Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Flashback Dara


__ADS_3

Dara tersenyum memandangi wajah anaknya yang sedang tertidur lelap, iya sangat bersyukur memiliki anak yang berwajah sangat tampan, pintar dan sangat polos hatinya. Sungguh ia sangat bahagia walaupun hanya seorang ibu tunggal namun ia bahagia,


menjadi sosok ibu sekaligus ayah untuk anaknya, Nikco.


Seketika Dara menatap wajah anaknya, iya kembali mengingat sosok lelaki yang bener-bener sangat mirip dengan rupa anaknya tersebut. Laki-laki yang sebenarnya adalah ayah kandung anaknya itu, namun darah tidak ingin Nikco tahu siapa ayahnya sebenarnya sebab dari itulah dia merahasiakan semua ini selama 5 tahun.


bahkan jika Niko bertanya ayahku siapa? Dara hanya tersenyum dan bilang ayahmu sudah bahagia di sana. Dara tidak ingin mengingat lagi sosok laki-laki yang tidak pernah mencintainya itu cukup hanya dirinya saja yang mencintainya sampai detik ini dan ia simpan di lubuk hatinya yang paling dalam.


Dara sudah cukup bahagia ia sudah mengambil suatu paling berharga yang tidak dalam hidup laki-laki itu, walaupun dengan cara memaksa.


Flashback on...

__ADS_1


5 tahun yang lalu, di mana Dara tengah menghubungi Devan. lelaki yang selalu membuat hatinya tidak bisa tidur bahkan makan, ia tidak bisa melupakan laki-laki itu karena dirinya sangat mencintainya.


Namun, sayangnya cintanya itu hanyalah bertepuk sebelah tangan karena laki-laki itu masih memiliki rasa kepada sahabatnya. Sudah beberapa kali ia mencoba supaya dirinya bisa masuk ke dalam hati Devan namun semuanya sia-sia, laki-laki itu selalu saja menutup hatinya rapat-rapat sehingga Darah pun putus asa dan menyerah.


" Van, please. Kali ini aja oke. Gue janji gak bakalan ganggu lu lagi karena gue bakal bakalan pergi ke luar negeri, besok gue berangkat. Jadi gue mohon kali ini aja mau ya!" Dara memohon kepada Devan.


Hari ini adalah hari terakhir darah ada di Indonesia, sebab dari itu ia ingin sekali mengajak Devan pergi untuk makan malam bersama untuk yang terakhir kalinya,


" Anggap ini sebagai permintaan terakhir gue di Indonesia." lanjut Dara kembali.


" Baiklah, mau makan malam di mana?" kata Devan, walaupun datar sungguh membuat hati Dara senang.

__ADS_1


" B-benerkah? Jadi kamu mau?" kata Dara seraya tak percaya. Namun Devan tidak menjawabnya lagi.


" Oke- oke, dateng nanti malam ke rumahku jam 7 malam. Gue bakalan masakin makanan yang enak buat lo!" ucap Dara bersemangat.


" Kenapa di rumah, lo?" tanya Devan menaikan satu alisnya menatap Dara.


" Sebab gue mau masakin cowok yang gue cinta untuk terakhir kalinya, supaya lu nggak bisa ngelupain masakan gue yang paling enak. Anggap aja sebagai kenang-kenangan," jawab Dara meyakinkan.


" Tapi lu jangan salah sangka dulu anggap aja malam ini gue nggak pernah mencintai lo, anggap aja gue adalah temen lo. Begitu juga dengan gue gue nggak akan pernah melihat lu sebagai lawan jenis," lanjut darah kembali dengan wajah yang serius.


Devan terdiam dengan tatapan yang sulit diartikan. Sebenarnya ia kasihan dengan gadis itu tetapi mau bagaimana jika hatinya tidak ingin dibuka, dia sudah mencoba membuka sedikit pintu hatinya namun penyesalan dan rasa sakit karena patah hati membuatnya kembali menutup hati. Devan takut akan melukai kembali wanita yang tak bersalah, terlebih lagi karena cintanya yang memang tidak ada.

__ADS_1


" Yaudah, ditunggu kedatangan lu di rumah gue, oke! Gue mau siap-siap dulu nih mau pulang ... bye." Dara melambaikan tangannya lalu pergi dari hadapan Devan yang terdiam menata punggungnya tanpa sepatah kata.


Hai- hai, kita kembali lagi 🤭 duh dah lama banget gak up padahal nie masih hiatus. Nah mumpung sekarang gak lagi sibuk, di lanjutkan deh 🤗 mungkin banyak yang lupa sih sama ceritanya, tapi ini hanya menceritakan tentang kehidupan Devan dan Dara aja kok 😁😁


__ADS_2