Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, KUA


__ADS_3

"Kalian lagi ngomongin apa? Serius banget keliatan nya?" tanya seorang gadis dengan wajah ceria.


Gadis itu duduk di samping Adam tanpa basa-basi sembari membawa makanan yang sudah ia pesan di tangannya. Wajah yang tak memiliki dosa, tanpa rasa bersalah sama sekali seolah tak terjadi apa-apa membuat Adam ingin membuang air ke wajahnya karena kesal.


"Kalian belum pada pesen makanan?" Seorang gadis satu lagi datang menghampiri.


"Udah, tapi belum datang, perut cah laper banget padahal," keluh Andri pada gadis itu.


"Duh kasihan nya pacarku, sini aku suapin punya aku ya, aku gak mau kamu sampai sakit," ucap Clara. Gadis itu adalah pacarnya Andri sahabat gadis yang duduk di sebelah Adam ya itu Nenci.


"Ck, pamer aja terus. Gak liat orang jomblo apa di sini," sindir Nenci sinis melihat keromantisan pasangan di depannya yang saling suap-suapan itu.


"Bilang aja sirik, lagian di sini lo doang ini yang jomblo," sahut Clara mengejek. Ia kembali menyuapi kekasihnya.


"Ck, liat lah kedua teman kamu ini Dam. Tak TAKBERPERASAAN terus." adunya pada Adam yang nampak sangat kesal.


Andri melirik Adam. Ia tahu jika lelaki itu tengah menahan amarahnya pada Nenci.


"Dam, lo kenapa?" tanya Nenci heran melihat Adam yang hanya diam saja dengan tampang wajah bete.


"Kenapa? Sekarang kau baru tanya kenapa?" ucap Adam sinis, nampak betul wajah tak suka nya. Beda hal dari sebelum kejadian kirim foto waktu itu. Adam yang baik dan ramah pada semuanya termasuk pada Nenci. Tapi hari ini terlihat wajah tidak sukanya.


"M-maksud kamu apa?" tanya Nenci tak mengerti. Tapi tubuhnya otomatis menjadi gugup.


Tanpa kata lagi, Adam mengeluarkan hp Yura dan menunjukan foto pada Nenci.


"Kau tau apa maksudnya, aku tidak menyangka. Aku pikir kau adalah gadis baik dan enak di ajak berteman, tidak taunya kau berteman dengan ku karena memiliki maksud lain," ujar Adam sinis.


Tubuh Nenci gemetar, wajahnya memucat. Di tambah lagi banyak Irang di kantin tersebut yang mendengar ucapan Adam tadi.


"I-ini apa? A-aku gak ngerti," jawab Nenci pura-pura tidak tahu.


"Bukannya lo tau ini foto? Lo waktu itu ada minta kan sama gue setelah melihat foto ini di hp gue. Gue kasih karena gue gak pernah berpikir jika lo gunain foto ini untuk menghancurkan hubungan Adam dan tunangannya. Tega banget lo jadi cewek," sahut Andri yang ikutan kesal.


"Hah? Lo seriusan melakukan ini Nen? Kok jahat banget sih, untuk apa coba?" tanya Clara tak percaya jika sahabatnya memilik hati yang busuk.

__ADS_1


"Clara!" panggil Nenci.


"Kenapa kamu kirim foto itu pada tungangya Adam, Nen? Untuk menghancurkan hubungan mereka? Tapi buat apa?" tanya Clara lagi yang sudah terlanjur kecewa dengan Sahabatnya itu.


"Kamu suka sama Adam?" timpal Andri menebak.


Adam hanya diam saja mencoba untuk tidak marah karena ini area rumah sakit terlebih lagi ia bekerja di sini dan tidak ingin membawa masalah pribadi ke tempat kerjaan.


"Aku ...."


Clara membuang mukanya, Nenci pun sedih melihat sahabatnya tak lagi berpihak padanya.


"Iya, iya aku suka sama Adam! Apa itu salah?" ucap Nenci berdiri dengan suara sedikit tinggi hingga orang-orang yang ada di kantin menoleh arahnya.


"Dia sudah gila," gumam Andri ngeri.


"Apa aku salah Clara? Bukanya kamu sendiri yang bilang ke aku untuk memperjuangkan orang yang aku sukai," ucapnya pada Clara.


"Tapi aku gak suruh kamu merusak hubungan orang Nenci! Dan lagi pula aku gak tau kalau lelaki yang kamu sukai itu adalah Adam. Jika tau aku tidak akan pernah mengucapkan itu," balas Clara. Nenci menangis.


Nenci awal bertemu dengan Adam sewaktu magang di rumah sakit ada rasa suka dengannya. Adam yang tampan serta baik, ramah ke setiap dokter lain, pasien atau bahkan pengunjung rumah sakit, membuatnya jatuh hati.


Karena Adam memakai cincin di jari tengah nya, banyak yang beranggapan jika lelaki itu sudah menikah, tentu itu membuat hati Nenci kecewa, merasa patah hati. Akan tetapi mendengar penjelasan Adam yang mengetakan jika ia masih tunangan membuat Nenci kembali ceria karena merasa masih ada harapan selagi janur kuning belum melengkung. Walau susah melengkung pun jika ada kesempatan juga tak masalah pikirnya picik.


"Adam! Aku beneran suka sama kamu," ungkapnya tanpa malu.


Adam nampak jijik melihatnya.


"Sorry, aku sudah punya tunangan yang sangat aku cintai. Tak ada wanita lain selain dia, bahkan tidak ada lagi wanita di dunia ini. Hanya dia yang ada di dalam hatiku! Berhenti lah merengek seolah akulah satu-satunya laki-laki di dunia ini. Walaupun hubungan kami rusak, atau pertunangan kami batal, aku juga tidak akan melihat ke arahmu!" ucap Adam tegas.


Nenci terduduk sembari menangis. Malu iya karena banyak mata memandang sinis dan mencibir dirinya.


"Aku benar-benar kecewa sama kamu Nen!" ucap Clara tak peduli pada sahabatnya. Jika dirinya masih memberinya hati, gadis itu tidak akan menyadari kesalahannya.


"Ada apa ini?" tanya salah satu dokter senior di sana melihat ribut-ribut.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Dok!" jawab Adam.


Dokter wanita itu menoleh arah Nenci.


"Selesaikan masalah kalian di luar rumah sakit. Ini masih jam kerja, tidak peduli masalah apa yang kalian hadapi. T Aku kerja harus profesional." tegas dokter wanita itu memperingati.


"Baik Dok," jawab semuanya.


Asam benar-benar bekerja dengan profesional. Walau rasa benci, tak suka bahkan jijik. Tetapi ia harus berkerja satu tim seketika melakukan praktek operasi bersama Nenci di dalam satu ruangan. Adam bekerja dengan bersungguh-sungguh seakan tak memiliki masalah dengan gadis itu


Ia harus profesional dalam bekerja tak ingin masalah pribadi di bawa-bawa.


Setelah beberapa hari kemudian. Adam melepon Yura untuk mengajaknya diner di malam minggu mengingat sudah lama tidak keluar rumah. Yura yang sudah agak sehatan pun di perbolehkan sama kedua orangtuanya untuk pergi bersama Adam.


"Assalamualaikum," salam Adam tiba di kediaman Yura untuk menjemput.


"Wa'alaikumsalam, masuk Dam," ucap Andin mempersilahkan Adam masuk.


"Yura nya masih belum siap. Biasa anak gadis kalau lagi dandan butuh waktu," ucap Andin menahan senyumannya melihat Adam yang sudah tak sabar.


Adam hanya tersenyum sembari menggaruk-garuk kepalanya.


Terdengar suara langkah kaki dari anak tangga. Adam sera Andin pun menoleh, begitu juga dengan Yuda.


"Subhanallah, cantiknya!" Decak kagum ketiganya ketika melihat seorang gadis turun dari tangga yang kini menggenakan jilbab hingga menambahkan kecantikannya.


Adam benar-benar terpana untuk pertama kalinya melihat Yura memakai jilbab. Cantik sungguh luar biasa ciptaan Allah.


"Adam! Ayo berangkat, kok malah bengong," ucap Yura dengan terkekeh kecil melihat kekasihnya yang bengong menatap dirinya.


"Woy, dah di tungguin tuh," ucap Yuda mengejutkan Adam.


"Eh, eh iya Om ... Ayo sayang, kita pergi ke KUA!" ajak Adam dengan ucapan ngelanturnya tanpa sadar.


"Apa?"

__ADS_1


__ADS_2