Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 90


__ADS_3

Sera menatap wajah Angga serius, ia sedikit terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya itu.


"Mas," panggilnya pelan.


"Aku tau kita menikah kare aku kesalahan, tapi aku benar-benar cinta sama kamu. Kalau kamu menyesal sudah terlambat sekarang, dan aku gak ada melepaskan kamu selama nafasnya aku masih bernyawa," ucap Angga tanpa mempedulikan panggilan Sera.


"Mas, dengerin dulu... "


" Jangan menghentikan aku sayang, aku gak. mau kehilangan kamu. Walaupun kamu mau kembali sama Leo aku tetep tidak akan melepaskan aku, kalian harus melangkahi dulu mayat aku kalau ingin bersama."


Sera tersentak, matanya melotot tak percaya lagi-lagi mendengar ucapan Angga yang semakin ngelantur menurutnya.


"Maaas... " Sera kembali memanggil suaminya sedikit panjang.


Namun Angga masih sana, ia mengoceh tanpa henti dengan kata-kata ngelantur lagi. Yang pasti menyakinkan Sera bahwa dirinya gak akan melepaskan dirinya walaupun Sera dan Leo memaksa.


Sera menghela nafasnya panjang, ia menatap suaminya sesaat yang masih terus ngedumel.


Ada senyum kecil di sudut bibir Sera lalu ia menangkup kedua pipi Angga, dan tanpa aba-aba lagi Sera langsung mengecup bibirnya itu.

__ADS_1


Tak ada pilihan, hanya dengan cara seperti ini suaminya itu baru menghentikan ocehannya.


Angga terkejut, matanya terbelalak kaget. Namun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini, Angga menekan tengkuk belakang Sera dan membalas ciumannya dalam hingga menerobos rongga dalam mulut dan lidah keduanya pun menari-nari di sana.


"Udahan ngocehnya, hem?" ucap Sera lembut sembari ibu jarinya mengusap bibir Angga yang basah.


Angga mengangguk pelan dengan wajah di tekuk, ketakutan menghantui dirinya. Ia menundukkan wajahnya tak berani menatap Sera.


"Hey... " Sera mengangkat dagu Angga agar menatap wajahnya," liat mata aku Mas? "


Angga menatap kedua bola mata Sera.


Angga mencari kebohongan di sana, dan sayangnya yang ia dapatkan hanyalah kejujuran dan ketulusan. Tentu saja membuatnya tersenyum senang. Ia memeluk istrinya erat dan menangis bahagia di sana.


"Huuuus, sudah ya jangan menangis. Aku selamanya milikmu, Mas! Gak ada yang bisa mengambil aku dari kamu, karena aku juga gak akan pernah mau berpisah sama kamu, apapun yang terjadi," ungkap Sera.


"Makasih sayang, aku benar-benar takut kamu kembali lagi sama Leo dan meninggalkan aku." lirih Angga yang masih menangis seakan takut kehilangan.


"Kenapa aku harus kembali sama Leo?" tanya Sera.

__ADS_1


Angga melepaskan pelukannya dan menatap Sera serius." Karena Leo sekarang sudah menjadi duda, dan dia jauh lebih muda dari aku!" jawab Angga.


Sera terkekeh." Dasar bodoh, lagi pula mana mungkin aku memilih intan permata sedangkan di depanku ada berlian yang berharga."


Sera mengelus lembut wajah Angga dan tersenyum manis padanya.


"Kamu suamiku, dan aku sangat mencintaimu. Jangan pernah lagi berpikir bahwa aku akan pergi meninggalkan kamu apa lagi berpikir akan kembali lagi pada Leo. Itu tidak akan pernah terjadi, karena seluruh hidupku sudah aku berikan untukmu, ingat itu!" Sera mengecup kening Angga cukup lama, menyampaikan cinta tulus padanya.


"Sungguh, kamu janji gak akan pernah ninggalin aku?" ucap Angga memastikan dengan mata berkaca-kaca.


"Iya Mas, aku janji... "


Angga tersenyum, ia kembali mencium bibir Sera lembut. Sera memejamkan kedua matanya mengalungkan kedua tangannya di leher Angga dan membalas ciumannya dalam. Keduanya terhanyut dalam cumbuan di malam yang nampak cerah, sinar rembulan yang terang menjadi saksi cinta mereka yang kini tengah bergelut panas di bawah dinginnya ac kamar tersebut. Entah berapa lama mereka menikmati indahnya surga dunia, dan sampai rasa lelah menghentikan keduanya yang hampir memasuki waktu subuh.


"Aku mencintaimu sayang, jangan pernah pergi meninggalkan aku. Selama nafas ini masih bernyawa aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi walaupun hanya sejengkal saja," bisik Angga pelan mengusap wajah Sera yang sudah tertidur lelap akibat kelelahan karena ulahnya.


"Selamat malam, istri kecilku. Love you!"


Kecupan mengantar tidur mereka, dan sama-sama terlelap dalam mimpi yang indah. Angga bersyukur karena takdirnya kali ini berpihak baik padanya, akibat kesalahan menantunya itu ia bisa mendapatkan istri sebaik dan secantik Sera. Dan bersumpah tak akan pernah membiarkan siapapun akan merebut darinya bahkan termasuk anaknya sendiri, Leo.

__ADS_1


__ADS_2