Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 134


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Leo dan Keyra sudah kembali ke ibu kota. Mereka juga sudah membawa Adam kembali dari rumah Angga dan Sera. Namun Angga sangat kesal dengan anaknya. Ingin ia mengutuk anak durhaka nya itu karena pulang dari bulan madu seraya tanpa dosa.


Flashback....


"Adam sayang, ayo kita pulang Nak?' ucap Leo yang baru saja tiba di rumah orangtuanya.


"Lah, datang dan pergi gitu aja?" tanya Angga.


"Lah terus?" tanya balik Leo yang kebingungan.


"Ck, dasar anak durhaka. Pergi jauh-jauh gak ingat orang tua. Mana buah tangannya?" ucap Angga meminta secara terang-terangan oleh-oleh mereka yang abis dari pulai Bali.


"Eh, buah tangan?"


"Iyalah, jangan bilang kalau lo gak ingat mau belikan oleh-oleh?" sinis Angga merajuk.


"Hehehehehe, lupa," jawab Leo menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil menyengir. Ia tidak tahu jika Angga akan meminta, nyatanya ia memang lupa. Begitu juga dengan Keyra yang menjadi tidak enak hati. Apalagi melihat mertuanya itu merajuk layaknya anak kecil.


"Lupa? Papah sudah membelikan mu tiket, dan mengasuh anakmu, dan sekarang kau bilang lupa? Anak macam apa kau," omel Angga sewot. Membuat Leo mengerutkan keningnya.


"Hey, hanya buah tangan pun, begitu aja marah?"


"Tauk ah, sana pergi. Menyebalkan, punya anak gak ingat sama orang tua," gerutu Angga sebal. Lagi-lagi Leo mengerutkan keningnya menatap sang papah heran.


"Ayolah Pah, kami di sana juga jarang keluar dari hotel, yang kami lalukan setiap ada kesempatan ya buat adonan untuk proses cucu kedua," ujar Leo jujur, dan Angga semakin panas mendengar nya.


"Ck, buat aja terus. Ampe banyak anak, selusin sekalian. Biar bisa mengalahkan rekor geng Halilintar," sewot Angga ketus. Leo menghela nafasnya nya, papahnya itu benar-benar merajuk karena oleh-oleh, atau karena cemburu gak dapat jatah? Leo pun menatap mamahnya yang sedang mengobrol dengan istrinya.


" Mah, papah kenapa? Masih belum dapat jatah juga dia?" tanya Leo pada Sera.


"Sewot kali, soalnya aku hukum dia malam ini tidur di luar kamar," jawab Sera melirik suaminya yang semakin masam wajahnya.


"Oalah, pantas aja sewot gitu. Kasihan, udah gak dapat jatah tidur di luar kamar pula ... uh dingin, gak bisa kelonan," ejek Leo pada Angga.


"Anak kurang ajar, pergi sana lo."


Flashback of....


Kini Angga sudah melupakan itu, sekarang ia sudah ganteng dengan balutan baju ala dokternya yang hendak siap-siap berangkat kerja.


"Eh, kok istri dan anak Papah udah 0ada cantik? Mau kemana?" tanya Angga saat keluar dari kamar mendapati dua wanita kesayangan nya sudah berdandan cantik.


"Ke rumah papah kan? Lupa kalau hari ini Manda sama Agne pulang?" jawab Sera sembari memberikan piring pada suaminya.


"Oh iya, lupa aku. Jadi kita menginap di sana dong?"


"Hem, beberapa hari aja kok. Aku kan udah lama banget gak kumpul sama adik aku, apalagi ada tante juga," jawab Sera sembari mengunyah makanan nya. Angga manggut-manggut.

__ADS_1


"Tapi aku kerja dulu ya, soalnya gak bisa di tinggal."


"Janji pulang cepet ya, soalnya pesawat mereka mendarat siang ini. Papah sama mamah yang jemput mereka di bandara," cerita Sera, Angga kembali menggut-manggut.


"Kenapa mereka gak pulang saat kita nikah?" tanya Angga, dari dulu ingin ia beritanya tapi lupa.


"Karena saat itu juga Manda sedang menghadapi ujian semester awal, jadi tante melarang dia pulang, walau sebenarnya pengen banget dia pulang. Namun karena udah janji juga, untuk tidak pulang sebelum lulus sekolah jadi ya gak pulang, biar sekalian gitu. Tante sengaja gak datang, karena kalau dia datang pasti Manda merengek minta ikut, dan akan tidak konsen saat ujian nya," jelas Sera.


"Kamu kenal sama Agne?" lanjut Sera, ia bertanya.


Agne adalah adiknya Bobby, kali aja Angga mengenalnya.


"Iya aku kenal, malah berteman," jawab Angga.


"Berteman? Kok bisa? Emang nya kalian sering bertemu?" tanya Sera.


"Dulu, sewaktu mamah nya Leo masih ada, kita sering bertemu, namun gak akrab. Tapi setelah mamahnya Leo udah gak ada, selang tiga tahun baru kami berteman karena dia sering datang ke rumah sakit saat itu. Tapi sekarang udah gak konteks lagi semenjak kita semenjak kita menikah, biasanya dia masih suka kirim pesan gitu?" jelas Angga panjang lebar.


"Suka kirim pesan apa?" selidik Sera.


"Biasa aja sih, kayak. Kamu lagi apa, udah makan belum? Kayak gitu, dan aku ya balas seadanya aja," jawab Angga.


"Oh, terus sekarang kenapa gak konteks lagi?" Sera kembali bertanya.


"Kerena aku blokir, semua kontak di hp aku yang gak penting aku blokir saat aku mulai mengejar kamu, jadi termasuk nomornya Agne," jelas Angga jujur, Sera pun mengangguk.


"Emang Agne gak tau siapa suami kamu?" tanya Angga.


"Nggak, bahkan Manda. Aku sengaja gak kasih kirim foto kamu pada mereka, dan aku juga bilang sama papah dan mamah agar tidak mengirim foto pernikahan kita pada mereka. Biar keduanya penasaran," jawab Sera.


"Dasar kamu ini." Angga mengacak gemes rambut istrinya," ya udah yuk, berangkat. Aku anterin sampai depan rumah aja ya l."


Sera mengangguk, ia menggendong Sherly sedangkan Angga membawa tas baju-baju mereka yang akan menginap di sana untuk di masukan ke bagasi mobil.


******


Sementara itu du bandara, Bobby dan Dewi sudah menunggu kedatangan mereka. Dewi sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak keduanya.


"Mana sih, kok lama banget?" gumam Dewi tak sabaran.


"Sabar sayang, pesawatnya aja belum lepas landas. Tunggu aja dulu," ucap Leo memenangkan.


"Udah gak sabar Mas pengen ketemu sama anak kita, Mamah kangen banget sama Manda."


"Sama sayang, Papah juga kangen banget sama anak kita, begitu juga dengan Agne. Sabar ya."


Selang beberapa menit kemudian, dua orang wanita keluar dari pintu bandara. Keduanya nampak mencari seseorang.

__ADS_1


"Manda, Agne. Sini!" teriak Dewi girang.


"Mamah, Papah." Manda pun langsung berlari meninggalkan wanita di sebelahnya seorang diri yang geleng-geleng melihatnya.


"Anak Mamah yang cantik, Mamah kangen banget sama kamu."


"Sama Mah, Manda juga kangen banget sama Mamah dan Papah." Ketiganya berpelukan karena rindu yang sangat dalam, tiga tahun tidak bertemu.


Agne tersenyum melihatnya.


"Kemari lah, kami juga merindukanmu," ucap Bobby pada adiknya. Agne pun tersenyum dan menghamburkan ke pelukan sang kakak.


"Ayo kita pulang," ajak Bobby setelah puas berpelukan.


"Kakak gak ikut jemput aku? Jahat banget sih," rajuk Manda karena Sera tidak ikut menjemputnya.


"Kan kakak kamu punya bayi sayang, kasihan dong keponakan kamu kalau di ajak," jelas Dewi. Manda pun pasrah.


"Oh iya Bang, Kak. Agne gak langsung ikut pulang ke rumah ya. Agne mau pergi ke tempat teman," ujar Agne pamit.


"Kamu baru sampai lo sayang, gak istirahat dulu di rumah?" tanya Dewi.


"Nanti aja kak, Agne mau beri dia kejutan. Bye ...."


"Ck,.pasti mau ketemu sama dokter gebetannya. Dasar tante gak sabaran," ejek Manda saat melihat punggung tantenya yang sudah menjauh.


"Dokter gebetannya? Maksud kamu siapa Nak?" tanya Bobby, ia langsung mengingat Angga.


"Itu loh, kata tante dia sahabat nya Papah, siapa sih namanya, aku lupa?"


" Angga maksud kamu?" sahut Dewi.


"Ah benar, ya dokter Angga. Tante sering banget cerita tentang dia. Katanya, dia sudah lama suka sama dokter Angga itu, bahkan sampai sekarang," cerita Manda membuat Bobby dan Dewi saling pandang syok tak percaya.


Bobby tahu jika Agne dan Angga berteman sebelum adiknya itu pergi ke Singapore untuk menemani manda sekolahlah di sana. Namun ia tidak tahu jika adiknya menaruh hati pada Angga.


"Tapi Angga sudah menikah?" ucap Dewi.


"Hah, yang bener? Yah sayang banget, pasti tante kecewa banget, pujaannya udah menikah," jawab Manda sedih.


"Dan istrinya Angga itu adalah kakak kamu," lanjut Dewi.


" Apa! Jadi kakak menikah sama dokter Angga? Kok bisa, kan umur mereka jauh banget, tante sama dokter Angga aja beda 10 tahun, lalu kakak?" pekik Manda tak percaya.


"Ya tapi kenyataan mereka memang sudah menikah, lalu sekarang gimana Mas?" ucap Dewi bertanya pada Bobby yang nampak berpikir.


"Ini semua salah kakak, coba aja dia kasih tau soal suaminya pada kita, kan tante jadi gak berharap sampai sekarang. Pasti dia bakalan sedih dan kecewa banget deh," ucap Manda.

__ADS_1


Dewi dan Bobby saling pandang, mereka berdua juga tidak tau harus berbuat apa, dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Namun berharap, Agne siap menerima kenyataannya, dan tidak berpikir untuk merebut yang bukan menjadi miliknya.


__ADS_2