
"Le, tolong talak aku," pintanya kembali memohon.
Dalam pernikahan, yang diinginkan tentunya adalah merasakan semua kebaikan dan kebahagiaan bersama. Tidak ada yang menginginkan terjadinya perceraian, apalagi cerai saat hamil.
"Keyra! Apa kamu bodoh, hah!" bentak Vindra meneriaki adiknya.
"Le ... aku tau kamu memang tidak akan bisa pernah mencintai aku. Akan lebih terluka dan tersakiti lagi jika kita masih tetep bersama. Karena pada akhirnya perpisahan itu tetep terjadi, maka lakukanlah sekarang agar semuanya baik untukku maupun untukmu!"
" Maaf jika selama ini aku terlalu egois, hanya karena ambisi ku yang terlalu obsesi terhadap mu sehingga melupakan perasaan mu yang terluka. Aku terlalu mencintaimu sehingga mata dan hatiku di buta kan oleh cinta tanpa memikirkan bagaimana perasaan kamu," lanjutnya lagi
" Dan aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki, sama seperti kamu terhadap Sera. Melihat orang yang di cintai bahagia, maka kita juga bahagia, begitu caramu mencintainya, dan aku ingin mengikuti caramu itu."
"Key..." Vindra hendak melanjutkan ucapannya, namun di halangi oleh Wisnu yang menggelengkan kepala seakan memberi tahu untuk tidak ikut campur.
"Tapi Pah..."
"Jika memang perceraian lebih baik. Maka Papah tidak akan menghalanginya, Papah senang adik kamu mau menyadari kesalahannya. Jika seseorang tidak menginginkan mu, lalu untuk apa terus- menerus memaksanya," ucap Wisnu membuat Vindra bungkam. Matanya melirik Leo tajam.
Leo terdiam memandangi Keyra yang nampak begitu bersungguh-sungguh. Namun, yang di katakan oleh Keyra ada benar nya. Jika ia dan Keyra masih bersama dengan status suami istri, maka akan selalu ada hati yang terluka entah itu dirinya sendiri maupun istrinya itu.
"Le, Anggap aja ini permintaan aku untuk terakhir kalinya sebagai istri kamu. Talak lah aku sekarang, biarkan keluarga kita menjadi saksi perceraian kita hari ini. Setelah itu aku janji tidak akan menunggu kamu lagi!"
"Baiklah jika memang ini mau kamu, karena mau sekarang atau setelah lahiran keputusan aku tetep sama yaitu berpisah. Dan hari ini kamu menginginkan aku menalak mu, maka aku akan kabulkan," ucap Leo serius. Sesaat kemudian ia menatap kedua orang tua Keyra, Wisnu dan Vira mengangguk lesu. Dan ia juga menatap Angga dan Eyang Endang. Keduanya juga mengangguk pelan.
Leo menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia hembuskan perlahan dan menatap Keyra yang tersenyum tenang, ada ketulusan di sana.
__ADS_1
"SAYA, LEO CANDRA JAYA. TEPAT DI HARI INI, DETIK INI, SAYA MENALAK KAMU. DAN KAMU BUKAN LAGI ISTRI SAH SAYA! "
Leo berucap dengan suara lantang dan tegas, ia benar-benar menalak Keyra di depan kedua keluarga belah pihak. Tak ada yang menghalangi, karena ini masalah rumah tangga mereka berdua yang tak akan pernah rukun jika tetep bersama.
Allah memerintahkan jika memang cerai adalah pilihan tepat karena menimbang maslahat yang kuat, maka lakukan cerai saat perempuan sedang berada dalam masa ‘iddah. Hamil adalah salah satu waktu iddah untuk perempuan yang dicerai, dan berakhir saat perempuan tersebut melahirkan.
Hal ini menunjukkan bahwa talak yang terjadi saat perempuan hamil, adalah talak sunni. Syekh Ibnu Baz rahimahullah mengatakan bahwa para ulama menerangkan: “Makna ayat (At-Thalaq ayat 1) di atas adalah: lakukanlah cerai saat perempuan sedang suci dan belum disetubuhi. Inilah makna mencerai perempuan saat berada dalam masa iddah, yakni mencerai istri saat suci belum disetubuhi, atau mencerainya saat sedang hamil dan telah tampak kehamilannya. Inilah yang disebut talak sunni,”.
Sebuah talak disebut talak bid’I saat dilakukan pada empat keadaan, yakni:
Saat perempuan sedang haid.
Saat nifas.
Saat suci namun setelah disetubuhi.
Jadi, mencerai saat istri sedang hamil, jika karena pertimbangan maslahat yang kuat, hukumnya boleh dan sah.
__________
Keyra tersenyum, mulai hari ini ia bukan lagi istrinya Leo. Lelaki yang sudah membuat mata hatinya buta. Namun ia lega, setidaknya ia melakukan hal yang baik yaitu melepaskan Leo dan bebas bisa mendapatkan istri yang jauh lebih baik dari pada dirinya.
"Terima kasih. "
Leo tertegun, dalam hatinya begitu degdegan. Menalak seorang istri jauh lebih sulit ketimbang memutuskan pacar. Namun ia juga lega setidaknya tak ada beban di hatinya. Dan kini ia hanya bertanggung jawab janin yang ada di dalam rahim mantan istrinya tersebut sampai janin itu lahir dan beranjak dewasa ia akan tetep bertanggung jawab.
__ADS_1
" Jangan khawatir, peranku seorang ayah tidak akan aku lupakan. Setelah perceraian bukan berarti aku lepas dari tanggung jawabku sebagai seorang ayah untuk anaknya. Aku akan tetep menafkahinya sampai ia tumbuh dewasa."
"Terima kasih Leo, maaf sudah merepotkan kamu selama ini!"
"Aku yang seharusnya minta maaf, aku juga egois. Karena terlalu tidak suka dan benci sehingga aku melupakanmu sebagai istriku yang tak pernah aku anggap ada. Maafkan ak. "
Leo juga menyesal, ia sadar bahwa di sini bukan hanya Keyra yang salah. Namun juga dirinya yang terus -terusan melihat masa lalu. Akan tetapi perasaan sakit di hati. memang tak bisa ia bohongi, sebab itulah ia selalu tak pernah menganggap Keyra ada sebagai istrinya, karena jika melihatnya goresan. luka itu selalu terbuka. Tidak mudah untuk menyembuhkan luka di hati apalagi ia hanyalah manusia biasa, sampai sekarang masih belum di temukan obatnya. Bahkan dokter hebat sekalipun.
"Aku tau, semoga kamu bisa menemukan istri yg baik secepatnya agar tidak iri lagi kalau melihat papah dan Sera bermesraan," Keyra ngeledek, sembari tertawa kecil. Leo yang memperhatikan pun ikut tersenyum, ini baru pertama kalinya ia melihat tawa Keyra yang benar-benar tulus.
"Amin, begitu juga denganmu. Untuk masalah anak, kita bicarakan itu nanti. "
Keyra mengangguk, lalu ia melihat kearah kedua orang tuanya yang sedang menatapnya sedih. Keyra menghampiri.
" Mah, Pah. Maafkan Keyra... " Keyra berlutut di hadapan kedua orangtuanya.
" Keyra minta maaf karena telah mempermalukan keluarga. Keyra bukanlah anak yang baik, bukan lah anaknya sholeha. Keyra begitu bodoh... maaf!"
Keyra menangis terisak sambil menggenggam kedua tangan orangtuanya.
Vira ikut berlutut ia memandangi wajah anaknya lekat. Air mata seorang ibu tumpah melihat anaknya menangis yang begitu menyayat kan hati. Vira pun langsung memeluk putrinya itu, dan ikut terisak di sana.
"Mamah lah yang seharunya minta maaf. Ini semua karena Mamah terlalu sibuk dengan kerjaan sehingga Mamah melupakan kamu yabg begitu sangat membutuhkan kasih sayang dari Mamah. Mamah minta maaf! "
Vira juga menyesal, ini juga salahnya. Sebagai orang tua seharusnya selalu ada di saat anaknya membutuhkan perhatian. Namun ia selalu acuh dan mementingkan karirnya ketimbang anak. Andai saja waktu dapat di putar kembali, pasti Keyra tidak akan menjadi seperti sekarang ini.
__ADS_1
Wisnu yang diam memperhatikan pun juga ikut berlutut lalu ia memeluk istri fan anaknya tersebut dan juga ikut menangis di sana.
"Papah juga salah, Papah minta maaf, " ucapnya di sela-sela tangisan.