
Leo dan Keyra pergi ke rumah sakit bersama untuk menengok Sera yang sudah membaik.
"Hay Mamah muda," sapa Keyra girang saat memasuki ruang rawat Sera.
"Hey, kapan dateng," sambut Sera tak kalah girang memeluk Keyra erat. Leo dan Angga hanya tersenyum memperhatikan sambil menggendong anak masing-masing.
"Hay adik cantik, ini om Adam," ucap Leo menyapa Sherly menirukan suara anak kecil.
"Halo Om Adam, nanti temani dedek cantik main masak-masak ya," balas Angga. Leo menatap papannya tak suka.
"Kok masak-masak sih? Bola dong," protes Leo.
" Iya dong, kan dedek perempuan. Kalau main bola nanti jadi cewek tomboy, gimana sih kamu," jawab Angga.
"Terus biarin om nya jadi banci gitu, oh no! Lebih baik main sendiri-sendiri aja," sengit Leo menjauhkan anaknya.
"Nanti main sama Papah aja ya, jangan main sama adek Lily, bahaya!" bisik Leo pada Adam.
"Cih, awas aja kalau iri, merengek-rengek pengen ikutan, pokoknya lo gue and ... ya kan sayang," sahut Angga ketus.
"Dih, pak itu ge'er banget Nak. Saiapa juga ya yang mau ikut, gak ke pengen tuh. Mending main bola," balas Leo tak kalah ketusnya melirik sang papah.
__ADS_1
Sera dan Keyra hanya menggeleng kepala melihat intraksi ayah dan anak itu. Yang bakalan main siapa, yang heboh siapa.
setelah cukup lama menjenguk, tanpa kerasa hari sudah menjelang sore. Leo mengajak Keyra untuk pergi ke rumah Nadira. Di dalam mobil, Keyra nampak gelisah. Ia takut jika Lei kembali bertemu bakalan kecantol lagi, tapi ia tidak ingin egois apa lagi melarang. Ia mencoba percaya dengan ucapan Leo jika pertemuan ini ingin menjelaskan hubungan dirinya dan juga Leo yang akan kembali rujuk.
"Ini rumah Nadira?" tanya Keyra.
"Iya, mereka tinggal di sini tapi bukan rumah sendiri, melainkan ngontrak," jawab Leo yang sekarang sudah tepat di depan rumah Nadira. Keyra pun manggut-manggut
"Ayo turun," ajak Leo, Perlahan Keyra turun sembari membawa Adam di gendongannya. Ia memerhatikan rumah yang nampak sepi itu dengan serius.
"Sepi Le, yakin Nadira nya ada di rumah?"
"Entahlah." Leo mengetuk pintu sembari mengucapkan salam.
Beberapa saat setelah tak ada jawaban, tiba-tiba pintu terbuka.
"Leo, kamu kok di sini?" kaget Nadira, pandangan matanya melihat arah Keyra yang sedang mengendong anaknya.
"Nadira, kamu mau ke mana?" tanya Leo sesaat melihat Nadira keluar dengan membawa koper besar.
"Aku, aku mau pindah," jawab Nadira dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Pindah? Apa sama ibu kamu juga?" Nadira mengangguk," apa karena itu kamu keluar dari kantor?" Nadira kembali mengangguk.
"Tapi kenapa?" Leo penasaran, tiba-tuba Nadira keluar dari kantor di saat lagi sukses-suksesnya dengan karirnya sebagai karyawan teladan. Tapi malah keluar.
"Aku ...." Nadira nampak ragu, ia tertunduk sedih membuat Keyra dan Leo menatapnya iba.
"Nad, wajah kamu kenapa?" sekarang giliran Keyra yang bertanya melihat bekas luka di pipi Nadira. Leo pun baru menyadarinya.
"Aku gak apa-apa. Oh iya selamat untuk kalian berdua ya, aku denger dari Sera jika kalian bakalan rujuk. Semoga kalian bahagia ,langgeng selamanya," ucap Nadira memaksa senyumnya." Aku titip salam untuk Sera, turut berduka cita buat adik kamu ya."
Leo menatapnya sendu. Wanita yang ia kenal ceria kini terlihat murung, ada apa sebenarnya dengan Nadira? Ingin kembali bertanya tapi sebuah mobil datang dan ketiga nya menoleh arah mobil mewah tersebut.
"A-aku pergi dulu, sampai jumpa. Bye Keyra."
Leo dan Keyra menatap punggung Nadira yang menyamperi mobil tersebut dan masuk ke dalamnya. Keyra rasa kenal dengan mobil itu membuatnya menghampiri.
"Abang."
*****
Up slow ya, hp aku mati total. Sekarang lagi nebeng 😣😣😖 tapi di usahakan up.
__ADS_1
Note: Sekedar info, cerita Nadira akan di pisah karena tidak sesuai judul di sini. Tak lama lagi akan liris dengan berjudul. MENIKAH DENGAN SUAMI KEJAM.
nanti jangan lupa mampir ya... 🥰🥰