Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 41


__ADS_3

Mereka pun saling pandang, tatapan mereka menyiratkan rasa kagum di antara satu dan yang lainnya.


"Kamu masih ingat aku?" lirih Raju pelan.


"Mhm, pasti aku masih ingat denganmu, tapi saat ini aku sudah memiliki suami, aku tidak membagi hatiku untukmu lagi, saat ini aku sudah hapus rasa cintaku yang duku ada untukmu," gumam Kania di dalam hati.


Kania hanya tersenyum pada adik iparnya sebagai jawaban pertanyaan dari Raju.


"Sayang, sudah selesai?" tanya Raja pada Kania.


Raja melihat mertuanya kini tengah memperhatikan interaksi Raju dan Kania, akhirnya dia berinisiatif untuk mendekati sang istri.


"Apa? Raja memanggil Kania dengan sebutan 'Sayang'? Apakah dia tidak lagi mencintai Kanaya?" gumam Raju di dalam hati.


Raju mulai mempertanyakan isi hati saudara kembarnya itu, dia juga mempertanyakan sejauh mana hubungan antara Raja dan Kania saat ini.


"Eh, iya. Ini udah, kok. Raju membantuku mengangkat koperku," ujar Kania.


"Kalau sudah, ayo, masuk mobil. Kamu duduk di belakang saja bersama ayah dan ibu, biar aku yang menemani Raju di depan," ujar Raja menyuruh Kania masuk ke dalam mobil.


Hubungan Raja dan Kania yang dimulai dari sebuah pertemanan membuat mereka tak lagi canggung dalam menjalani pernikahan mereka di hadapan orang lain, meskipun belum ada kata Cinta di antara mereka berdua.


Mereka tetap bisa bersandiwara di hadapan semua orang dan menunjukkan bahwa pernikahan mereka baik-baik saja.


Raja yang sudah biasa memanggil Kania dengan sebutan 'Sayang' membuat dia memanggil Kania dengan sebutan tersebut di hadapan Raju.


Kania masuk ke dalam mobil, setelah itu Raja dan Raju pun ikut masuk ke dalam mobil.


Raju mulai melajukan mobilnya meninggalkan kawanan Bandara Internasional Minangkabau menuju salon kecantikan Inner Beauty milik mamanya.


Di sana Kania dan Lisa sudah ditunggu-tunggu oleh semua rombongan yang ikut dengan Kayla tadi.


30 menit perjalanan Raju menghentikan mobilnya di depan salon kecantikan Inner Beauty milik mamanya.


"Ibu, Kania. Tadi mama berpesan untuk menurunkan ibu dan Kania di sini, mama Kayla dan yang lainnya sudah menunggu kalian di dalam," ujar Raju menghadap ke belakang berbicara dengan Kania dan Ibu Lisa.


"Oh, begitu." Lisa mengangguk paham.


Raju meminta dua wanita yang ada di mobil itu untuk turun.


"Setelah ini kami akan langsung menuju rumah, nanti akan ada sopir yang menjemput mama Kayla dan rombongan lainnya," ujar Raju lagi.


"Ya udah, kalau begitu. Kami akan turun sekarang," ujar ibu Lisa.


Setelah Lisa dan Kania turun dari mobil, Raju kembali melajukan mobilnya meninggalkan salon milik sang mama.

__ADS_1


Kania dan Lisa masuk ke dalam salon yang di depannya terdapat tulisan inner beauty.


Saat mereka masuk ke dalam salon kecantikan, beberapa karyawati datang menyambut kehadiran mereka dengan suka cita.


Kayla dan rombongan telah berada di ruang khusus perawatan seluruh tubuh, mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut.


Para karyawati itu pun membawa Kania masuk ke dalam ruangan tempat Kayla dan yang lainnya berada.


Ruangan tersebut sengaja dibuat Kayla seluas mungkin sehingga bagi siapapun yang ingin menghabiskan waktu mereka dengan perawatan diri secara rombongan, mereka bisa menggunakan ruangan tersebut.


Lisa surprise melihat semua orang sudah berada di ruangan tersebut, Kayla, Gita, Dian, Kanaya dan tak lupa juga Irene dan Alita serta Rayna juga sudah berada di sana.


Keluarga besar yang diawali dengan persahabatan itu kini berkumpul di tempat yang sama.


Mereka sudah menjadi keluarga besar saat ini, dari sebuah persahabatan.


Terlebih saat ini Kania dan Kanaya sudah menjadi istri dari putra kembar Kayla.


"Yuhuuu, kita udah kumpul semua guys," teriak Gita.


Sosok Gita tidak pernah berubah saat mereka berkumpul, meskipun saat ini umurnya tak lagi muda.


Kanaya mengernyitkan dahinya melihat tingkah Ibunya yang heboh tak keruan.


"Kak, tolong Kanaya dan Kania dikasih pelayanan VIP ya, mereka adalah mempelai wanita besok. Mereka harus tampil sempurna esok hari," ujar Kayla pada salah satu karyawannya.


"Siap, Bu," sahut salah satu pelayan.


Mereka pun melakukan pekerjaan mereka, melayani semua tamu Kayla yang ingin dimanja pada hari ini.


Sementara itu Raju baru saja menghentikan mobilnya di depan kediaman keluarga Raffa Surya Atmaja.


Mereka pun turun dari mobil, 2 orang pelayan datang menghampiri mereka, lalu membantu membawa barang-barang mereka ke dalam kamar yang sudah disediakan untuk mereka.


Rumah Raffa yang sangat luas memiliki banyak kamar, sehingga setiap tamu yang datang sudah disediakan kamarnya masing-masing.


Raju membantu Raja membawakan barang-barang istrinya yang memang lumayan banyak.


"Dia bawa apa aja, sih?" gerutu Raja di dalam hati sambil menyeret koper besar milik sang istri.


Perlahan mereka melangkah masuk ke dalam rumah, begitu juga dengan Reza.


Dia juga ikut masuk ke dalam rumah sahabatnya itu.


"Hei, Bro. Apa kabar?" tanya Raffa menyambut kedatangan sahabatnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, baik." Reza tersenyum.


Raffa mengajak Reza masuk ke dalam ruang keluarga, mengajak Reza untuk beristirahat sejenak di ruang tamu.


"Bagaimana acara untuk besok?" tanya Reza memastikan acara resepsi pernikahan putra putri mereka esok hari akan berjalan dengan lancar.


"Alhamdulillah, insyaallah sudah 98 persen sudah siap. Semua dihandle oleh Faiz dan Romi asisten pribadi Raja dan Raju. Mereka berdua merupakan pria yang cukup bisa diandalkan," jawab Raffa.


"Bagaimana, Bro. Perkembangan Kania dan Raju?" tanya Raffa ingin mengetahui perkembangan hubungan putranya dan menantunya saat berada di Yogya selama 1 minggu.


"Mhm, sepertinya Kania sudah mulai menyukai Raja, kita tunggu reaksi Raja. Jika aku perhatikan Raja juga menikmati perlakuan istrinya," jawab Reza.


Dia mengungkapkan apa yang sudah dilihatnya selama satu hari kemarin.


Reza berpendapat hubungan Kania dan Raja baik-baik saja, dan dilihat sekilas mata hubungan mereka akan berjalan lancar.


Dia yakin pernikahan yang sudah mereka lakukan adalah sebuah kebaikan untuk putrinya.


"Baguslah kalau begitu, aku bersyukur jika mang mereka terlihat akur," ujar Raja.


"Mhm, tapi aku tidak yakin dengan hubungan Raju dan Kanaya." Nick tiba-tiba keluar kamar lalu ikut bergabung dengan teman-temannya.


Raffa d an Reza mengalihkan pandangannya pada sang sahabat yang kini duduk di sofa yang ada di hadapan mereka.


"Apa maksudmu?" tanya Raffa pada Nick.


Nick pun mengungkapkan apa yang dilihatnya antara Raju dan Kanaya.


Sementara itu, Raja dan Raju baru saja masuk ke dalam kamar Raja.


Raju meletakkan barang-barang yang dibawanya di atas tempat tidur.


Setelah itu dia pun melangkah menuju sofa yang ada di sana.


Raja menautkan kedua alisnya saat melihat apa yang dilakukan oleh saudara kembarnya.


Raju terlihat menunggu Raja ikut duduk di hadapannya.


Saat Raja baru saja berada di sampingnya, Raju langsung memukul wajah tampan saudara kembarnya.


Bugh.


Bersambung...


.

__ADS_1


__ADS_2