Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 81


__ADS_3

"Apa kamu sudah menikah ?" Rita mengulang pertanyaannya karena Leo terdiam.


"A-aku sudah menikah, Bu, "jawab Leo.


Ibu Rita langsung mengubah ekspresinya datar, ia melirik anaknya yang bungkam.


" Sekarang sudah larut, sebaiknya kamu pulang. Tidak baik seorang suami berada di luar dan berkunjung di rumah seorang gadis, takut nanti akan menimbulkan fitnah! "ujar Rita secara halus mengusir Leo.


" Maafkan saya, kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum! "


Leo mengerti, tanpa basa basi lagi ia berpamitan dan mencium tangan ibunya Nadira.


" Waalaikumsalam!"


" Aku pamit, sampai bertemu di kantor, "pamitnya pada Nadira.


" Iya, hati-hati di jalan! "


Leo mengangguk, lalu ia masuk kedalam mobil dan berlalu meninggalkan karangan rumah Nadira.


" Kamu harus jaga jarak dengannya Dira! dia suami orang tidak baik kamu terus dekat-dekat dengannya. "Rita memberi nasihat pada anaknya.


" Iya Bu, Dira akan menjaga jarak darinya, "


" Ibu bukanya melarang kamu untuk berteman dengan siapapun hanya saja ibu tidak mau masa lalu ibu terulang kembali pada kamu, Nak."Rita berucap sedih, ia teringat kembali akan masa lalunya. Wanita itu takut akan terjadi hal yang serupa menimpa anaknya kelak.


"Dira tau Bu, Dira dan Leo hanya rekan kerja dan kami tidak memiliki hubungan apa-apa. Percaya sama Dira, Bu! "Nadira meyakinkan ibunya.

__ADS_1


" Ibu percaya, tapi sebisa mungkin kamu jaga jarak darinya, ibu takut akan menimbulkan fitnah dan membuat istrinya menuduh kamu yang bukan-bukan! "lagi -lagi sang ibu menasihati anaknya.


Terkadang orang lebih percaya dengan apa yang di lihat, padahal yang di lihat belum tentu benar. Namun untuk mencari kesalahan justru orang semakin membesar-besarkan akan hal itu. Dan ibu Rita sudah mengalami nya sendiri sebab itulah ia tak ingin Nadira mengalami hal. yang sama.


"Iya, Bu... ya udah kita tidur ya,nanti kesehatan ibu semakin tidak baik! "Ajak Nadira, dan membawa ibunya masuk kedalam kamar.


Sementara itu, Leo berhenti di pinggir jalan. Ia menyadarkan kepala lesu.


" Kenapa kehidupanku seperti ini? aku juga ingin bahagia sama seperti papah. Tapi kenapa takdir ku begitu menyedihkan, "lirih Leo menatap langit malam.


Ia meratapi nasibnya yang tak beruntung, terkadang ia ingin marah, namun tidak tahu kepada siapa. Ingin menyalahkan, namun siapa yang harus di salahkan. Rencana apa sebenarnya yang sudah tertulis dalam takdirnya, apapun itu ia berharap mendapatkan kebahagiaan di masa depan.


"Keyra... apa aku harus menyalahkan mu? kau yang menyebabkan semua ini, kenapa kau membuat hidupku menyedihkan seperti ini? harus seperti apa aku bersikap padamu? aku benar-benar benci dan kecewa, ingin aku pergi jauh dan memulai kehidupan baru, jika aku tidak mengingat anak di dalam perut mu! "


Leo prustasi, ia bingung harus bagaimana lagi. Ingin pulang ke rumah saja ia segan. Apa lagi bertemu dengan wanita yang sudah merusak hidupnya. Ingin marah, ingin berperilaku kasar terhadapnya, tetapi Leo masih memiliki hati nurani, apa lagi terhadap wanita yang sedang hamil darah dagingnya sendiri.


Sementara itu, Keyra di dalam kamar duduk termenung di sana. Pikiran kacau. Ada kesedihan dalam hatinya, ia pun merenung perbuatannya dulu yang begitu egois. Karma sudah membuatnya harus menderita karena tak mendapat cinta Leo, karma telah membuat hidupnya seolah seperti makhluk tak kasat mata, tak di anggap ada oleh Leo. Karma sudah membuat dirinya di benci oleh lelaki yang ia cintai. Bukan kebahagiaan yang ia dapatkan, melainkan penderitaan batin yang selalu ia rasakan.


"Aku terlalu mencintaimu, Leo! apa yang harus aku lakukan agar aku bisa menembus semua kesalahanku? aku lelah... "Keyra Menghembuskan nafas beratnya. Mengusap air mata yang mengalir deras di pipi.


" Aku lelah terus di abaikan olehmu, aku lelah selalu di anggap tak ada olehmu, aku lelah berjuang seorang diri untuk mendapatkan cintamu. Bahkan adanya anak ini, kau masih saja tidak peduli... aku lelah Leo! "Keyra memejamkan matanya menghadap keatas, air mata terus mengalir dari kelopaknya.


Akhir -akhir ini Keyra begitu kacau, ia terlalu setres bahkan sampai mengabaikan kesehatan anak di dalam kandungannya sendiri. Ibu Endang berkali-kali membujuknya untuk makan dan minum vitamin serta istirahat yang cukup namun tak di hirau kan olehnya karena terlalu sibuk memikirkan cara agar bisa mendapatkan cinta Leo.


Setelah merenung sepanjang malam, Keyra memutuskan untuk berbicara dengan Leo. Karena malam hari Leo tak pulang ke rumah Keyra pun berbicara pagi harinya saat Leo kembali.


"Le, aku ingin bicara sebentar sama kamu, "ucap Keyra.

__ADS_1


" Hem, apa? "tanya Leo, Keyra menghela nafasnya lagi-lagi ekspresi yang sama ya itu datar dan dingin.


" Aku minta maaf atas semua perbuatan aku sama kamu! "


Leo menaikan sebelah alisnya, trik apa lagi yang di rencanakan oleh wanita ini?


" Aku tau, tidak mudah untukmu memaafkan aku. Tapi aku punya satu permintaan sama kamu, "


Leo tak menjawab, ia menatap Keyra lekat.


" Setelah anak ini lahir, tolong jaga dan sayangi dia. Bagaimana pun dia tidak berdosa! aku tau kamu membenci ku, tapi aku mohon jangan benci anak ini. "Keyra mengusap air matanya yang sudah mengalir.


" Setelah anak ini lahir, aku ingin kita bercerai! "


Leo tersentak, ia menatap Keyra dalam dengan seksama. Atas dasar apa wanita itu tiba-tiba meminta sesuatu yang sulit di percaya olehnya. Cerai... bukanya wanita itu begitu teropsesi pada dirinya? lalu kenapa.


Leo tak mengerti? bukannya tidak senang, hanya saja merasa aneh. Setan baik apa hari ini yang sudah memasuki raganya. Haruskah Leo berterima kasih padanya?


"Oke! "jawab Leo spontan dan begitu ringan seolah tak memiliki beban sama sekali.


Sakit... itulah yang di rasakan oleh Keyra saat ini. Begitu mudahnya menyetujui tanpa basa basi apa lagi penolakan. Segitu besarnya ingin berpisah, apa dirinya sama sekali tidak ada harapan untuk masuk kedalam hatinya? Keyra memaksakan dirinya untuk tersenyum. Hatinya terluka mungkin lukanya tidak seberapa jika do bandingkan dengan Leo.


Keyra memutuskan untuk berpisah setelah anaknya lahir. Sekeras apa ia berusaha tidak mudah baginya untuk memecahkan batu karang begitu keras. Hati tak bisa di paksa begitu juga dengan cinta.


Keyra menyerah, selama tiga bulan ia bersama Leo batinnya juga tersiksa, apa lagi di saat mengidam dan menginginkan dirinya di manja dan hanyalah rasa pahit yang ia terima. Hukuman telah mengutuk dirinya. Keputusan yang ia buat semoga menjadi yang terbaik untuk dirinya dan juga Leo. Cinta tak harus memiliki, melihat lelaki yang ia cinta tertekan dan tersiksa membuatnya sadar.


"Maafkan aku, Leo! maafkan Sera..."

__ADS_1


__ADS_2