Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2. Kerusakan parah


__ADS_3

Berada di rumah sakit. Supir ambulance dan rekannya langsung bergegas membuka pintu mobil lalu mengeluarkan brankar dorong dan segera membopong lelaki di dalamnya dengan sangat hati-hati. Para suster juga ikutan membantu karena pasien gawat darurat sehingga tak perlu mengantri lagi seperti pasien lainnya yang hendak berobat.


Polisi juga tak ketinggalan. Mereka terus mengikuti langkah suster petugas ambulance membawanya hingga ke ruangan ICU.


"Ada apa?" tanya Angga yang lewat. Ia penasaran kerena ada banyak polisi yang mengikuti.


"Pasien mengalami kecelakaan, Dok!" jawab petugas ambulance tersebut.


Angga mengangguk, lalu ia melihat arah pasien yang sedang terbaring hendak di periksa. Betapa terkejutnya Angga saat melihat siapa yang terbaring di sana. Dengan mata melotot nampak sangat syok Angga berteriak.


"Adam!"


"Astagfirullah, Adam ...." Angga langsung panik sambil menyentuh tangan cucunya dengan tangan yang mulai gemetar. Apalagi seketika melihat darah di pipi Adam keluar dari kelopak matanya.


"Cepat bawa dia!" herdik Angga bergegas mendorong brankar tersebut ke dalam ruangan operasi mata supaya segera di tangani.


Karena luka yang di alami Adam cukup parah di bagian mata. Angga selaku hanya dokter umum biasa, ia keluar dari ruangan dan membiarkan dokter spesialis mata mengoperasi mata Adam dengan raut wajah sedih.


Jika kaca mengenai bola mata, maka dapat menimbulkan luka penetrasi (penetrating injury). Jika serpihan kaca tertinggal di dalam bola mata maka disebut intraocular foreign body. Pemeriksaan penunjang seperti ultrasonografi atau CT-scan diperlukan untuk mendeteksi keberadaan pecahan kaca di dalam bola mata. Kasus trauma tajam bola mata merupakan kasus kedaruratan mata, mengancam penglihatan sehingga pemeriksaan + penanganan lanjutan untuk mengeluarkan pecahan kaca dalam bola mata dikerjakan oleh dokter spesialis mata.


"Selamat pagi menjelang siang Dok!" ucap salah satu polisi ramah sambil memberi hormat dengan tegak.


"Apa anda mengenal pasien?" lanjutnya bertanya. Angga hanya mengangguk.


"Maaf, kalau boleh tau apa hubungan di antara kalian?" sambungnya kembali bertanya untuk keterangan lebih lanjut.


"Saya kakeknya. Sebenarnya apa yang terjadi Pak?" tanya Angga lirih.


"Saudara Adam mengalami kecelakaan di tol Cipularang. Kami masih belum tau apa penyebab kecelakaan tersebut karena mobil yang di kendarai saudara Adam kebakaran akibat ledakan kecelakaan tadi. Beruntung para pengemudi lain dengan cepat menyelamatkan hanya," jelas polisi tersebut. Angga terduduk lemas di kursi penunggu.


"Kami akan menyelidiki kasus ini, apakah murni kecelakaan atau motif lain! Mohon kerjasamanya."


"Baiklah, tolong hubungi saya secepatnya jika sudah menemukan apa penyebab cucu saya kecelakaan. Ya, semoga saja ini semua murni kuasa dari Allah," ucap Angga. Ia berharap tak ada seseorang yang memiliki niat jahat pada keluarganya. Walaupun ia tidak tau keseharian Adam di kampus maupun di luar kampus seperti apa. Tetapi ia percaya jika Adam tidak memiliki musuh.


"Baik Dok. Kalau begitu kami permisi dulu, dan semoga saudara Adam segera sembuh dan tidak mengalami hal yang tak diinginkan." Maksud dari hal lain itu adalah kebutaan. Ya semoga saja tidak terjadi.


Angga mengangguk lalu mereka berjabat tangan. Setelah para polisi pergi untuk penyelidikan. Angga kembali terduduk lesu. Sangat syok bukan main. Di saat anak mantunya sedang pergi jalan-jalan di Jepang justru di dalam negeri malah mendapatkan masalah.

__ADS_1


Angga bingung apa ia harus menghubungi Leo dan Keyra dan mengatakan keadan Adam. Tetapi itu akan merusak kebahagiaan mereka yang sangat langka di dapatkan seumur hidup.


"Ya Allah, tolong sembuhkanlah Adam. Tolong jangan ambil indra penglihatannya, tolong biarkan Adam terus dapat melihat dunia yang inda ini." Doa Angga sangat berharap. Sangat di sayangkan jika cucunya mengalami kebutaan di usia yang masih sangat muda.


"Tapi bagaimana dengan Leo dan Keyra? Apa yang harus aku lakukan ya Allah." Angga sangat perustasi, ia bahkan menjambak rambutnya sambil menunggu dokter spesialis mata itu keluar secepatnya karena ia tak sabar ingin segera mengetahui kondisi cucunya.


"Halo Mas!" ucap Sera saat Angga menelpon dirinya.


"S-sayang ...." Suara Angga terdengar gemetar. Ia bahkan rasa tak sanggup mengatakan hal ini pada istrinya.


"Mas. Kamu kenapa?" tanya Sera khawatir.


"Aku gak apa-apa. Cuma .... Adam yang kenapa-kenapa. Dia masuk rumah sakit akibat kecelakaan mobil," ujar Angga lirih.


"Apa!" Sera menutup mulutnya rasa tak percaya. Tubuhnya bahkan sampai lemas mendengar cucunya kecelakaan dan masuk rumah sakit.


"Sayang, kamu gak apa-apa?" tanya Angga cemas.


"T-terus gimana keadaan Adam Mas?" tanya Sera sangat khawatir.


"Aku segera ke sana." Angga mengangguk.


******


Di kampus ....


"Ly. Yura mana? Kok dari tadi batang hidungnya gak kelihatan?" bisik Dara bertanya pada Sherly mengenai keberadaan sahabat mereka.


"Entahlah, dari tadi gue chat gak masuk. Hp nya kayaknya mati deh," jawab Sherly. Ia juga sangat penasaran pada sahabatnya itu kemana. Tak biasanya tidak masuk kuliah.


"Nanti kita kerumahnya mau?" tanya Dara.


"Aku pamit izin dulu sama suami gue. Kalau katanya boleh, ya ayok! Tapi kalau katanya gak, ya gue gak bisa pergi," ucap Sherly.


"Eeeuh, istri yang baik. Susah deh, apa-apa harus pamit," gerutu Dara sebel. Semenjak salah satu sahabat menikah, mereka gak pernah lagi berkumpul bersama.


*****

__ADS_1


Kembali pada rumah sakit. Sera sudah berada di rumah sakit dengan tergesa-gesa. Ia seorang diri saja datangnya karena kedua anak kembarnya sekolah. Ia tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka belajar. Begitu juga dengan Sherly. Sera maupun belum memberi kabar pada Sherly maupun Alex. Apa lagi pada Alia cucu kedua mereka pokoknya belum memberi kabar pada siapa pun selain Sera.


"Mas." Sera langsung menghampiri suaminya yang sedang duduk termenung sambil terus berdoa dalam hatinya.


"Sayang." Angga langsung berdiri lalu memeluk istrinya erat.


"Bagaimana keadaan Adam Mas?" tanya Sera sambil mengusap punggung suaminya pelan.


"Dokter belum keluar," jawabnya dengan nada sedih. Sera memejamkan kedua matanya sangat khawatir. Walaupun Adam bukan cucu kandungnya, tetep rasa sayang tetep sama seperti anak kandung sendiri.


Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka. Dengan cepat Angga menghampiri.


"Dokter Fadil! Bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Angga tak sabar pada rekannya.


Dokter Fadil menghela nafasnya sebelum berucap sambil menatap sedih arah Angga.


"Jawab." bentak Angga benar-benar tak sabaran. Untungnya dokter Fadil sudah tau sikap buruk Angga.


"Kondisinya sama seperti ponsel, yang dibanting ke lantai. Karena mengalami cedera ini, kami harus sangat terpaksa mengangkat bola matanya karena kerusakan yang terlalu parah," ujar dokter Fadil menjelaskan.


Angga syok. Itu artinya Adam mengalami kebutaan jika bola mata harus diangkat. Apa yang harus ia lakukan? Apa yang akan ia katakan pada anak dan menantunya nanti. Dan apa yang harus ia lakukan saat Adam sadar jika bola matanya sudah tidak ada.


"Apa masih bisa di selamatkan penglihatan nya Dok? Maksud ku dengan donor bola mata baru?" tanya Sera serius.


"Bisa," jawabnya tegas membuat Sera lega. Setidaknya masih ada harapan untuk Adam dapat melihat lagi.


"Lakukan Dok. Jangan sampai cucu saya buta," ucap Sera semangat.


"Bisa jika ada pendonor mata. Tidak mudah mendapatkan pendonor mata. Apa lagi mata harus diambil kurang dari 6 jam setelah kematian. Dan kornea donor mata sedang kehabisan stok di rumah sakit ini," jelas dokter Fadil membuat Sera dan Angga kembali lesu.


"Jika sudah mendapatkan pendonor mata, hubungi saja aku. Kami juga akan membantu mencari si pendonor," ucap Fadil menepuk pundak Angga, ia merasa prihatin pada rekannya itu.


"Terima kasih," ucap Angga lirih.


Sera menangis, bagaimana mencari pendonor mata. Ia berharap secepatnya dapat sebelum Adam sadar.


Angga mengusap wajahnya prustasi. Pikirannya benar-benar kacau. Apa yang harus ia lakukan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2