Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 82


__ADS_3

"Sayang... kamu yakin mau bermalam di rumah ibu?" tanya Angga meyakinkan lagi.


"Yakin lah, emangnya kenapa? gak masalah, 'kan?. "tanya Sera balik menatap suaminya.


" Ya... kali aja kamu terpaksa, karena merasa gak nyaman."Angga khawatir, jika istrinya itu terpaksa saja.


Sera tersenyum, ia. mengerti maksud suaminya itu.


"Bagaimanapun juga mereka sudah menjadi keluarga aku. Jadi apapun itu aku harus siap, "ujar Sera yakin.


" Syukurlah, aku khawatir aja tadi, kalau misalnya masih gak nyaman jangan di paksa ya. Ibu juga pasti ngertiin kok, "ujar Angga, namun ia seneng sekarang jika Sera sudah merasa baik-baik saja.


" Ya udah ayo kita jalan sekarang, nanti keburu sore! "ajak Sera, dan Angga mengangguk lalu keduanya berlalu pergi menuju rumah ibu Endang dan akan menginap di sana malam ini.


Sebelum sampai di rumah, Sera menyuruh Angga untuk berhenti sebentar di jalan saat melihat minimarket, ia berencana membelikan beberapa buah segar untuk Keyra yang sedang hamil.


"Kamu tunggu di sini aja! "perintah Sera pada Angga.


" Kenapa? "beo Angga tak suka.


" Pokoknya di sini aja, awas kalau sampai turun!"herdik Sera tegas.


"Iya tapi kenapa? kan aku mau temani kamu belanja? "heran Angga.


Sera menghela, suaminya itu keras kepala banget. Ia pun mengambil sesuatu yang ada di dalam mobil itu.


" Kalau mau keluar... pakai nie kantong plastik buat nutupi wajah kamu! "


Angga langsung menghindar, ia menatap horor dengan kantong plastik warna hitam itu.


" Nggak deh, lebih baik aku tunggu aja di mobil, "tolak Angga pada akhirnya, dari pada menjadi bahan tertawaan orang lebih baik mengalah dan menunggu istrinya itu di dalam mobil.


Sera tersenyum puas, ia melakukan itu karena tak. ingin suaminya itu menjadi pusat perhatian pengunjung minimarket. Seperti yang sudah-sudah terjadi, para pengunjung malah mengintili suaminya itu kemanapun ia melangkah. Dan tentu saja membuat Sera geram, cemburu sudah pasti. Siapa yang mau suaminya di goda apa lagi di pandang terus menerus oleh Mbak-Mbak kasir saat melakukan pembayaran. Lebih baik cari aman, bukan?

__ADS_1


Setelah membeli beberapa buah, Sera kembali masuk kedalam mobil dengan tentang penuh di kedua tangannya.


Angga turun dari mobil lalu membuka garasi untuk meletakan belanjaan itu di sana.


"Banyak banget sayang? "tanya Angga melihat tentangan kantong plastik di tangan Sera.


" Buat Keyra dan ibu 'kan? dan sebagiannya buat Mbak sama Bi Inem! "ujar Sera.


Angga menggaruk alisnya," Kalau begini mah tekor kantong,"batin Angga menjerit.


"Ayo jalan, malah bengong? "tegur Sera.


" I-iya sayang. "


Mobil Angga kembali menelusuri jalanan, dan sampai ke tempat tujuan dengan selamat.


" Assalamualaikum! "


" Waalaikumsalam! eh kalian pada dateng... kok gak bilang -bilang? "sambut ibu Endang, lalu memeluk menantunya.


" Eh... ini bawa apa? "tanya ibu Endang saat Sera menyerahkan barang bawaannya pada Bi Inem.


" Buah, Bu. Tadi mampir dulu di minimarket, "jawab Sera.


" Aduh gak usah repot -repot segala. Kamu datang saja ibu sudah sangat senang, Nak! "ucap sang ibu mertua tulus, Sera tersenyum.


" Nggak apa-apa Bu, lagi pula ibu dan Keyra kan suka makan buah."


Ibu Endang tersenyum mengelus tangan Sera di genggamannya, dan langsung membawa Sera masuk ke dalam dan meninggalkan Angga yang melongo menatap ibunya.


" Apa-apaan orang tua itu? anaknya sendiri di sambut, boro-boro di peluk, cium. Sapa aja kagak, "gerutu Angga bergumam lalu berjalan duduk di shopa.


" Eh, papah! tumben ke sini? mau ngapain? "tanya Leo tak sopan menghampiri Angga.

__ADS_1


" Emangnya kenapa? ada masalah anaknya mau ketemu sama enaknya, dan bapak mau ketemu anaknya? "ketus Angga menjawab malas.


" Oh, kali aja mau minta duit sama emaknya, "canda Leo dan menghempaskan diri di shopa.


" Dasar anak kurang ajar, lo pikir gue miskin... ya walaupun kenyataannya ia sih! "ucapnya dan


bergumam di Kalimat akhir.


Leo pun tertawa mendengarnya, seraya mengejek.


" Tapi, ngomong -ngomong papah ada tunggakan ya di bank? "tanya Leo.


" Dapat info dari mana kamu? "Angga menatap horor Leo.


" Dari temannya teman sahabatnya sahabat adik ipar teman jauh kakak sahabat iparnya adik sahabatku! "jawab Leo santai.


Angga melempar Leo dengan bantal shopa, menatap malas dengan anaknya itu."nyesel tanya."


"Tapi emang bener kok, "imbuh Leo.


" Looooos... "jawab Angga malas.


Leo pun tertawa ngakak, ia senang melihat wajah kesel papahnya itu.


Angga yang memperhatikan pun tersenyum, ia senang Leo sudah kembali seperti dulu. Dirinya dan Leo selalu menjadi teman sekaligus sahabat saat di rumah. Leo sudah kembali, menjadi ceria. Semenjak pertunangan Leo dan Sera batal, Leo menjadi anak yang pendiam dan sering kali murung serta menjauh dari keakraban antara ayah dan anak. Bahkan sering kali Leo menghindari Angga.


Namun sekarang semua kembali, Angga bersyukur Leo tak murung lagi. Ia tak tau keajaiban apa yang membawa berkah tersebut. Angga benar-benar berterima kasih akan hal itu.


Sementara itu, Sera bersama ibu Endang yang terus berbincang tak ada hentinya.


"Oh iya, Bu! di mana Keyra? "tanya Sera tak. mendapati keberadaan Keyra sedari tadi.


" Oh, Keyra ada di dalam kamar. Ibu pusing dengannya yang selalu berkurang di dalam kamar hari -hari. Ibu khawatir apa lagi dia sedang hamil, "ucap ibu Endang dengan sedih.

__ADS_1


Sera tersentak, apa yang terjadi? ia pun penasaran dan langsung menghampiri kamar Keyra untuk melihat keadaannya di sana.


__ADS_2