Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, bertemu


__ADS_3

"Apa sapu tangan ini punya kamu?" tanyanya lagi.


"Bukan, tapi gue kenal sapu tangan ini," jawab Dara ketus." Sini sapu tangannya, teman gue nyariin," lanjutnya hendak mengambil sapu tangan di tangan Adam.


"Di mana teman kamu, tolong temukan aku sama dia," pinta Adam.


"Apaan sih? Eh lo siapanya dia? Gak mau," tolak Dara. Ia tidak mau mempertemukan seseorang tak di kenal dengan sahabatnya. Takut kalau memiliki niat jahat.


"Balikin deh sapu tangan teman gue, dia nyariin tau gak sih lo." Kesel Dara.


"Aku bisa mengembalikannya sendiri. Sapu tangan ini satu-satunya supaya aku bisa ketemu sama pemiliknya, tolong temukan aku sama dia. Atau sebutkan saja siapa namanya supaya aku bisa mencarinya sendiri," ujar Ad memaksa.


Belum sempat Dara menjawab, telpon nya berdering ada pesan masuk dari Sherly. Dara membacanya.


"Mampus, dosen bentar lagi datang." Tanpa kata Dara pergi begitu saja. Adam hendak memanggilnya tapi sudah terlalu jauh karena Dara berlari cepat.


"Cuma dia yang tau siapa pemilik sapu tangan ini. Mudahan secepatnya bertemu, karena aku berhutang nyawa padanya."


Adam menyimpan kembali sapu tangan itu ke dalam tasnya. Lalu melanjutkan langkahnya.


"Lo lama banget, ngapain sih di WC. Perang?" tanya Sherly saat Dara baru saja tiba.

__ADS_1


"Gue ketemu sama orang-orang," ucap Dara.


"Dasar bego, emang Lo kalau gak ketemu sama orang-orang lo mau ketemu sama siape? Eneh lo," heran Sherly sambil geleng-geleng kepala. Sedangkan Yura hanya tersenyum saja. Dara memutar bola matanya malas.


"Eh, Ra. Sapu tangan lo ada sama cowok. Lo kasih ke dia emangnya?" tanya Yura. Dara mengerutkan keningnya bingung.


"Maksudnya gimana? Dan cowok, cowok siapa?" tanya balik Yura.


"Ya mana tau, cowok itu ganteng sih. Ganteng banget malah, dan saat gue gak sengaja tabrakan sama dia, tiba-tiba sapu tangan Lo jatuh dari tangannya gitu. Pas mau gue ambil cowok itu malah nolak, dan dia mau minta ketemu sama lo," cerita Dara. Yura sa sekali tidak mengerti, kenapa sapu tangannya bisa sama orang lain apa lagi tidak ia kenal.


"Lo yakin gak inget Ra kenapa sapu tangan lo bisa sama cowok itu?" tanya Sherly. Yura menggeleng dengan kebingungan.


Saat sedang berdiri tegak, tiba-tiba pengendara motor anak kampus tak sengaja oleng dan nyaris menyerempet Yura jika tidak tangannya di tarik oleh seseorang.


"Kamu gak apa?" tanyanya. Yura nampak syok dan bengong dengan kejadian yang begitu cepat ini.


"Yura, maafkan aku. Aku benaran gak sengaja," ucap si pengemudi motor meminta maaf. Banyak orang berkumpul untuk melihat.


"Aku bawa kamu ke rumah sakit ya," ucap orang yang telah menolongnya.


"A-aku gak apa-apa? Makasih sudah menolong ku," ucap Yura, ia melihat orang yang di hadapannya.

__ADS_1


"Aku Adam," ucap Adam yang tiba-tiba memperkenalkan diri.


"Aku Yura." Keduanya bersalaman.


"Kamu pulang kemana? Em, tadinya mau anter sih. Tapi aku gak bawa mobil," ucap Adam sambil menyengir kuda. Yura pun tersenyum.


"Aku juga gak bawa mobil, aku duluan nya, taksi onlinenya sudah datang," ucap Yura sambil melambaikan tangan.


"Boleh minta nomor hp nya gak?" tanya Adam, Yura terhentak.


"Hey, boleh 'kan? Ya buat saling kenal aja," kata Adam. Entah mengapa perasaan ingin mengenal gadis ini lebih dalam lagi. Seakan sesuatu sedang mendorong dirinya.


"Hem, iya." Yura pun menyebutkan nomornya, lalu segara pergi dengan wajah yang merona. Tidak menyangka saja jika ada laki-laki ingin meminta nomornya, biasanya orang-orang malah menghina karena dirinya tak begitu cantik seperti kedua sahabatnya.


******


Sementara itu, Yura pulang ke rumah. Di sana ada kedua orangtuanya yang entah sibuk apa dengan dokumen-dokumen di atas meja yang berserak. Yura pun acuh, ia melewati keluarganya.


"Apa-apaan ini? Semuanya atas nama Yura!"


Yura menghentikan langkahnya karena namanya di sebut-sebut oleh sang mamah.

__ADS_1


__ADS_2