Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 107


__ADS_3

Baby Adam masih menangis walau sudah di gendong bahkan oleh ayahnya sendiri. Leo sedikit kesusahan menimangnya.


"Sayang, ini Papah Nak?" ucap Leo mencoba menenangkan. Namun, Adam masih saja menangis.


"Biar Papah yang menggendong nya, kamu justru membuatnya takut." Angga mengambil alih, ia menyanyikan lagu ilalang, namun Adam masih saja menangis.


"Kasihkan pada ibu nya Angga. Mungkin saja mau minum susu!" seru ibu Endang, wanita tua itu duduk di shopa.


Angga mengangguk, ia menyerahkan baby Adam pada Keyra. Keyra menyambutnya sembari mencoba menenangkan. Ia menimangnya sebentar. Ingin menyusui baby Adam, tetapi ketiga lelaki itu masih berada di ruangan, lalu bagaimana ia bisa memberikan ASI pada anaknya.


"Em, sebaiknya kita keluar sebentar," ajak Abian pada Angga dan Leo.


"Kenapa?" selidik Leo menatap Abian.


"Dasar bodoh, anakmu mau minum ASI ibunya. Apa kau ingin melihatnya?" sahut ibu Endang heran pada Leo yang tak peka.


Abian hanya tersenyum, ia sekilas melirik Keyra. Lalu berjalan keluar lebih duluan. Angga pamit pada istrinya sebelum keluar, lelaki itu selalu saja seperti itu saat berpisah sebentar, pamit pada istri tak pernah ia lupakan.


Leo menghela nafasnya, sebelum keluar ia mendekati brankar pasien menatap wajah anaknya yang masih menangis.


"Hey, jagoan Papah. Jangan menangis, oke! Nanti kita bertemu lagi, minumlah yang kenyang agar tak lagi menangis." Leo berbicara pada putranya, mengelus pelan kepala yang sangat halus dan lembut itu.

__ADS_1


"Maaf sudah merepotkan mu," ucap Leo pada Keyra tanpa melihat arahnya.


Keyra menghembuskan nafasnya kasar memandang Leo." Aku Ibunya, aku yang mengandung dan melahirkannya. Nyawaku menjadi taruhan saat melahirkannya. Lalu, untuk apa aku merasa di repot kan oleh anakku sendiri," jawab Keyra ketus menatap anaknya sendu.


"Aku tidak memintanya," jawab Leo santai. Keyra benar-benar geram melihatnya.


"Sudah stop, apa kalian gak bisa berantem di depan anak kalian? Tolong masalah pribadi jangan bawa-bawa anak kalian!" bentak Sera kesal pada keduanya.


"Dan kamu Leo, apa gak kasihan pada anak kamu yang menangis minta susu? Apa kamu sengaja membuatnya kehausan! Keluar sekarang!" Sera mengusir Leo tegas, lelaki itu tak lagi membuka suara, ia berlalu membuat Keyra bernafas lega.


"Terima kasih," ucapnya pada Sera dan memberikan ASI pada Adam. Lelaki kecil itu langsung saja menyedotnya lahap.


"Ya ampun, laper ya sayang? Kasihan, mamah kamu kelamaan ya ngasih kamu susu." Sera mencolek-colek pipi Adam gemes.


"Aduh, nenek nakal ya sayang. Kita tabok ya nanti," ucap Keyra membujuk anaknya dan kembali memberikan ASI nya pada Adam.


Sera geli sendiri dirinya di panggil nenek di usia yang masih sangat muda. Orang -orang pasti bakalan menertawakan dirinya yang di panggil nenek.


"Nenek ya ...," gumam Sera dalam hati geli sendiri.


"Sepertinya Sera udah gak sabar menunggu kelahiran anaknya," ucap ibu Endang. Sera dan Keyra lalu tertawa kecil.

__ADS_1


Sera memang sudah tak sabar, tinggal menunggu 3 bulan lagi ia menjadi seorang ibu. Semakin ia pikirkan, maka semakin pula ia tak sabar.


"Eh, cowok tadi itu siapa?" tanya Sera berisik.


"M-maksudnya mas Abian?" tanya Keyra sedikit terbata.


"Hem, apa dia bakalan menjadi ayah sambung Adam?" tebak Sera menatap intens Keyra.


"A-apaan sih? Nggak kok. Aku baru mengenalnya beberapa hari ini, dan dia juga yang sudah nolongin aku waktu aku mau lahiran. Bahkan sampai sekarang, dia laki-laki yang baik."


"Hah, serius? Jadi kalian baru kenal beberapa hari ini? Tapi kok keliatannya kalian udah akrab gitu." Sera rasa tak percaya.


Keyra mengangguk, nyatanya ia emang baru mengenal Abian. Hanya saja lelaki itu terlalu baik. Keyra tidak ingin memanfaatkan kebaikan orang lagi. Mungkin saja, jika Abian mengetahui jika dirinya adalah orang jahat. Mungkin lelaki itu langsung pergi meninggalkan dirinya. Keyra juga tidak mengharapkan siapa-siapa sekarang, karena baginya Adam lah kebahagian utamanya.


Sementara itu, Abian memesan makan sehat dan di bungkus. Mereka bertiga berada di kantin rumah sakit sekarang. Angga memperhatikan Abian. Ia tahu makanan itu untuk ibu menyusui, apa mungkin lelaki itu membawakan makan untuk Keyra? Angga berpikir.


"Apa kamu memberikan makanan untuk Keyra?" tanya Angga pada Abian.


Lelaki mengangguk sembari tersenyum." Iya, sekarang sudah waktunya Keyra makan. Kasihan kalau dia kelamaan mendapatkan makanan, ibu menyusui membutuhkan banyak asupan."


"Kau baik sekali padanya, apa kau kekasihnya?" tanya Leo kepo.

__ADS_1


Lagi-lagi Abian tersenyum, lelaki itu murah sekali tersenyum.


"Tentu saja, Keyra lahiran seorang diri. Bahkan keluarganya tidak ada yang hadir. Manusia saling membutuhkan pertolongan, bahkan di saat kita sudah menjadi mayat! Suster tidak di gaji untuk menjaganya 24 jam. Jika aku juga pergi meninggalkannya, lalu siapa yang akan menjaga dan membantunya," jawab Abian sopan. Lalu ia bangkit dan berlalu ke arah ruang rawat Keyra untuk memberikan makanan yang ia pesan.


__ADS_2