
Pak Surapraja dan Ibu Handayani tersenyum lebar saat Pak Agum membelokkan mobilnya datang dari menjemput anak anak kesayangan mereka dan satu lagi calon menantunya juga,begitu kangennya sebagai orang tua menantikan anaknya pulang.
Sedari kemarin mendengar khabar Adrian telah menyelesaikan satu tahun kuliahnya,juga Adel yang bertepatan dengan libur akhir tahun masa kuliahnya dan akan pulang bersama teman laki lakinya ke Indonesia, Ibu Handayani seperti tidak sabar,ingin segera semuanya datang dan bisa memeluk mereka.
Kesibukan bukan hanya dirasakan Ibu Handayani tapi Bi Ani kebagian yang paling sibuk di buatnya,bersihkan kamar nya Adelia sama kamar Adri juga kamar tamu ganti semua seprai nya,terus ke pasar beli makanan kesukaan mereka,juga persiapan untuk tamu dan lamaran Nak Adrian,sampai sampai Bi Ani bingung yang mana dulu yang harus di selesaikan.
Mobil berhenti dan Pak Agum turun duluan di susul Adelia yang menghambur ke pelukan Ibunya,lalu Fath berjalan menghampiri Pak Surapraja bersalaman sambil membungkuk,setelah itu Adelia kini gantian memeluk Bapaknya manja dan mencium pipi Pak Praja sambil tertawa,Bu Handayani celingukan mencari satu lagi anak bujang nya yang dari tadi nggak turun turun dan nggak kelihatan batang hidungnya.
"Kakakmu di mana sayang ?" Bu Handayani menatap Adel.
"Itulah Bu, Kakak tadi keluar dari Bandara langsung ke Pangandaran katanya, nggak bisa aku tahan dia tetap aja keras kepala suruh bertemu Ibu sama Bapak dulu juga katanya nanti sambil bawa Kak Aryanti kesini"
"Hah ??? ke Pangandaran subuh subuh ?"
Bu Handayani memandang kepada Pak Surapraja dengan masih nggak percaya, Pak Surapraja mengangkat bahunya dan tersenyum
"Adrian sudah dewasa Bu"
"Tuh Pak kelakuan anakmu"
"Aryanti benar benar telah mencurinya dari kita Bu,makanya cepat telephon tuh teman Ibu yang punya event organizer itu kita harus cepat mensahkan mereka,juga mumpung Adel ada di sini jadi sekalian bisa hadir di hari pernikahannya"
Bu Handayani mengangguk,sambil masih kelihatan cemas dan kecewa belum bisa ketemu sama anak kesayangannya.
Pak Surapraja merangkul istrinya dan menenangkannya sambil mengusap-usap punggung Ibu Handayani dan membimbingnya masuk ke dalam rumah,Adelia yang duluan masuk membawa Fath masuk dan telah duduk di ruang tamu.
"Gimana Fath ini Indonesia ini tempat tinggal aku,ini rumah orang tuaku,minumnya mau apa ? kopi biar nggak ngantuk ? atau mau istirahat dulu di kamar ?"
"Nanti saja istirahatnya Aku mau ngobrol aja dulu basa-basi sama orang tuamu"
"Ya ya ya..."
Bu Handayani sama Pak Surapraja duduk di hadapan Fath sambil meneliti gerak-gerik Fath sepertinya anaknya sopan atau mungkin masih malu memang begitulah pembawaannya Fath,selain intelektual yang lumayan,tampan juga bukan orang biasa di Malaysia nya, Anak emas bagi keluarga Abdul Rajak yang memiliki usaha di bidang perkebunan dan pengolahan minyak sawit yang di eksport ke berbagai negara,selain keturunan yang sangat islami juga masih memegang teguh adat budaya leluhur nya,Abdul Rajak punya dua Anak yang gede ini Fath Al Fatih,dan adiknya Gifari Al Fatih yang masih sekolah setara SMA.
"Gimana Fath perjalanannya menyenangkan ?"
__ADS_1
"Alhamdulillah, lancar dan baik-baik saja"
"Sekarang semester berapa kuliahnya apa sama seperti Adelia"
"Alhamdulillah juga aku udah mau selesai masih 1 tahun lagi dan Adelia masih 2 tahun lagi..."
"Yah semoga kalian cepat selesai dan berhasil,sukses dan lancar semuanya"
"Iyah Bu...Aamiin"
"Liburannya ke Indonesia,apa Ibu Bapakmu tidak menanyakan atau cemas atau kamu bilang enggak mau main ke Indonesia bersama Adelia ?"
"Iya Bu kami orang sudah bilang kepada orang tua mereka menyerahkan kepada kita,nggak jadi soal"
"Bagusnya harus seperti itu harus izin dari orang tua"
"Bersenang-senanglah di sini ya,mau kemana rencana Adel mau bawa Nak Fath ? atau Nak Fath sendiri udah ada tujuan ?"
"Kemana aja kita senang yang penting Adelia juga senang"
"Sayang Adel ajak Nak Fath tunjukkin kamarnya"
"Ya Bu..."
Adelia datang dengan makanan di mangkuk dan sudah berganti pakaian,menyodorkan makanan itu pada Fath dan duduk di sampingnya.
"Ini makanan nggak ada di Malaysia,di Australia juga nggak ada cicip ya...enak tahu"
"Ini apa ? seperti meatballs atau sejenis bakso kan ?"
"Iya hampir sama,mirip mirip gitu,ini namanya cilok sayang haaaa...
"Cinta lokasi dong heee...pedas nggak,sepertinya pedas banget ?"
"Paling ini level 7 belum level 15 heeeee..."
__ADS_1
Adelia tertawa melihat Fath mau nyobain tapi ragu,di tusukkan satu dan di suapi Adelia Fath melotot kepedasan,Ibu Handayani tertawa sambil menuang minum di gelas Fath.
"Sayang nggak boleh maksa,kalau nggak suka apalagi nggak suka pedas kasihan kan jadinya...itu enak bagi yang doyan,bagi Ibu juga apa enaknya makanan pedas begitu ya kan Fath ?"
"Iya itu benar Bu hah...pedas banget"
"Teman mu jauh jauh datang dari Australia,dari Malaysia di kasih cilok,sana cari makanan yang bener..."
Adelia hanya nyengir saja.
"Itu makanan banyak di meja,pilih aja Fath..."
"Kamu juga banyak makanan milihnya itu cinlok"
"Haaaaaaaa...cilok Fath sayang,ini makanan turun temurun, sengaja kemarin aku telephon Ibu pesan sama Bi Ani kalau aku pulang ke Indonesia harus ada cilok pedas"
"Iya iya itu pokoknya"
Anaknya pulang ada di rumah begitu ceria begitu hidupnya suasana rumah, tapi ada satu yang masih menjadi ganjalan Ibu Handayani dan Pak Surapraja,satu lagi anaknya belum pulang,sebegitunya kangennya Adrian pada Aryanti sampai sampai menomor duakan orangtuanya,dan tidak pulangnya Adrian ke rumah menjadikan catatan tersendiri bagi Pak Surapraja dan ibu Handayani.
Bu Handayani dan Pak Suraparaja duduk di ujung tempat tidur mereka di dalam kamar,mereka berbicara serius soal Adrian.
"Ibu takut Adri masih marah sama Bapak,sampai sampai dia nggak mau pulang ke sini,Ibu khawatir Pak takut Adri kenapa kenapa"
"Tenang Bu,dia pergi ke sana kan menemui kekasihnya sekaligus tunangannya,kan tadi kata Adelia mau ke sini nanti sambil bawa Dek Aryanti,kita tunggu saja,kita persiapkan untuk melamar Dek Aryanti,bikin hatinya senang"
"Takutnya kita pisahkan mereka setahun yang lalu membuat Adri sakit hati"
"Bapak tidak meyakini itu,kita lihat nanti saat dia datang,apalagi bawa Dek Aryanti sepertinya dia akan bahagia kumpul di sini..."
"Pokoknya Ibu mau secepatnya Adri sama Dek Aryanti di nikahkan Ibu nggak tenang mereka dua dua an jauh dari kita,takut nggak tahan godaan,sekuat kuatnya seseorang kalau bersama sama setiap waktu akan tergoda juga,apalagi ini habis berpisah lama,kalau bisa biar suruh Adel telephon segera ke sini kita bermusyawarah untuk pernikahan mereka"
"Iya Bapak mengerti,biar Bapak mengutus pak Daud ke rumah orangtuanya Dek Aryanti untuk mencari kesepakatan"
"Pokoknya Bapak jangan ada marah lagi sama Adri,yang jadi fikirannya kan Ibu,jadi sakit nggak enak makan,melihat koper kopernya sudah sampai di rumah tapi orangnya nggak ada,Ibu sakit dan cemas Ibu ingin segera bertemu setelah lama berpisah"
__ADS_1
"Sudahlah Bu,maafkan Bapak,Bapak tidak bermaksud menghukum tapi membuatnya berfikir dewasa,semoga kedatangan Adri membawa perubahan yang berarti bagi dirinya sendiri,juga buat kita semua,setidaknya kita tenang kalau mereka sudah menikah,mau jungkir balik ngapain juga terserah mereka"