
Suasana menjadi sangat serius. Alex menceritakan kejanggalan yang ia rasakan di tempat ia bekerja, proyek baru yang ia urus. Takasi meminta Sasuke untuk menyelidiki kasus ini secepatnya.
Keduanya terus berbincang, tak ada canda tawa, jika sudah sangat serius wajah keduanya sama-sama terlihat sangar dan sangat tegas. Berbeda saat lagi bercanda. Terlalu serius juga tidak baik, wajah jadi cepat tua, mending canda tawa nya juga. Agar terlihat lebih akrab lagi.
Proyek yang dibahas adalah Sewerage Sistem berupa pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang akan dibangun pada zona 1 dan zona 6 yang menjadi dua lokasi prioritas dari 15 Zona (Zona 0-14).
Proyek ini diharapkan dimulai pada 2021 dan selesai 2023. Pada zona 1 yang berlokasi di Pluit, IPAL yang dibangun akan memiliki kapasitas 198 ribu meter kubik per hari dengan cakupan layanan 4.901 hektare. Sementara Zona 6 yang berlokasi di Duri Kosambi dengan kapasitas 282 ribu meter kubik per hari dengan total cakupan layanan 5.875 hektare ( Mungkin seperti ini lah ya kira-kira, gak ngerti juga soalnya masalah pekerjaan ini.)
Takasi mengucapkan terima kasih atas ketelitian Alex mengenai masalah ini. Tidak sia-sia bekerja sama dengan dirinya.
"Kau memang sangat pintar Alex. Kontrak kerjasama kita akan di perpanjang sampai semua nya selesai. Bagaimana? Apa kau setuju?" tanya Takasi menawarkan sesuatu yang sangat menguntungkan nagi perusahaan Alex.
"Ya, tentu saja. Terima kasih atas kepercayaan, saya akan berusaha lebih keras lagi supaya dapat berjalan dengan lancar dan makin sukses," ujar Alex, hatinya sangat senang mendapat aji mumpung ini. Tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin tak pernah ia dapatkan untuk yang ke dua kalinya.
"Ya, mohon kerjasamanya." Keduanya saling berjabat tangan.
"Kalau begitu saya permisi," pamit Alex.
"Baiklah, Sasuke yang akan mengantar anda," ujar Takasi.
"T-tidak usah repot-repot Tuan Takasi, biar Naruto saja.yang akan mengantar Tuan Alex. Saya sibuk," tolok Sasuke menjawab cepat.
Alex menahan senyumnya, ia sekarang mengerti mengapa kedua lelaki Jepang ini menghindar darinya. Masalah tadi malam ternyata membuat keduanya jadi trauma, padahal kan hanya akting, tapi mana mungkin Alex mengatakan yang sebenarnya, lebih baik pura-pura tidak tau sajalah.
"Oh iya Tuan Takasi, kejadian tadi malam apa saya melakukan sesuatu saat saya mabuk?" tanya Alex pura-pura polos.
Sasuke dan Takasi saling lempar pandangan. Merinding sih jika menanyakan itu kembali, lebih baik gak usah ceritakan saja masalah yang memalukan terjadi tadi malam tidak usah di behas lagi sampai kapanpun.
"Ti-tidak ada, tidak terjadi apa-apa ya kan Sasuke," ujar Takasi berbohong sambil tertawa paksa menyenggol Sasuke.
"Hahahaha, iya tidak terjadi apa-apa kok Tuan Alex. Kalau begitu saya pamit dulu untuk menyelidiki kasus menyelinap dana." Sasuke kabur dengan cepat.
"Dasar bencong, kau sengaja kan meninggalkan ku sendiri bersama Alex. Kalau lelaki ini kumat bagaimana?" batin Takasi kesal, ia tersenyum kikuk melirik arah Alex yang kini sedang menatapnya intens.
"Apa anda masih mau di sini? Atau ...."
"Ya saya akan segera pergi," jawab Alex mengerti jika Takasi sedang mengusir nya. Ia juga tidak mau berlama-lama kali di sini. Mending kerja biar cepat pulang agar bisa ketemu sama bini.
"Hahahaha, bukan seperti itu." Takasi menjadi tidak enak." Bagaimana dengan istri mu, apa dia marah?" Lebih baik mengalihkan pembicaraan saja lah.
"Baik, iya dia sangat marah sampai-sampai tanduknya di kepala patah," ujar Alex.
"Waduh, bahaya dong?" tanya Takasi.
"Sangat, sangat amat berbahaya. Seorang istri kalau sudah marah pasti ancaman nya tidak jauh dari kata, tidak akan mengasih jatah selama seminggu. Itunya di gembok, terus kunci nya di buang ke lautan," ujar Alex.
"Oh My God, berati kalau saya sudah menikah jangan sampai membuat istri marah dong ya," ujarnya meminta saran.
"Ya, jangan sampai deh. Ya udah kalau begitu saya permisi dulu ntar gak kelar-kelar cerita yang ada nie mulut bakalan keceplosan," ujar Alex.
"Keceplosan masalah apa?" tanya Takasi kepo.
"Ada deh mau tau aja, dah lah ya bye ...." Alex berlalu.
__ADS_1
"Alex tolong sampaikan maaf saya pada istri mu," ujar Takasi.
"Oke, pasti," sahut Alex." Lagian kalau lo tau yang sebenarnya mungkin kepala kami sudah kau penggal, dan mana mungkin kau mau merendah hanya untuk minta maaf," sambung Alex dalam hatinya.
"Tapi kalau di pikir-pikir berteman sama dia asik juga sih, sangat berbeda dengan rumor yang di katakan. Benar apa kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Aku pun seperti itu sekarang, dulu mana mau berbaur sama orang, yang ada acuh dan cuek tapi semenjak kemal dengan keluarga sableng, aku menjadi sedikit ada perubahan dan aku suka aku yang sekarang, terima kasih pada keluarga sableng, ngeselin tapi rindu," batin Alex saat dalam perjalan menuju tempat kerja nya kembali. Ia tersenyum saat mengingat-ingat ketika berkumpul, kehanga yang semacam itu ia sangat merindukan.
Matahati mulai terbenam, Alex tidak lembur kali ini. Dengan semangat ia pulang ke hotel ingin segera bertemu dengan sang istri pujaan hati, merindukan istrinya, senyuman dan kehangatan pelukan. Ah jadi tidak sabar.
"Assalamualaikum, sayang," ucap Alex.
"Wa'allaikumsalam, Mas Alex." Sherly langsung menyambutnya dengan wajah yang ceria, tersenyum tulus menyambut kedatangan suaminya pulang kerja. Mencium tangannya memeluknya erat. Rasa rindu menggebu hatinya.
"Pasti kamu bosan banget ya terkurung dalam sini seharian, eh dari 3 hari yang lalu," ujar Alex merasa kasihan.
"Bosen sih, tapi mau bagaimana lagi. Aku mau keluar gak berani, mana gak ada yang kenal. Takut juga kalau ada orang jahat, mending di sabar aja nungguin kamu lagi pula hanya tinggal besok lagi kan," ucap Sherly.
Alex tersenyum sembari mengangguk dengan tangan mengelus pucuk kepala istrinya.
"Aku bangga sama kamu, makasih ya karena sudah sangat pengertian," ujar Alex bahagia.
"Tentu saja, karena aku mencintaimu," ucap Sherly. Alex langsung memeluknya erat. Tak ada kebahagiaan lagi di dunia ini selian bersama istrinya, bersama orang-orang yang ia cintai.
"Aku juga mencintaimu sayang, sangat-sangat mencintaimu," balas Alex.
Sherly memejamkan kedua matanya sembari tersenyum merasakan betapa hangatnya pelukan suaminya dan dapat mendengar detak jantung yang lumayan kencang suaminya itu
Padahal sudah lumayan lama menjadi pasangan suami istri z ternyata suami itu masih saja berdebar.
"Oh iya sayang, hari ini aku punya kabar gembira," ujar Alex dengan wajah ceria.
Alex tersenyum lalu mengajak istri duduk ke shopa.
"Hari ini tuan Takasi mengatakan jika kontrak kerjasama nya di perpanjang," cerita Alex.
"Hah, yang benar Mas?" Alex mengangguk," Bagus dong kalau begitu." Sherly turut bahagia.
"Iyaa sayang Alhamdulillah banget ya, rezeki memang gak kemana-mana dan itu semua berkat kamu," ucap Alex.
"Bukan karena aku, tapi dari diri ku sendiri. Kamu sudah berkerja keras dan hasilnya tidak mengkhianati kan? Karena seseorang yang mau berusaha dan bekerja keras, maka rezekinya juga akan selalu datang padanya, dan jangan lupa berdoa serta mensyukuri apapun hasilnya," ujar Sherly sedikit memberi nasehat.
."Iya sayang, aku juga gak akan lupa kok. Dan gak menjadi orang yang sombong," jawab Alex.
"Oh iya sayang, ada lagi nie kejadian hari ini benar-benar bikin aku ngelus dada. Akibat kelakuan dua bocah ingusan itu. Rada aneh, lucu sih tapi banyak ngeselin banget," sambung Alex,. Lelaki itu pun menceritakan kejadian atas prikallu Takashi.
"Astaga, sampai segitunya Mas?" Sherly tak bisa menghentikan gelak tawanya, ia tak menyangka jika akting tersebut di anggap serius oleh Takasi.
"Aduh sakit perut ku Mas, tuan Takasi dan Sasuke ada-ada saja. Lucu juga sih, langsung trauma gitu," ucap Sherly sambil menyeka air matanya, tertawa terbahak mendengar cerita dari suaminya itu.
*****
Pagi hari kembali menyapa, Alex sudah kembali berangkat kerja, ini adalah hari terakhir ia menyelesaikan tugasnya untuk sementara waktu karena kontraknya di perpanjang kemungkinan besar ia akan kembali lagi ke negara ini.
"Selamat Tuan, selama tiga hari ini semuanya lancar dan juga Tuan Takasi sudah menangkap menejer yang menggelapkan dana proyek kita. Semua itu berkat Tuan Alex."
__ADS_1
Tepuk tangan meriah untuk Alex, banyak yang menyukainya dari rekan rekan-rekan kerjanya di sana. Alex sangat serius jika dalam bekerja, siapapun akan menjadi senang jika sudah bekerja bersama nya.
"Terima kasih, ini semua tidak akan terjadi jika bukan berkat kalian semuanya juga. Kita sudah berkerja keras selama 3 hari ini, selamat untuk semuanya," ujar Alex bertepuk tangan. Semua pun mengikuti sambil bersorak.
"Itu artinya Tuan besok sudah tidak bekerja bersama kita lagi dong?" tanya salah satu rekannya.
"Iya, sampai jumpa bulan depan," jawab Alex.
"Yah, padahal kami sangat menyukai anda Tuan. Sedih deh jika anda tidak ada," ujar yang lainnya.
Alex tersenyum." Saya harus kembali ke negara saya, di sana juga banyak kerjaan yang harus si selesai kan. Jika kalian punya waktu boleh liburan ke Indonesia, nanti saya ajak berkeliling melihat-lihat wisata-wisata di negara saya, pasti kalian suka," ujar Alex.
"Wah boleh tuh,"
"Benar, pernah dengar di sana ceweknya cantik-cantik," ujar temannya.
"Ah kamu mah cewek aja yang di pikirkan."
"Mau gimana lagi, jomblo."
Alex hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Seseorang menghampiri. Wanita berpasrah cantik berpakaian seksi tersenyum manis mengambang di bibirnya. Terlihat menggoda, banyak mata laki-laki terpana akan kecantikan dirinya. Tubuh langsing sangat ideal, buah dada lumayan besar kesukaan para lelaki, siapapun yang melihatnya pasti ingin memilikinya.
"Hay," sapanya dengan senyum ramah menyentuh pundak Alex.
"Oh, Hay. Ada apa?" tanya Alex datar. Ia bahkan tak memalingkan pandangannya dari layar handphonenya.
"Tidak ada apa-apa sih, hanya sengaja saja ingin nyamperin kamu. Apa kamu keberangkatan?" ucapnya dengan menampilkan tampang melas nya. Itulah wanita salah satu ciri khas wanita, menampilkan wajah melas untuk memikat hati para laki-laki.
"Tentu saja tidak, ini tempat umum bukan milik saya. Hanya saja tidak pantas seorang wanita menghampiri pria seperti saya," ujar Alex dingin dengan wajah datarnya.
"Brengsek nie cowok z sombong banget. Dah syukur gue mau ajak ngomong. Menyebalkan," ucapnya dalam hati dengan hati kesal mendengar ucapan pedas Alex. Yang secara tidak langsung menolak dirinya mentah-mentah.
"Saya ke sini hanya untuk menawari, dengan rasa hormat atas kesuksesan anda selama bergabung bekerja sama dengan kami. Maka dari itu saya ingin mengundang anda secara pribadi untuk makan malam bersama," ucap wanita itu dengan nada yang sedikit menggoda.
"Oh, seperti nya bagus. Kita bisa makan malam bersama ramai-ramai dengan rekan yang lainnya. Pasti bakalan seru," ujar Alex sekilas tersenyum tipis saat meliriknya.
"Jangan, em ... maksud saya jangan ramai-ramai. Saya hanya mengundang anda seorang diri saja, jadi kita hanya makan malam berdua saja di rumah saya, bagaimana Tuan Alex? Apa anda bersedia," ucapnya sambil mengelus paha Alex dengan nakal.
"Hah." Alex menarik nafasnya panjang lalu mencengkram tangan wanita itu dan menatapnya tajam.
"Sepertinya anda salah paham sama saya Nona. Saya datang ke negara ini hanya untuk bekerja dan bulan madu bersama istri saya. Kau salah orang jika ingin mengajaknya berkencan, seharusnya kamu mengajak pria-pria jomblo di sana bukan pria yang sudah beristri seperti saya," ujar Alex dingin dengan senyum mengerikan di wajahnya.
"Dan satu lagi, walau saya jomblo.
Saya juga tidak akan tertarik dengan wanita pelacur yang murahan seperti mu. Jangankan untuk berkencan, hanya sekedar mencium aroma busuk di tubuh mu saja saya mau muntah dan muak melihat wajah sok polos mu itu."
Alex melepaskan cengkraman tangan karena wanita itu sudah meringis kesakitan.
"Enyahlah dari hadapan saya, saya tidak akan segan-segan mematahkan tulang lehermu jika sekali lagi mencoba mendekati, dan menggoda saya," ucap Alex tajam dengan ancaman yang sangat serius hingga mengeluarkan aura membunuhnya dan membuat tubuh wanita itu gemetar ketakutan.
"M-maaf kan saya, saya janji tidak akan terulang lagi," ujarnya terbata, lalu kabur dengan lari cepat bahkan sampai tersungkur-sungkur di lantai sangking ketakutannya. Untung tidak ada yang menyadari karena Alex menyidiri berada di tempat sepi habis mengirim pesan dengan istrinya.
Karena orang-orang tidak boleh tau melihat tampannya jika sudah berbalas pesan. Pasti senyum-senyum sendiri kayak orang gila, seperti itulah Alex jika sudah berbalas pesan dengan istrinya.
__ADS_1
"CK, dasar wanita murahan. Menjijikan!" Alex mengelap tangannya dengan tisu. Di matanya hanya istrinya lah yang cantik dan hanya istrinya yang bisa menggoda dirinya. Wanita seperti itu mah lewat.