
"Hey Yura. Lo kasih apa nenek hah? Sampai-sampai harta warisan nya semua atas nama lo!" Bentak sang kakak yang bernama Yuri kepada Yura.
Yura dan Yuri adalah saudara kembar yang hanya beda 5 menit saja. Dan Yuri adalah kakaknya.
Mereka memiliki wajah yang sama, tetapi sifat yang berbeda. Yura orang yang pendiam, dan selalu mandiri.
Berbeda dengan Yuri yang sangat manja, apapun yang dia inginkan selalu di turuti oleh kedua orantuanya terutama sang ayah yang selalu memanjakan dirinya hanya karena ia selalu mendapatkan prestasi yang bagus dan mendapatkan beasiswa sekolah di luar negeri akibat kepintarannya. Sebab itulah kedua orangtuanya selalu membandingkan Yura dengan Yuri, dan itu semakin membuat Yuri besar kepala dan selalu membuat Yura jelek dari pandangan ayahnya.
"Aku gak melakukan apa-apa," jawab Yura singkat dengan nada acuh.
"Bohong! Buktinya semua warisan nenek atas nama lo semuanya. Kenapa nama gue gak ada sedikitpun, sedangkan gue juga cucunya juga kan? Lo pasti sudah menghasut nenek dulu, dasar jahat lo," ujar Yura kesal sambil menunjuk Yura dengan tatapan tajam.
Yura tersenyum miring membuat Yuri bergidik melihatnya.
"Nenek saja tau mana cucunya yang benar-benar tulus dan mana yang hanya berpura-pura. Jadi, terima saja," jawab Yura dengan nada santai.
Yura semakin kesal lalu menampar wajah Yura.
__ADS_1
"Gue gak terima. Bagiamana pun juga gue mau minta bagian gue. Dan seharusnya yang pantas mendapatkan harta warisan itu gue, bukan lo!" serunya tak terima. Yura hanya tersenyum membalasnya.
"Ada apa ini?" tanya sang mamah yang baru saja keluar dari kamarnya mendapati kedua anaknya berkelahi.
"Yura itu Mah," adu Yuri dengan nada manjanya.
"Kenapa lagi dengan Yura? Selalu saja ribut, apa gak bisa sehari saja gak berantem. Bisa?" tanya sang mamah yang sudah sangat bosan mendengar keributan antara kedua anaknya.
"Dia yang mulai Mah. Mamah Yuri gak terima aja kalau harta warisan nenek atas nama Yura," ucap Yuri mengadu dengan mata berkaca-kaca.
"Tentu saja, Yura selalu dekat sama nenek. Jadi wajar saja kalau nenek mewarisi hartanya pada Yura!" jawab Nadin tegas.
"Ah, Mamah dan yura itu sama saja. Liat aja nanti, aku akan bilang ke papah. Dan harta itu hanya akan menjadi milikku!' ucapnya sinis, lalu berlalu dengan langkah kesal.
Nadin mengelus dadanya sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan salah satu putrinya yang keras kepala akibat terlalu di manja oleh suaminya. Dan seperti inilah hasilnya, tetapi anehnya suaminya itu sangat bangga.
"Kamu yang sabar ya sayang. Yuri itu sebenarnya baik, hanya saja dia terlalu di manja sama papah," ucap Nadin lirih.
__ADS_1
Yura mengangguk pelan sembari memaksakan senyumnya. Ia sangat menginginkan saudara yang akur, buka seperti ini. Yuri selalu saja iri dan ingin menang dalam segala apapun. Dan sangat bangga dengan kelebihan yang dimilikinya sehingga dapat dengan mudahnya menghina orang bahkan saudara kembarnya sendiri.
"Yura benar-benar tidak tau masalah harta warisan nenek. Jika Yuri sangat menginginkannya, Yura akan berikan. Karena itu tidak penting bagi Yura," ucap Yura tulus. Sang mamah menjadi terharu dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak sayang, itu sudah menjadi hak kamu. Nenek sangat sayang sama kamu, sebab itulah nenek memberikan hadiah pada kamu. Soal Yuri, jangan di pikirkan ya."
Nadin mengusap rambut Yura dengan lembut. Yura senang setidaknya masih ada mamah di sampingnya. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu sang mamah sambil memejamkan mata merasakan kehangatan pelukan wanita yang sudah melahirkan dirinya.
******
Beberapa hari kemudian. Adam sedang berbelanja di supermarket. Saat hendak memilih kebutuhan yang ingin ia beli. Tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita cantik yang sedang memilih cemilan.
"Hey, kita bertemu lagi," ucap Adam yang sudah menghampiri wanita tersebut.
Wanita itu mendongak, matanya terkesima melihat Adam.
"Gila, cakep benar," batinnya, ingin bersorak sangking kagumnya dengan Ketampanan Adam.
__ADS_1
"Aneh, kenapa perasaanku biasa aja ya kali ini. Apa mungkin waktu itu aku salah mengira?" batin Adam merasakan sesuatu yang salah dengan perasaannya saat bertemu dengan wanita yang sama untuk kedua kalian.