
"Huuuuf, sungguh lelah, gara-gara mas Angga kebanyakan gonta -ganti gaya! punggungku sakit sekali." batin Sera menyadarkan dirinya di kursi mobil.
Perjalanan lumayan cukup jauh, sehingga Sera dapat beristirahat sejenak di dalam mobil selagi menunggu sampai di tempat tujuan.
"Mereka udah pada nungguin, kita?" Sera bertanya sesaat mobil sudah sampai di depan sebuah restoran.
"Sepertinya sih begitu, yaudah yuk turun. "
Sera dan Angga turun dari mobil, keduanya berjalan beriringan sambil bergandengan tangan memasuki restoran di mana keluarga mereka sudah pada menunggu begitu juga dengan Leo dan Keyra sudah lama lebih dulu sampai.
" Assalamualaikum. "salam Angga dan Sera.
" Waalaikumsalam. "jawab semuanya menoleh.
Angga dan Sera mencium tangan ibu Endang, kemudian kedua orang tua Keyra dan yang terakhir kedua orang tua Sera bergilir.
" Cium... "ucap Bobby songong menyodorkan tangannya kearah Angga, kapan lagi coba seperti ini, pikirnya picik.
__ADS_1
Angga hanya mendesah, lalu ia mencium punggung tangan Bobby, untuk yang kedua kalinya setelah acara sungkeman sewaktu sehabis ijab kabul kemaren.
Yang lain hanya mengulum bibirnya menahan senyum, tak ada yang menyangka pada keduanya, dari persahabatan sejak lama dan kini bisa menjadi menantu dan mertua, benar-benar jodoh tak akan pernah kemana.
" Cie, yang pengantin baru. Datang aja ampe telat, keburu bangkotan deh orang nungguin."ledek sang keponakan Angga yang bernama Rany gadis berusia 18 tahun.
"Diem lah, bocah kayak lo mana tau, cowok aja gak punya! "ucap Angga menyindir. Rany berdecih.
Angga menarik kursi dan mempersilahkan Sera duduk di samping Keyra di sebelah Leo, baru lah ia juga duduk di samping Bobby.
" Hay, Key. Apa kabar? "sapa Sera, keduanya nampak canggung setelah kejadian itu persahabatan keduanya sedikit menjadi renggang. Sama -sama saling menghindar, yang satu merasa bersalah, dan yang satunya merasa tidak enak hati.
" Aku kangen tau, udah lama ya kita gak ngobrol bareng lagi, seperti dulu. "Sera menggenggam tangan Keyra.
" Iya, dan aku minta maaf. "lirih Keyra, matanya melirik arah Leo yang acuh tak acuh.
Sera tersenyum sembari menggelengkan kepala pelan," lupakan yang sudah terjadi, lagi pula sekarang kita sudah menjadi satu keluarga! dari dulu aku selalu menganggap kamu sebagai saudari aku, dan sekarang aku senang karena kamu sekarang menjadi anak aku. "ucap Sera tulus.
__ADS_1
Mata Keyra berkaca -kaca, apa yang ia takutkan selama ini ternyata salah, ia berpikir jika Sera akan membenci dirinya. Sebab itulah ia berusaha untuk menghindari Sera.
" Terima kasih. "jawab Keyra, kini hatinya menjadi lega.
Sera tersenyum, matanya tertuju pada bagian perut Keyra yang masih rata. Lalu mengelus nya lembut.
" Apa cucu ku, sehat? "ucap Sera ingin tertawa, ia geli sendiri mengingat dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.
Angga mengelus kepala Sera, ia hampir tersedak mendengar ucapan dari istrinya itu. Namun hatinya tersenyum lega, karena Sera mau menerima kenyataan bahwa dia memiliki anak tiri yang sudah beristri dan sedang hamil.
" Alhamdulillah, sehat bayinya sehat."
"Syukur alhamdulillah, dan semoga aku segera di beri momongan juga secepatnya. Jadi gak sabar kepengen hamil. "ucap Sera tanpa sadar.
" Amin. "jawab semuanya yang ada di meja makan meng'aminkan ucapan Sera.
" Eh..."Sera menoleh pada semuanya, ia baru sadar jika sedang berada di tegah -tengah keluarga besar dari 3 keluarga tersebut. Sera tersenyum malu menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Kita akan membuatnya setiap hari, pagi, siang dan malam. Sampai anak kita tumbuh di rahim kamu! Jadi, jangan mengeluh untuk berhenti!"bisik Angga semangat, dengan senyum nakalnya.