Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, datang menghampiri Adam


__ADS_3

Jemputan Sherly sudah datang, niat hati ingin curhat tapi malah Yura yang curhat pada dirinya. Tetapi Sherly tak menyesal karena ia bukan hanya ingin menjadi sahabat yang baik, juga ingin menjadi pendengar yang baik jika sahabat sedang mengalami keluh kesah.


"Ada apa, hem?" tanya Alex seketika melihat raut wajah istrinya yang murung. Bukannya tadi sangat bersemangat ingin ke rumah sahabatnya, lalu kenapa pulang-pulang malah menjadi murung? Alex pun cemas.


"Yura tuh, aku sedih lah karena dia sedih," cerita Sherly lirih dengan raut wajah sendu mengingat kesedihan Yura tadi.


Alex mengerutkan keningnya." Memangnya kenapa dengan Yura?"


Sherly menghela nafasnya." Gara-gara si Adam," jawabnya ketus mengingat nama keponakannya itu. Sebab dia sahabatnya menjadi sedih.


"Kita ke rumah abang ya, aku mau bicara sama Adam," perintah Sherly.


Alex yang kebingungan pun hanya bisa menurut tanpa bertanya lagi karena mood Istrinya mulai buruk. Bisa-bisa Dirinya bisa jadi kena Sasaran.


Alex memutar balik mobilnya menuju rumah Leo dan Keyra. Entah apa yang ingin di bicarakan Sherly pada Adam, Alex tak ingin ikut-ikutan.


Sesampai di depan rumah Leo, Sherly bergegas turun dari mobil.


"Masya allah sayang. Pelan-pelan, ingat kamu itu lagi hamil!" seru Alex geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Assalamualaikum," salam Sherly ketika sudah memasuki rumah abangnya.


"Wa'alaikumsalam, loh. Kik datang kok gak kasih tau Kakak? Kan tau gitu Kakak bisa nyiapin makan sore buat kalian," ucap Sherly.


"Gak perlu Kak, lagian Lily gak lama kok di sini. Lily cuma ada perlu sama anak nakal itu aja," jawab Sherly acuh."Mana anak itu?" tanyanya sembari celingak-celinguk sesuai ruangan.


"Adam maksud kamu, Ly?" kata Keyra.


"Iya kak, siapa lagi," jawab nya sinis, tak sabar ingin memarahi lelaki itu.


"Di kamar, mungkin lagi Istirahat soalnya baru pulang kerja," ujar Keyra." Emangnya ada apa, sih?" tanyanya kepo.


"Nanti aja lah Lily cerita, Lily ada urusan dulu sama anak itu. Minta di hajar, bisa-bisa nya dia bikin sahabat aku menangis."


"Kenapa dia?" tanya Leo menatap tunggu belakang adiknya bertanya pada Alex.


"Entahlah, tapi mood nya lagi buruk. Sebaiknya jangan di ganggu, bahaya," bisik Alex memperingati.


Leo pun terkekeh sembari manggut-manggut mengiyakan ucapan adik iparnya itu.

__ADS_1


"Kalian berdua ini." Keyra geleng-geleng kepala, lalu berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman.


"Abang baru pulang?" tanya Alex melihat baju kantor masih melekat di tubuh Leo.


"Yups, jalanan macet kalai jam segini. Kamu mah enak, bos. Bisa pulang lebih cepat dari pada karyawannya," ucap Leo.


"Abang di naikin jabatan malah nolak. Coba kalau terima, Abang kan bisa pulang cepat juga," ujar Alex.


"Ya gak mau lah Lex, Abang mau naik jabatan hasil dari jerih payah Abang sendiri. Bukan dari adik iparnya yang seorang direktur. Abang gak mau memiliki jabatan dengan cara curang," ujar Leo serius.


Niatnya ingin menaikan jabatan Leo menjadi manajer. Tetapi Leo menolaknya, ia tahu jika itu bukan dari hasil kerjanya, melainkan dari Alex yang selaku direktur di perusahan tempat ia bekerja.


Sementara itu ....


"Adam." Sherly masuk tampa mengetuk pintu. Dan membuat Adam kaget yang batu saja ingin memejamkan mata karena lelah habis seharian sibuk di rumah sakit.


"Astagfirullah, Lily. Untung gak jantungan," omel Adam sembari mengelus dadanya.


"Kamu ya, emang benar-benar minta di hajar. Kamu apain tuh sahabat aku?" Sherly tak menghiraukan Adam yang kaget. Ia langsung saja mengomeli lelaki itu dengan kesal.

__ADS_1


"Aku ... emangnya Yura kenapa?" tanya Adam dengan raut bawah bingung.


"Jangan pura-pura gak tau kamu ya, ayo ngaku. Ngapain kamu di belakang Yura? Selingkuh!"


__ADS_2