Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 73


__ADS_3

Angga melihat istrinya masih saja bekerja membersihkan kamar mandi. Angga memanggil lembut.


"Sayang, istirahat dulu gih. Nanti di kerjain lagi, "ujar Angga mengajak istrinya istirahat.


" Nanggung, mas. Tinggal kamar ini aja kok! "saut Sera sedikit berteriak sambil menyikap lantai kamar mandi.


Angga menghela mendengarnya, ia khawatir istrinya itu kecapean nantinya." kamu mah selalu begitu, dari tadi satu lagi, satu lagi. Dan ini udah yang ke 5 kalinya! "tutur Angga benar-benar khawatir.


" Hehehehe, abisnya aku masih semangat banget mas. Pengen cepet -cepat selesai dan bisa langsung kita tempati rumah ini secepatnya, "ujar Sera tak sabar.


" Hari ini selesai pasti, tapi nanti malam kita masih menginap di rumah papah dulu ya, jan barang -barang di rumah ini masih belum kita angkut! "


" Iya mas, gak apa- apa. Yang penting hari ini kita harus selesai bersihin nya jadi besok tinggal mengangkut barang-barang doang, 'kan!"


"Iya sayang,"Angga kembali ke arah belakang, ia membakar semua sampah dan kayu-kayu di halaman belakang dan benar-benar bersih tak ada lagi yang tersisa.


Pada saat sedang menyikat lantai, Sera membuka menutup pembuangan air. Namun tiba-tiba seekor hewan muncul di dalamnya dan membuat Sera menjerit.


Angga yang mendengar itu pun langsung panik, dan berlari cepat menghampiri.


"Sayang, kenapa? "tanya Angga panik.


" T-tikus... "ujar Sera merasa geli, menunjuk arah tikus berada.


GLEEEEEEK....


Angga menelan ludahnya kasar, seluruh tubuhnya menjadi merinding. Hewan menggelikan itu hadir di rumah barunya tanpa fi undang. Ingin menyapa tetapi enggan karena benar-benar membuatnya geli, atau bisa di sebut phobia terhadap hewan itu.


"Cepet di usir mas, terus di tutup lagi lubang itu? jangan biarkan yang lain datang juga! "perintah Sera.


" A-aku? "Angga menunjuk dirinya sendiri.


Sera menatap suaminya sambil mengerutkan dahi."iyalah, emang siapa lagi? atau.... jangan- jangan kamu takut, ya?"


Angga menggeleng cepat, "nggak, mana mungkin aku takut sama hewan kecil begitu! awas, kamu jauh-jauh dari sini, biar aku usir dia dengan caraku sendiri yang paling ampuh." ujar Angga bersikap keren, padahal dalam hati menciut. Mana mungkin ia mengatakan pada istrinya kalau dirinya phobia sama tikus, imets woy, jaga imets...


Sera mengangguk, ia sedikit menjauh dari kamar mandi. Angga melangkah masuk, dengan jantung dag dig dug, gemetar. Ia mengendap-endap melangkah, mencari sosok makhluk kecil itu dan meraih sikat wc untuk siap mengusirnya.

__ADS_1


"T-tikus.... tikus di mana kamu? cepetan pergi jangan datang lagi ya. Jadi hewan itu punya malu dong, jan gak di undang ngapain masuk ke rumah orang gak permisi lagi! itu namanya gak sopan, tau gak loh! "ujar Angga mengicau tidak jelas sambil terus mencari sang tikus dari jarak cukup jauh. Ia merambat di dinding.


" T-tikusnya dateng, sialan kutu kupret loh! pergi, hus.... hus... "Angga mengumpat saat tikus itu keluar dari persembunyiannya. Sesekali ia milirik arah pintu kalau-kalau istrinya itu datang dan melihat raut wajahnya saat ini.


" Aduh, ini mah anaknya, kalau di pukul kasian. Nanti emak bapaknya nyariin lagi. Eh tong, pulang sono, di cariin sama emak, noh! "ujar Angga seyodorkan sikat wc itu kearah tikus dengan badan terus memepet ke dinding.


" Mas, udah di usir belum tikus nya? "teriak Sera.


" Se-sebentar sayang? tikus nya mau mumpung mandi dulu katanya! "jawab Angga asal. Sera mengerutkan dahinya bingung.


" Lo kira tuh tikus orang pake numpang mandi segala! "gumam Sera merasa aneh.


Tikus kecil itu berjalan menghampiri Angga, tepatnya di bawah kaki dan malah mencium-cium jempol Angga.


" Alamak... mati aku... mati aku! pergi loh,"Angga spontan langsung naik di atas closet duduk, ia benar-benar geli, serta bulu kuduknya menjadi berdiri.


"Hus... hus... dosa gak sih kalau gue bunuh lo? ntar gue di penjara, kasihan si gundul menduda lagi!" celetuk Angga menggerutu.


Angga sedikit memukul tikus itu dengan sikat wc, ia pun menyodor-nyodorkannya hingga hewan itu kembali masuk ke lubang pembuangan air.


"Jatuh, mati kagak ya? "ucap Angga mengintip lubang itu."bodo amat lah, salah sendiri kenapa main masuk ke gue. Jangan ngadu lo sama, bapak! awas aja kalau sampai ngadu. Ntar bapaknya dateng lagi!" entah apa yang di ucapkan Angga, dengan cepat ia menutup kembali lubang saluran air itu dengan penutupnya rapat -rapat.


"Udah? "tanya Sera.


" Udah dong... kamu masih mau bersihin tuh kamar mandi? "ucap Angga.


" Iyalah, kalau gak di bersihin nanti tambah banyak mereka datang. "Angga langsung merinding kembali, ia menjauh dari kamar mandi bagian belakang itu. Sera menatapnya heran." Kenapa, dia? "


___________________


Sementara itu, Leo masih dalam perjalanan bersama perempuan yang akan ia bawa ke rumah sakit. Perempuan itu menoleh kearah Leo.


" Kamu Leo, 'kan? "ucapnya dengan suara begitu lembut.


" Eh... "Leo menoleh pada gadis itu. Dan menaikan sebelah alisnya heran." kok kamu tau? emang kita kenal? "


Perempuan itu tersenyum lalu menggeleng, ia memang tidak kenal namun ia tahu.

__ADS_1


" Nggak, cuma aku tau kamu! "jawabnya.


" Hah, seriusan? tau dari mana? "Leo penasaran, bagaimana perempuan itu bisa tau dirinya.


Lagi-lagi perempuan di sampingnya tersenyum, bahkan begitu manis. Leo tersipu spontan ia fokus menatap ke jalanan. Ada getaran aneh di dalam dirinya saat melihat senyuman yang begitu manis itu. Ia merasa sama persis saat pertama kali saat bertemu dengan Sera dulu. Apa. mungkin.... "Ah nggak. mungkin?" tepis Leo menggeleng-geleng.


"Kamu tau dari mana?"tanya Leo kembali ia menoleh pada perempuan itu.


"Sera... "


Lei mendadak menginjak rem mobilnya ia. terkejut.


"Astagfirullah, kamu kenapa?" perempuan itu kaget, untung saat ini ia memakai sabuk pengamanan.


Leo mengangguk, namun mengekpresikan wajah sesal nya. "maaf, aku gak sengaja!"


"Kamu kenapa? "tanya nya.


Wajah Leo terlihat gugup," aku nggak apa-apa, cuma kaget aja tadi. "


" Kaget kenapa? apa aku mengatakan sesuatu yang salah. "


Leo menggeleng," Aku kaget aja saat kamu bilang kalau Sera yang kasih tau ke kamu!"ujar Leo terus menatap perempuan itu.


Perempuan itu tersenyum kembali, lalu ia menghadap kearah Leo.


"Kenalin, aku Nadira! seniornya Sera sekaligus sahabatnya."Nadira memperkenalkan diri, namun ia tidak menyodorkan tangannya.


Leo mengangguk, Nadira menarik nafasnya lalu menghembuskan pelan,"dia sering bercerita tentang kamu, tapi itu dulu sewaktu aku masih kuliah. Dan sekarang aku sudah gak berkomunisi lagi dengannya. "


" Kenapa? "tanya Leo.


" Setelah aku lulus, handphone aku hilang, dan semua kontak aku gak ingat termasuk punya Sera. Sering dateng ke kampus namun gak pernah bertemu karena gak tau juga jam kuliah dia. Mau ke rumahnya sayangnya aku gak tau, aku gak. pernah pergi ke rumah dia, namun dia sering dateng ke kosan aku!"jawabnya. Leo manggut-manggut. mengerti.


" Kalian pasti udah nikah, iya 'kan? dulu Sera cerita kalau kalian mau bertunangan. Di mana dia sekarang, aku kangen banget sama dia, dia sehat kan? mungkin sudah hamil kali ya.... ah bersyukur banget hari ini bisa ketemu sama suaminya, jadi aku bisa ketemu lagi deh sama Sera. "


Nadira menodongkan pertanyaan beruntun, Leo bingung harus jawab yang mana terlebih dulu. Namun hatinya merasa sesak kembali, nyatanya yang menjadi semuanya saat ini bukanlah dirinya melainkan papahnya sendiri.

__ADS_1


" Hey, kok malah bengong. Kalian udah nikah, kan? "


__ADS_2