Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 49


__ADS_3

Selama di acara repsesi pernikahan, Leo dan Keyra hanya diam tanpa ada yang saling membuka suara. Keduanya bahkan sering kali memperhatikan pasangan di sebelahnya yabg jauh dari keduanya, mereka sering kali mengobrol, bercanda bahkan juga terlihat mesra dan siapa lagi kalau bukan Angga dan Sera.


Leo terlihat murung, walaupun sudah ikhlas menerima Keyra namun rasa sesak melihat kedekatan mantan kekasih dan papah nya sungguh menyesakan dada. Bohong jika tidak iri, hari bahagia di hari pernikahan siapa yang tidak mau. Hanya saja perasaan masih belum mau menerima kebahagiaan ini bersama orang asing yang secara tiba-tiba masuk dalam kehidupannya.


"Le, kamu baik-baik saja?" Keyra bertanya.


" Iya, aku baik-baik aja. Ada apa?" tanyanya balik.


Leo selalu mencoba untuk menerima Keyra, tetapi hatinya selalu saja menolak, hingga sikapnya biasa saja kepada istrinya itu. Namun berusaha menjadi suami yang terbaik walaupun tanpa adanya cinta.


"Nggak apa-apa sih, hanya saja kamu terlihat pucat, apa kamu sakit?" Keyra menyentuh kening Leo.


"Aku nggak apa-apa, mungkin hanya lelah," jawab Leo berusaha bersikap baik, lalu meraih tangan Keyra dan menggenggamnya.


Keyra tersenyum lega.


Tak lama kemudian, teman-teman Keyra dan Sera di kampus datang untuk memberikan selamat pada kedua pasangan tersebut.


"Key selamat menempuh hidup baru ya, semoga langgeng dan samawa," ucapnya sambil cipika cipiki.


Gadis itu melirik Leo, dalam hatinya kebingungan, bagaimana bisa Keyra menikah dengan tunangan Sera, sahabatnya sendiri? Tetapi rasa penasaran itu ia simpan dulu, karena tak mungkin bertanya sekarang.


"Terima kasih, Tris," jawab Keyra.


Trista beralih ke Sera.


"Sera, selamat ya. Ya Allah ... gak nyangka gue, sekarang lo udah nikah aja," ucap Trista pada Sera, ia jauh lebih dekat dengan Sera di bandingkan dengan Keyra.


"Makanya punya pacar, biar nyusul nikah juga kayak gue sama Keyra!" sindir Sera. Trista berdecak sebel.


"Eh, tapi laki lo lebih maco dari pada Leo. Keren," bisik Trista.


"Iya dong. Kalau nggak, mana mungkin gue mau!" sahutnya sambil melirik arah suaminya. Angga hanya menaikan sebelah alisnya menatap sang istri, ia yakin jika para wanita itu sedang membicarakan dirinya.


"Tapi lo berhutang penjelasan sama gue ya," ucap Trista.

__ADS_1


"Hutang penjelasan apa?"


"Ya penjelasan lah, bagaimana bisa lo nikah sama om-om keren, dan kenapa juga Keyra bisa nikah sama tunangan lo? Pokoknya harus jelasin ke gue, titik gak pake koma!" ujarnya maksa.


Sera hanya memutar bola matanya males," iye," jawabnya singkat.


Setelah beberapa lama kemudian, para tamu satu -persatu naik ke pelaminan tak ada henti -hentinya memberikan selamat kepada pasangan pengantin baru, bahkan meminta berfoto bersama. Keyra yang sedang berbadan dua terlihat pucat plus lesu akibat lelahan menyambut para tamu dan nyaris pingsan dan untungnya Leo sigap cepat menangkap istrinya tersebut.


"Astagfirullah, Key!" Aula riuh dengan salah satu pengantin wanita yang nyaris pingsan.


Leo langsung menggendong nya dan berlari menuju kamar hotel yang sudah tersedia untuk dirinya dan Keyra.


"Ya Allah, Key. Keyra kamu kenapa nak?" Sang mamah khawatir.


"Sepertinya Keyra ke kecapean Mah, Leo panggil kan dokter dulu," saut Leo, lalu lelaki menelepon dokter kandungan agar segera datang.


Setelah Leo sudah menghubungi dokter, Leo kembali lalu duduk di samping Keyra yang nampak pucat dan lemas itu. Ia usap pucuk kepalanya, perlahan Leo melepaskan satu persatu manik -manik perhiasan yang menempel di rambut Keyra dengan perlahan.


"Terima kasih," ucap Keyra lemah setelah manik manik di kepalanya sudah lepas semuanya.


"Sama -sama, kamu mau minum?" tawar Leo. Keyra mengangguk. Leo pun mengambilkan segelas air putih lalu ia membantu istrinya minum.


"Apa yang terjadi pada istri saya, dok?" tanya Leo.


"Istrinya Mas gak apa-apa? Dia hanya kelelahan saja dan itu wajar karena usia kehamilan nya masih muda. Tolong jangan biarkan dia kelelahan karena bisa saja mengakibatkan rentan keguguran jika janinnya tidak kuat," ujar sang dokter menjelaskan, Leo mengangguk, ia menatap Keyra sedang mengelus perutnya yang masih rata.


"Baiklah, ini obat serta vitamin, jangan lupa di habiskan." Dokter menyerahkan nya pada Leo.


"Terima kasih, Dok."


"Kalau begitu saya permisi, kalau ada apa-apa segera hubungi saya kembali," ucap sang dokter berpamitan.


"Baik dok, terima kasih," balas Leo sambil berjabat tangan dengan sang dokter.


"Terima kasih Dok, mari saya antar." tawar Vira, ibunya Keyra. Lalu mengantar sang doker hingga keluar dari depan pintu kamar hotel tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu kita tinggal dulu, para tamu masih banyak di sana. Tolong jaga Keyra!" ujar Wisnu menepuk pundak Leo, lalu berlalu meninggalkan kamar hotel tersebut.


Vindra menatap tajam Leo, lelaki itu masih tidak menyukai adik iparnya itu dan bahkan mengawasinya kalau-kalau Leo menyakiti adiknya.


"Jaga adik gue, awas aja lo sampai menyakiti dia!" ancam Vindra sinis lalu beranjak keluar. Leo hanya mendesah, kemudian ia duduk kembali di samping Keyra yang sedang memejamkan mata.


"Sehat selalu ya nak, maaf kalau papah sampai membuat mamah kamu kecapean. Jadilah anak yang kuat dan tolong jagan bikin mamah kamu sakit, kasihan mamah Nak!" ujar Leo pelan mengelus lembut perut Keyra. Seorang anak tidak berdosa, dan tak ada alasan bagi Leo tidak menerimanya, karena bagaimana pun juga anak itu adalah darah dagingnya sendiri. Walaupun perasaannya terhadap Keyra masih belum ada namun anak tetep lah anak.


Sementara itu, di tempat acara. Wisnu dan Vira sudah memberi tahu pada keluarga Bobby dan Angga jika Keyra hanyalah kelelahan saja jadi tidak ada yang perlu di khawatir kan. Sera pun lega mendengarnya.


Acara tetep berlangsung tanpa adanya Leo dan Keyra di pelaminan, dan kini hanya ada satu raja dan satu ratu saja yang duduk di singgah sana. Hari semakin larut, Sera sudah kewalahan. Rasa lelah, lesu menyerang dirinya, wajar saja kalau Keyra nyaris pingsan ternyata benar-benar melelahkan menjadi pengantin seharian.


"Mau masuk ke kamar?" tawar Angga.


"Emangnya udah boleh?" tanya Sera.


"Kenapa gak boleh?" Tanpa menunggu lagi, Angga langsung menggendong Sera dan melangkah cepat kearah lift, menuju kamar hotelnya yang tadi siang.


"Eh, gak pamitan dulu," ucap Sera, karena Angga seenaknya pergi dari pelaminan.


"Biarin aja, biar mereka pada bingung nyariin pengantin yang hilang dari pelaminan," saut Angga cuek, ia terus melangkah hingga masuk kedalam kamar hotel dan membawa Sera duduk di kasur.


" lAku bantu lepas ya." tawar Angga, lalu melepaskan satu persatu makhkota yang menempel di kepala, sedangkan Sera membersihkan make'up di wajahnya.


"Aku siapin air hangat ya, supaya kamu bisa berendam agar rasa lelah sedikit berkurang," ujar Angga mengelus wajah Sera, gadis itu hanya mengangguk saja sembari tersenyum namun dalam hati dag-dig-dug.


Angga bangkit lalu masuk kedalam kamar mandi, ia menyiapkan air hangat. Setelah usai ia kembali keluar lalu membawa Sera kedalam kamar mandi sambil menggendongnya.


"Keluarlah, aku mau mandi," usir Sera, karena Angga masih berdiam di dalam kamar mandi.


"Yakin gak mau di temenin?" goda Angga tersenyum nakal.


"Mas, katanya tadi nyuruh aku berendam," cemberut Sera waspada, karena kalau Angga ikutan mandi, yakin bukan hanya mandi saja, sudah pasti lelaki itu tidak kan tahan melihatnya tanpa busana dan Sera tidak mau jika melakukannya di dalam kamar mandi..


"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya. Aku menunggumu!" bisik Angga lalu mengecup kening Sera dan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Bluuus ....


Wajah Sera memerah, jantung nya kembali bedebar-debar. Menunggu ... ah pasti lelaki itu akan meminta haknya malam ini.


__ADS_2