Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, paniknya the power of emak-emak


__ADS_3

Brak ... Brak. Prang ... prang.


Entah bunyi apa yang di buat oleh Sherly hingga suaranya terdengar sampai ke luar. Tentu saja membuat keempat wanita yang ingin bertamu itu panik seketika.


"Astagfirullah, itu bunyi suara apa Mah?" panik Sera bertanya pada Dewi.


"Alex, Lily buka pintunya Nak?" Ratna tak sabaran, ia terus menggedor pintu apartemen Alex dengan raut wajah tak kalah panik.


"Astagfirullah, ya Allah semoga mereka gak berantem. Kasihan kandungan Lily kalau kayak gitu," ucap Keyra cemas.


"Hus, kamu yo mbok jangan semakin membuat orang takut loh, Key." tegur Dewi, jantungnya sudah deg-degan berharap tidak seperti yang Keyra bayangkan.


"Aduh, nie anak berdua kok gak ada yang bukain pintu." Ratna semakin panik.


"Alex, Lily buka pintunya. Ini Mamah Nak," panggil Sera yang juga ikut menggedor-gedor pintu.


"Pergi kamu dari sini Mas. Aku muak sama kamu, aku benci sama kamu!"


Terdengar suara teriakan dari Sherly semakin membuat orang-orang di luar semakin kalang kabut.


"Baik, jika itu mau kamu. Aku akan pergi." Terdengar jawaban dari Alex, dan itu membuat keempat semuanya terkejut.


"Apa? Apa sebenarnya yang terjadi? Mereka gak mungkin bercerai kan?" panik Sera, dadanya terasa sesak, karena ulahnya yang membuat anaknya menjadi salah paham pada Alex dan memicu perkelahian dalam rumah tangga mereka. Sera sangat merasa bersalah.


"Nak, buka pintunya. Mamah bisa jelaskan semuanya." Bukan hanya Sera. Ratna pun demikian, ini juga adalah idenya, penyesalan pun tiada gunanya jika anak dan menantunya sampai berakhir seperti ini.


Di saat orang di luar sedang khawatir dan panik. Yang di dalam rupanya tengah asik duduk santai sambil berpelukan. Suara teriakan itu hanyalah bunyi rekaman yang sudah di buat sebelum keempat biang kerok itu datang. Dan bunyi berserakan itu hanyalah kaleng yang di pukul-pukul oleh Sherly menggunakannya gagang kemboceng seolah barang-barang di rumah pada berterbangan akibat lemparan.


"Sayang, kasihan mereka di luar tuh. Nanti syok pada pingsan berjamaah gimana?" ujar Alex khawatir.


"Oke, kita bukain pintunya. Tapi drama masih tetep berlanjut ya," saran Sherly.

__ADS_1


"Eh, lanjut? Kamu serius!" Alex kaget, di depan keluarga ternyata masih harus melanjutkan akting.


"Hehehe, ayolah. Masih berlanjut ini, sampai hari ulang tahun aku tiba," ucap Sherly enteng. Alex hanya menggaruk-garuk kepalanya saja tak berani membantah. Menolak perintah istri sama saja sensara.


Sherly mengubah expresi wajah menjadi terisak sembari meneteskan tetesan air mata di kelopaknya seolah sedang menangis.


"Ehem, ehem." Sherly berdehem sebelum membuka pintu.


"Kalau kamu gak pergi, biar aku yang pergi dari sini. Aku gak Sudi tinggal sama lelaki pembohong seperti kamu."


Sherly memulai perannya seraya menarik koper. Keempat wanita itu syok.


"Ya Allah Lily. Kamu mau ke mana Nak?" tanya Ratna mencegah Sherly pergi.


"Lepas Mah, Lily gak tahan lagi sama Mas Alex. Dia itu pembohong," ucap Sherly sembari terisak.


Alex menghela nafasnya pasrah.


"Alex, apa yang sudah kamu lakukan sama Lily, hah?" marah Ratna menatap tajam anaknya.


Alex menghembuskan nafasnya berat." Alex tidak melakukan apa-apa, tapi Lily nya aja yang curigaan sama Alex, dah itu gak percaya pula jika di jelaskan," jawab Alex santai.


"Apa gak bisa di bicarakan baik-baik lagi? Aku yakin kalian pasti salah paham kan?" ujar Keyra.


"Salah paham apa lagi Kak? Mas Alex udah berbohong sama Lily. Dia gak ke kantor kemarin, malah kata sekretaris Tina kalau direktur nyanitu lagi ada tugas di luar kota, tetapi Mas Alex malah bilang kalau dia lagi ada di kantor ketika Lily telpon," ucap Sherly menceritakan kejadian di kantor kemarin.


Keempat wanita itu terdiam, mereka tentu saja tahu karena itu adalah salah satu trik mereka. Tetapi tidak menyangka akan terjadi masalah seperti ini.


"Em, maafkan Mamah Nak. Sebenarnya itu semua rencana kami," ujar Sera sesal.


Sherly ingin tertawa melihat wajah ibunya yang sekarang ini. Duh, dosa gak ya ngerjain orang tua seperti ini? Tapi, jika tidak seperti ini, drama mereka sangat keterlaluan apalagi di saat dirinya tengah hamil muda seperti ini. Bisa saja kan hal yang tidak diinginkan bisa terjadi karena terlalu stress dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Apa maksud Mamah?" tanya Sherly pura-pura tidak tahu.


"Maafkan kami Nak, kami salah. Rencananya kami hanya ingin memberikan kejutan di acara ultah tahun kamu dengan adanya drama seperti ini suapaya nantinya akan romtis seperti di drama-drama Korea itu. Dimana sang wanita tengah sedih, lalu tiba-tiba sang pria datang dengan membawa kue tart ulang tahun yang di penuhi lilin," jelas Ratna.


"Kami pikir jika seperti itu akan terlihat romantis," sabung Keyra.


"Sebab itulah kami merencanakan semuanya," sela Dewi.


"Tapi tidak tau akan seperti ini jadinya, tidak sesuai dalam rencana. Maafkan kami Nak, jangan marah lagi sama Alex ya," imbuh Sera seraya menggengam tangan Sherly.


"Kenapa kalain tega melakukan ini sama aku? Kalain tidak tau kan jika aku akan terus-menerus merasa sedih akibat perubahan sikap Mas Alex! Kalian tidak tahu kan betapa sakitnya hati ini di bohongi, di abikan, tak di perhatikan. Apa kalian sengaja ingin membuat aku ke guguran, hah?' ucap Sherly marah meluapkan emosinya.


"Tidak, bukan seperti itu Nak?" Semakin besar mereka merasa bersalah.


"Ada apa ini?" tanya keempat laki-laki yang baru saja datang.


"Sayang kamu kenapa? Siapa yang sudah membuat anak kesayangan Papah menangis ini?" ujar Angga panik melihat air mata anaknya mengalir.


"Alex, kamu apain menantu Papah?" tanya Bagas.


"Kalian berantem?" lanjut Leo bertanya.


"Sudahlah, jangan berantem-beranteman, mending kita sarapan aja yuk! Laper berat nie, tadi Mamah gak masak," sahut Bobby, dan dirinya pun mendapatkan pelototan tajam dari semuanya. Suasana lagi serius-seriusnya dia malah ngelawak.


"Apa?" tanyanya dengan muka polos.


"Sayang, sebenarnya ini ada apa?" tanya Angga pada Sherly.


"Papah tanyakan saja sama Mamah. Tega banget Mamah buat aku sama Mas Alex nyaris berpisah gara-gara rencana konyol mereka," jelas Sherly.


"Apa? Apa maksudmu sayang! Rencana apa?" Angga menoleh arah istrinya meminta penjelasan.

__ADS_1


__ADS_2