1


Maaf ya baru up, aduh sinyal di tempat ku parah banget. Gak bisa buka aplikasi Mangatoon. Ini aja terpaksa numpang WIFI tetangga 😂😂😂 walaupun rada-rada gak enak... Singkat maklum ya, mau panjang gak enak sama tetangga udah numpang lama pula, iya kan.. padahal paket banyak tapi jaringan gak ada alias H aja. curhat dikit gak apa lah ya heheeh, okay see you, next time.


Like banyak up double.. 😁😁😁


__ADS_2