Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 83


__ADS_3

Sera mengetuk pintu kamar Keyra, tak ada jawaban dari dalam Sera pun membuka paksa karena khawatir. Sesaat memasuk kedalam wanita itu menatap cemas mendapati Keyra yang sedang duduk bersandar di kasur dan menatapnya dengan tatapan kosong.


"Keyra kenapa? " batin Sera, lalu ia mendekati dan duduk di sampingnya.


" Key... " panggil Sera lembut," kamu gak apa-apa? "


Keyra menoleh, dan hanya membalas dengan senyuman saja. Sera menatap lekat, apa lagi melihat ada raut kesedihan di wajah sahabatnya itu, dan tentu saja membuat Sera kebingungan.


" Hey, sebenarnya ada apa? apa ada masalah sama kandungan kamu? atau masalah lain. " Sera berusaha mencoba bertanya pelan.


Dan lagi wanita itu tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil dengan paksaan.


" Key... "Sera menyentuh tangan Keyra," cerita sama aku, aku tau kalau kamu gak lagi baik-baik saja. Apa kamu lagi berantem sama Leo?"


Keyra menatap kedua bola mata Sera, ia dapat melihat bawah Sera benar-benar tulus padanya. Dan itu semakin membuatnya merasa bersalah.


" Hey... kamu kenapa, sih?" Sera panik saat Keyra menangis menundukan kepalanya.


" Maafkan aku, Sera! A-aku minta maaf, " ucapnya sambil menangis dengan suara lirih tak berani menatap Sera.


" Kamu ini sebenarnya kenapa sih? Jangan bikin aku bingung dong?" Sera benar-benar bingung, ada apa sebenarnya dengan sahabatnya itu.


" Ser... apa kamu akan membenciku?" tanya Keyra menatap sedih.


" Untuk apa aku membenci kamu? kita kan sahabat," jawab Sera sembari menghapus air mata Keyra lembut.


Keyra menggeleng." Kamu pasti bakalan membenciku kalau saja kamu tau yang sebenarnya."

__ADS_1


Sera mengerutkan keningnya heran." Kamu ini sebenarnya kenapa sih? emang apa yang membuat aku bakalan benci sama kamu?"


Keyra menelan ludahnya, ia harus memberi tahu kebenaran kepada Sera semuanya. Ia tidak mau lagi menanggung dosanya selama ini.


" Ser, sebenarnya aku tak sebaik seperti yang kamu duga. Kamu begitu tulus sama aku, kamu begitu baik sama aku. Tapi aku malah manfaatkan ke tulusan dan ke baikan hati kamu kepada ku... maaf" ucapnya bersungguh-sungguh sambil menggenggam kedua tangan Sera dan menaruhnya di dada.


Sera terdiam, ia menatap lekat kedua mata Keyra. Ia bingung serta tak mengerti maksud dari perkataan wanita yang ia anggap sebagai sahabatnya itu.


" Maksud kamu apa?"


Lagi-lagi air mata Keyra meleleh membasahi pipi, kenapa ada wanita begitu polos seperti Sera. Ia sungguh sangat merasa bersalah padanya.


"Selama ini, aku berteman sama kamu dan menjadi sahabat kamu itu tidak tulus Sera. Aku manfaatkan ketenaran kamu di sekolah dan juga di kampus. Aku manfaatkan kamu agar bisa membantu aku saat mengerjakan tugas sekolah atau kuliah. Selama ini, aku tidak tulus bersahabat sama kamu!" jelas Keyra menceritakan.


Sera mematung, ia tidak menyangka bahwa ketulusan hatinya di manfaatkan oleh Keyra. Ia terus menatap wanita di hadapannya ini dalam, ingin mendengar cerita lebih lanjut lagi.


Keyra menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan." Karena aku mencintai Leo!"


" Sejak kapan?" Bohong jika Sera tidak kaget, namun ia berusaha tenang.


" Kamu ingat, waktu kamu ingin mengenalkan Leo sama aku?" tanya Keyra, dan Sera mengangguk," sebelum Leo masuk ke dalam cafe itu, aku udah bertemu dengannya di luar. Dan dari sanalah aku jatuh cinta pada pandangan pertama padanya. Dia begitu keren, dan aku tidak bisa memalingkan pandangan aku padanya."


Sera tersentak kaget, namun ia tak berkomentar apa-apa saat ini, dan hanya mengeluarkan ekspresi mengatakan ingin mendengar lagi kelanjutan cerita dari sahabatnya itu.


" Namun, aku benar-benar kaget saat kamu mengatakan bahwa dia adalah kekasihmu. Kau tau? Saat itu hatiku hancur, pupus sudah harapanku ingin mendekatinya. Dan saat kalian berpacaran begitu mesrah, di sanalah aku iri! Apa lagi saat melihat Leo begitu perhatian sama kamu, begitu menyayangi kamu. Aku cemburu, sebab itu lah aku menginginkannya menjadi milikku!" cerita Keyra dengan nada sedih.


Sera mengubah ekspresinya dingin. "Lalu... bagaimana kamu bisa hamil anaknya, Leo?"

__ADS_1


Keyra tersenyum sedih, betapa bodohnya dirinya saat itu. Menginginkan seseorang yang tak menginginkan dirinya. Keyra pun menceritakan awal kejadian dirinya saat menjebak Leo. Bukan hanya itu saja, ia juga tak lupa menceritakan bagaimana Sera bisa terjebak di hotel bersama Angga saat itu.


Sera menggeleng tak percaya, bagaimana mungkin sahabat yang ia anggap sebagai saudarinya itu tega melakukan itu padanya. Sera melepaskan tangannya yang masih di genggam oleh Keyra dan bangkit lalu melangkah mundur. Hatinya sakit saat itu juga. Bagaimana bisa sahabatnya itu bisa merencanakan semuanya dengan sempurna, hanya demi ambisi yang menginginkan sesuatu lalu tega menghancurkan hati seseorang.


"Sera maafkan aku... maafkan aku," ucap Keyra, ia kembali menangis. Apa lagi melihat Sera menjauh darinya.


" Aku benar-benar tidak menyangka kamu tega melakukan ini Keyra. Aku masih bisa terima saat kamu memaafkan aku sebagai sahabat kamu. Tapi aku tidak akan pernah memaafkan kamu karena kamu benar-benar tega melalukan ini kepada Leo, padaku dan juga mas Angga!" jawab Sera dingin menatap kebencian pada Keyra. Hatinya sakit telah di hianati oleh sahabatnya sendiri dan telah menjebak dirinya dan juga Angga.


" Maafkan aku, maafkan aku..." Keyra menangis pilu, memohon maaf pada Sera.


Sera acuh ia keluar dari kamar dan menutup pintu dengan membantingnya keras. Rasa kecewa pada Keyra begitu dalam di hatinya, syok sudah pasti dan itu membuat dirinya terguncang. Sera tak kuasa menahan tangisannya, dan ia pun merosot ke lantai lalu menangis di sana.


Angga yang mendengar suara tangisan pun langsung mencari arah sumber suara. Dan betapa kaget nya ia saat mendapati istrinya lah yang sedang menangis.


"Sayang, sayang kamu kenapa?" tanya Angga panik.


Sera mendongakkan kepala, lalu menatap Angga.


" Mas..." Sera memeluk suami erat, ia kembali terisak di dada yang bidang itu. Angga kebingungan, begitu juga dengan Leo dan ibu Endang yang melihat.


" Hey, kamu kenapa hem? kenapa tiba-tiba menangis, cerita sama aku ya," bujuk Angga lembut sambil menggosok punggung belakang Sera pelan.


" Ayo kita pulang mas," ajak Sera yang masih menangis.


Angga menghembuskan nafasnya panjang. " Iya, ayo kita pulang." Mungkin dengan membawanya pulang, kali aja di rumah istrinya itu mau bercerita padanya.


Setelah kepergian Angga dan Sera yang sudah berpamitan. Leo dan ibu Endang saling pandang. Sesaat Leo berpikir, Sera seperti itu setelah keluar dari kamarnya. Apa mungkin sesuatu sudah terjadi kepada keduanya? Leo pun langsung melangkah menuju ke kamarnya.

__ADS_1


"Keyra, kamu apakan Sera? " bentak Leo saat bertanya sesudahnya masuk ke dalam kamar.


__ADS_2