Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 52


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, Angga dan Sera keluar dari kamar hotel. Merasa puas berada di dalam kamar semalam dan nyaris seharian selalu berada di dalam kamar dan tentu saja di dalam tidak cuma hanya sekedar tidur, Sera benar-benar ingin membungkus suaminya itu agar berhenti melalukan itu karena tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk bermain kuda-kudaan hampir setiap jam yang selalu di tunggangi oleh koboy nya.


Sera cemberut, memasang wajah yang super masam lain hal dengan Angga menampilkan wajah ceria nan berseri-seri.


"Sayang, senyum dong. Masa cemberut gitu? ntar cantiknya ilang, loh! "goda Angga mengecup tangan Sera berada di genggaman nya yang sedang berada di dalam lift handak keluar dari hotel.


" Aku kesel sama kamu, badan aku masih sakit semua tau gak. Kamu benar-benar ya suka banget nyiksa bini. Belum juga sehari jadi suami istri, udah main KDRT aja. "sewot Sera.


Dan ternyata di dalam lift tersebut bukan hanya dirinya dan jiga Sera, namun ada beberapa pengunjung yang lain dan mendengar ucapan Sera lalu mereka berbisik-bisik menatap sinis pada Angga.


" Eh, mas. Kamu ini ganteng-ganteng tapi kok kejam ya sama istrinya? kasihan istrinya masih muda tapi kamu melakukan KDRT padanya, lelaki macam apa kamu?"ujar salah satu sang ibu berada dalam lift lalu menarik Sera kebelakang tubuhnya untuk melindungi.


Angga melotot kan matanya, sedangkan Sera garuk-garuk kepalanya. Ternyata ucapannya membuat orang -orang salah paham.


"Udah Nak, kamu jangan takut ada ibu di sini. Ayo kita laporkan saja lelaki kejam ini ke kantor polisi, biar dia penjara. "ucap sang ibu pada Sera.


" Apa! "Angga semakin melotot kan matanya terhentak.


" Eh, tapi Bu? Maaf seperti nya ada ke salah pahaman. "ujar Sera jadi tak enak.


" Ke salah pahaman gimana, udah deh kamu jangan belain lelaki yang suak KDRT itu, biarkan saja keadilan yang menghukumnya."jawab sang ibu.


"Bener mbak, jangan di belain suami kayak gitu, nanti makin ngelunjak dan mbak semakin di siksa sama dia."timpal yang lainnya.


"Aduh... "Sera semakin bingung, bagaimana cara menjelaskan nya.


Angga menghela nafasnya menatap sang istri. Angga pun menarik Sera kembali kedalam pelukannya.


" Maaf ya ibu-ibu, yang di maksud istri saya itu bukan KDRT fisik, tapi KDRT di ranjang."ujar Angga tanpa malu, Sera langsung mencubit pinggang suaminya malu.

__ADS_1


"Eh, yang bener? "selidik ibu itu tak percaya.


Angga tersenyum," apa ibu tau pengantin tadi malam yang rayakan disini? "Angga bertanya.


" Ya tau lah mas, lah wong saya hadir. Nie baru mau pulang ke rumah. "ucapnya seraya tertawa kecil.


" Nah masa ibu lupa siapa yang menjadi pengantin nya. Bukanya itu saya dan istri saya."ucap Angga mengingatkan.


Sang ibu, dan yang lainnya baru ingat. Mereka pun menepuk jidatnya.


"Lah, iya ya. kalian berdua kan pengantin baru nya. Tapi kenapa KDRT? "semuanya menjadi bingung oleh ucapan Sera.


" Bukanya saya tadi katakan, kalau saya bukan melakukan KDRT fisik? melainkan .... ah ibu ini seperti gak tau pengantin baru saja, istri saya ini kelelahan melayani saya, sebab dari itu dia menyebut saya menyiksa nya."ucap Angga sambil memeluk pinggang Sera yang sedang merasa malu dengan wajah memerah.


"Ah, begitu toh rupanya. Aduh si mbak ini tak kirain benaran tadi hihihi. Harus rajin-rajin minum jamu mbak, biar kuat supaya bisa menyeimbangi suaminya. "ucap sang ibu menepuk lengan Sera sembari tertawa kecil ia sendiri menjadi malu.


Pipi Sera menjadi merah, ia hanya tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya. Angga semakin memepetkan pelukannya tersenyum penuh kemenangan.


" Tuh, dengerin saran dari ibu. "ucap Angga.


Sera langsung mencubit kembali pinggang suaminya, ia benar-benar malu saat ini. Di tambah lagi semua orang yang ada di lift pada menggoda dirinya.


" Duh, Pengantin baru mah gitu, mau nya nempel terus. "ucap salah satu ibu yang lain.


" Iya, ah jadi kangen sama suami. "saut yang lain memeluk tangannya sendiri teringat akan sang suami di rumah.


" Jadi inget saat jadi pengantin baru dulu, 3 hari 3 malam pokonya gak mau keluar dari dalam kamar. "lanjut yang lain nya.


" Ngapain? "balas temannya.

__ADS_1


" Nggak mau beres -beres sehabis acara nikahan, wkwkwkkww. "jawabnya tertawa so hart seorang diri. Dan yang lainnya pura-pura tidak mendengar.


Sementara Sera dan Angga hanya tersenyum saja sambil terus menempel layaknya perangko.


Ting.... lift terbuka.


" Ya udah mas, mbak. Kalau begitu lanjutkan agar sang Junior cepet hadir. Ibu doakan semoga kalian langgeng selalu. "ucap sang ibu keluar dari lift berserta yang lainnya.


" Amin... terima kasih bu doanya. Hati -hati di jalan. "jawab Angga, ia pun keluar dari lift menuju loby hotel mencari mobilnya.


" Masih cemberut, lagi? "Angga bertanya melihat tampang istri diam.


" Jangan di behas lagi deh mas, aku malu tau."jawabnya sewot.


"Salah siapa? makanya kalau ngomong itu di jaga, biar orang yang mendengar gak salah paham kayak tadi. Gimana kalau salah satu dari mereka adalah polwan? aku bisa langsung di tangkap tadi, emang kamu mau aku masuk kedalam penjara? "ucap Angga tegas dan serius agar istri tidak lagi berbicara sembarang apa lagi di tempat umum.


" Jangan, gak mau. "Sera memeluk lengan suaminya erat seakan tak ingin kehilangan yang sedang mengemudi.


Angga tersenyum." lain kali jangan di ulang ya, karena aku tidak akan pernah menyakiti kamu. Jika memang itu benar, baru boleh kamu melaporkan aku ke polisi untuk menghukum aku semau kamu!"


"Janji ya, gak akan pernah menyakiti aku!"Sera mendongakkan kepalanya menatap Angga.


" Iya sayang, aku janji. "


Sera kembali memeluk Angga menyadarkan kepalanya di lengan, dan Angga hanya tersenyum sambil terus fokus mengemudi menuju suatu tempat di mana keluarga mereka sudah menunggu untuk makan malam bersama di sebuah restoran dan keluarga Keyra pun juga hadir karena sudah menjadi satu dalam keluarga.


********


Slow up ya kak, mohon pengertiannya tempat aku mulai surut air nya jadi sibuk bersihin. Tapi mendung lagi sekarang, 😢😢

__ADS_1


__ADS_2