Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 40


__ADS_3

"Mhm, makanannya lezat sekali, Bu. Pasti ini ibu yang masak," terka Raja.


Lisa dan Reza saling melempar pandangan, mereka pun saling melempar senyuman.


Kania tersenyum mendengar pujian dari sang suami, wajahnya memerah tersipu malu.


Melihat reaksi kedua mertuanya serta sang istri, Raja mengernyitkan dahinya. Dia mulai penasaran apa yang salah.


"Benarkah lezat masakannya?" tanya Lisa memastikan dia tak salah dengar.


"Iya, Bu. Ibu memang pintar masak, baru kali aku makan masakan seenak ini," ujar Raja lagi.


Memang masakan yang baru saja dimakannya terasa sangat lezat berbeda dengan makanan yang lainnya.


semua orang yang ada di ruang makan pun tersenyum, hal ini membuat Raja semakin heran.


"Ada apa, Bu, Yah?" tanya Raja pada kedua mertuanya.


"Mhm, sebenarnya yang memasak semua makanan ini adalah istrimu," ujar Lisa sambil tersenyum.


"Apa? Ini tekan Kania?" tanya Raja tak percaya.


Raja tidak yakin yang memasak hidangan makan malam kali ini adalah istrinya karena menurutnya Kania merupakan seorang gadis yang terlahir di keluarga kaya raya sehingga Kania tidak akan pernah memegang peralatan dapur sama sekali, mereka kan memiliki pelayan untuk menyiapkan makanan setiap harinya.


"Iya, hidangan makan malam ini sengaja disiapkan Kania untuk kamu. sejak kalian menikah dia belum pernah menyiapkan masakan untuk suaminya, makanya tadi siang dia sibuk berperang dengan peralatan dapur," cerita Lisa panjang lebar.


Reza dan Lisa pun tersenyum melihat reaksi menantu mereka, yang seakan tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Lisa.


"Ya ampun, aku tidak mengira istriku pintar masak apalagi masakannya memang sangat enak tapi aku malu sudah memujinya secara langsung di hadapannya," gumam berada di dalam hati.


Dia malu telah mengungkapkan kebenarannya secara langsung di hadapan sang istri.


"Ini awal yang bagus, Kania. Untuk selanjutnya kamu harus semangat lagi berjuang meraih hati suamimu," gumam Kania di dalam hati.


Dia terus menyemangati dirinya, untuk tetap tegar dalam berjuang mempertahankan yang sudah menjadi miliknya.


"Wah, berarti istriku merupakan wanita yang jago masak," puji Raja sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Akhirnya Raja mengakui keahlian sang istri dalam hal memasak. Itu artinya dia tidak akan pernah kelaparan karena sang istri memiliki keahlian dalam bidang memasak.


****


Keesokan harinya, semua keluarga Reza dar Yogyakarta berangkat ke kota Padang.

__ADS_1


Mereka akan berangkat menggunakan pesawat jet pribadi milik Reza.


Reza sengaja melakukan keberangkatan dengan pesawat jet pribadi miliknya, agar tidak terlalu ribet, dia juga ingin sampai di Padang secepatnya.


Pada pukul 05.00 Raja mengangkat barang-barang milik Kania turun ke bawah.


Raja melihat barang-barang milik sang istri.


"Ini benaran barang yang akan kamu bawa?" tanya Raja pada istrinya.


Dia merasa barang-barang yang dibawa Kania terlalu banyak.


"Iya, memangnya kenapa? Apakah masih kurang?" tanya Kania santai.


"Ya ampun, ini sudah terlalu banyak," ujar Raja.


"Hahaha, justru masih banyak yang tidak jadi aku bawa. Jika nanti butuh di sana mungkin membeli barang baru adalah solusinya," ujar Kania santai.


Ucapan Kania berhasil membuat Raja membulatkan matanya.


Akhirnya Raja tak lagi banyak bicara, dia pun memilih untuk membawa koper besar milik istrinya ke lantai bawah.


Kania pun ikut melangkah di belakang sang suami.


Pada pukul 06.00 pagi semua keluarga yang akan berangkat ke kota Padang telah berada di Bandara.


Lalu mereka pun terbang dari Yogyakarta menuju kota Padang.


Sesampai di kota Padang, Raju sudah menunggu di depan Bandara.


Dia telah berdiri di samping mobil Alphard milik papanya, Raffa menyuruh Raju menjemput keluarga Reza sekaligus dia baru saja mengantarkan rombongan mamanya ke salon.


Kayla juga menyuruh putranya mengantarkan Kania dan Lisa terlebih dahulu ke Salon sebelum mengantarkan Raja dan Reza ke rumah kediaman Raffa Surya Atmaja.


Kayla mengajak sahabat-sahabatnya untuk berkunjung sekaligus perawatan di Salon yang dikelolanya dalam 4 tahun terakhir.


Raffa terpaksa mengabulkan permintaan sang istri untuk membuka salon kecantikan khusus para muslimah untuk mengisi hari-harinya yang kosong karena sejak Raja dan Raju mulai sibuk bekerja, ditambah Ratu juga sudah menikah, dia merasa kesepian seorang diri di rumah.


"Gue kangen banget sama, Lu," ujar Raja pada saudara kembarnya saat mereka telah bertemu.


Raja memeluk erat tubuh saudara kembarnya.


"Hei, Ku kenapa? Kesambet setan?" tanya Raju meledek sahabatnya yang lebay.

__ADS_1


Raju dan Raja memang jarang berpisah, jika mereka berpisah itu pun paling lama sekitar 3 atau 4 hari.


Sejak kecil mereka selalu mengambil dan mengikuti berbagai kegiatan yang sama sehingga mereka selalu saja bersama.


Reza dan Lisa tersenyum melihat keakraban menantunya dan saudara kembarnya.


Sementara itu Kania kini menatap Raju sambil memegangi dadanya yang mulai berdetak lebih kencang.


Dia melihat Raju kini membalas tatapannya, sorotan mata yang dilayangkan Raju sulit diartikan oleh Kania.


Perasaan Raju yang masih tertuju pada istri saudara kembarnya itu, membuat dirinya tak sanggup mengelak untuk tidak memandang gadis itu.


"Ayah senang melihat sikap kalian, jiwa persaudaraan yang kalian miliki begitu erat," puji Reza.


Ucapan Reza membuyarkan lamunan Raju tentang wanita yang ada di hadapannya kini.


Dia pun melepaskan pelukan saudara kembarnya, lalu menyalami Reza dan tak lupa menciumi punggung tangan pria yang merupakan mertua dari saudara kembarnya.


"Eh, iya. Yah," lirih Raju.


Raju melempar senyuman pada ibu mertua Raja sebagai ucapan salam.


Lisa membalas senyuman dari Raja, dia memandangi kedua pria kembar yang ada di hadapannya.


"Kalau ibu perhatikan sekilas, ibu bisa pangling dengan menantu ibu sendiri. Mungkin ibu akan salah pilih menantu, hehehe. Kalian benar-benar mirip," ujar Lisa mencoba memperhatikan kedua pria kembar yang ada di hadapannya.


Dia mulai mencoba mencari perbedaan di antara keduanya.


"Kalau sekarang, Ibu bisa membedakan kalian karena kalian mengenakan pakaian yang berbeda, tapi jika kalian mengenakan pakaian yang sama, Ibu pasti bingung menentukan mana yang Raja dan mana yang Raju," oceh Lisa sambil tersenyum.


"Mhm, sekarang kita memang belum bisa membedakan antara Raja dan Raju, tapi setelah beberapa hari bersama insya Allah akan ada titik terang dalam membedakan mereka," ujar Reza menjawab kebingungan sang istri.


"Iya juga, sih, Yah," ujar Lisa.


"Iya, Yah, Bu. Ayo, kita masuk dalam mobil, takutnya mama dan yang lainnya malah menunggu lama." Raju mengajak mereka masuk ke dalam mobil.


Raja membantu kedua mertuanya memasukkan barang-barang ke dalam mobil.


Raju pun membantu Kania memasukkan barang-barang miliknya.


Saat Raju hendak mengambil koper Kania, dia tidak sengaja menyentuh tangan wanita yang sudah sah menjadi kakak iparnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2